PFF || Part 11

4 0 0
                                    

Setelah dua jam sejak faiz dan bayu berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan di tengah kota, kini mereka berdua duduk sembari menikmati roti isi dan cola di sebelah jendela kaca.

Faiz sesekali menyeruput cola yang berada di depannya, dengan matanya yang kontras menyorot luar jendela yang terpampang jelas keramaian orang yang berlalu lalang dengan segala candaan atau hanya berjalan beriringan dengan kekasihnya saja

"jadi? Lo serius mau nolak tawaran itu?" setelah jeda cukup lama jeda, Bayu membuka suara.

Dilihatnya Faiz yang masi asik dengan lamunan, sebotol cola di tangan kirinya dan roti isi di tangan kanannya yang kini tinggal satu gigitan "Iz" panggilnya untuk kedua kalinya

Tangan kanan Faiz menyuapkan sisa terakhir roti isi ke mulutnya, mengunyah dan menelan roti tersebut melewati kerongkongan, sejenak sebelum kembali menyeruput cola di tangan kirinya.

Jeda panjang hingga akhirnya Faiz menghela napas "gue nggak tau, ada keza yang masih butuh gue" Faiz memainkan jemarinya pada tempat cola yang dia pegang.

"keza masih ada ayahnya Iz, nggak mungkin juga ayah keza nggak mau ngerawat anaknya, lagian masih ada paman lo yang bisa bantuin keza. Gue Cuma mau ngingetin kalau kesempatan nggak datang dua kali iz"

"gue juga ngerti, tapi kasian keza" Faiz menghirup napas dalam-dalam untuk kesekian kalinya "apa ayah keza gue paksa nikah lagi ya?" bayu menatap wajah faiz yang masih tetap terlihat tenang dengan apa yang baru saja ia katakan

"lo serius? Emang lo rela kalau kakak iparlo nikah lagi? Terus nasib kak Keita gimana di alam sana?"

"gue serius, gue yakin kak keita juga lebih nggak rela kalau keza nggak dapat kasih sayang dari orang tua seperti kita, gue juga yakin kak Keita pasti mau yang terbaik buat keza" Faiz kembali menundukkan kepala.

Sebenarnya dirinya juga sedang gundah, memang benar kesempatan nggak datang dua kali, lalu apa? jika dia menerima dia harus melepaskan permatanya, putri bulannya, tapi jika tidak menerimanya dia akan kehilangan mimpinya, kehilangan alasannya bekerja dengan sangat keras.

"gue dukung semua keputusan Lo Iz, kalaupun pada akhirnya lo tetep stay disini gue akan temenin di manapun universitas yang lo pilih, kalaupun lo bakalan pergi gue juga bakalan jadi orang yang berdo'a buat kesuksesan semua mimpi-mimpi lo"

Mendengar perkataan Bayu membuat Faiz tak bisa menahan rasa hangat di dadanya, yah masih ada orang yang selalu mendukungnya, lalu kenapa dia harus menyerah. "thanks, mau gue fikirin dulu sambil jalan"

***

Bayu kini merebahkan tubuhnya pada ranjang kamar faiz, setelah bermain berjam-jam kini waktunya faiz kembali pada kenyataan bahwa masih banyak tumpukan baju kotor yang perlu dicuci, masih banyak yang harus dia lakukan di rumah

tanpa berganti baju, fais melipat lengan seragamnya hingga pundak, mengambil bak yang berisi baju kotor membawanya ke kamar mandi.

Membasahi semua baju kotor yang berada pada bak sebelum memisahkan mana yang jadi prioritas untuk dia cuci terlebih dahulu

"khelia kayaknya mau nonton film sama gebetannya tuh Iz" Bayu yang berbaring sambil memainkan ponselnya kini merubah posisinya menjadi duduk.

"apaan?" triak Faiz dai balik ruangan tempat dia mencuci, karena suara kran air Faiz tidak bisa mendengar suara bayu dengan jelas

Bayu Pun bangkit berjalan menuju ke arah Faiz tangan kirinya menyeret kursi plastik mendekati Faiz "khelia mau nonton sama gebetannya" ucapnya lagi sembari mendudukkan diri pada kursi tersebut "liat nih story dia, gila gercep banget ni bocah, kayaknya baru kemaren dia bilang suka udah nempel aja kaya prangko"

"palingan baru jalan sehari udah bosen lagi dia" jawab Faiz saat tangannya masih mencuci pakaiannya

"bener juga sih lo, udah berapa cowok yang Cuma di tahap pdkt sama khali terus di campakkan, emang tipikal buaya betina dia mah" Bayu tertawa dengan ucapannya sendiri, "Iz, inget nggak sih lo saat nonjok anak kelas sebelah sampai babak belur Cuma gara-gara shere foto Khelia? Sumpah idaman banget lo Iz, banyak tuh yang pengen lo gituin"

"gue tonjok?" tanya faiz

"ya kagak lah anying, maksud gue tu para ciwi-ciwi noh pada cemburu waktu lo belain kheli udah kek belain pacar yang abis digodain orang di jalan"

"anjiir lah, gegara itu juga gue abis babak belur di rumah sama kak Keita gara-gara dia dipanggil ke sekolah, sebulan anjir gue dihukum ngerjain semua pekerjaan rumah dari bangun tidur sampe tidur lagi" mengingat hal itu membuat Faiz sangat bersyukur,andaikan dulu dia tidak berkelahi mungkin sampai sekarang dia tidak akan tahu cara mencuci, memasak, membersihkan rumah, dan merawat putri bulannya.

Andaikan dia tidak membuat kakaknya dipanggil kepala sekolah mungkin sampai sekarang dia tidak akan tahu penderitaan kakaknya yang harus mengurusnya, mengurus rumah, kuliah dan kerja dalam sehari

Kakak terbaiknya, ibunya, ayahnya, temannya semua ada pada Keita, sosok paling tangguh yang dikirim tuhan untuk jadi malaikatnya.

Bayu tertawa mendengar curhatan hati Faiz, pasalnya dia tahu saat-saat Faiz dihukum oleh kakaknya yang membuat dia dua kali telat masuk sekolah "jadi langganan telat juga lo"

"enak aja langganan, Cuma dua kali gue telat!"

"Khelia seneng banget bisa ketemu orang kaya lo, gue juga sih" kata bayu asal

"lo juga sayang banget kan sama Kheli udah ah, intinya kita tuh sama Cuma beda aja cara menyampaikan pesannya aja" dan ditanggapi Faiz dengan asal juga, fokusnya kini pada cucian yang sedang ia kerjakan

Keringat menetes pada keningnya padahal saat ini udara juga cukup dingin, sesekali sembari membilas Faiz mengelap keringat di dahi dan hidungnya dengan lengan tangannya

"yu?"

"hmm" sautan Faiz yang sampai kini masih duduk di dekat pintu kamar mandi dengan ponsel di tangannya

"kayaknya gue masuk angin deh, apa gara-gara kebanyakan main air ya? Perasaan biasanya juga nggak papa" bayu menegakkan badannya dan menaruh ponselnya pada saku kemeja sekolahnya

"makannya nyuci tu tiap hari jangan sebulan sekali, K'O kan lo baru nyuci segini aja, ada-ada aja sih lo pakai acara masuk angin, terus gue harus apa dong?"

"Cuma bilang doang gue tuh, nggak nyuruh lo ngapa-ngapain, lagian lo mah bisa apa, dari bangun tidur sampai tidur lagi juga udah ada yang ngelayanin" Faiz terkikik di akir katanya

Memang si bayu adalah tipikal anak orang kaya yang manjanya luar biasa tak tertahankan, disuruh nyalain kompor palingan juga kagak bisa dia

"yaudah lo tiduran aja"

"cucian gue nasibnya gimana elah kalo gue tiduran, ngadi-ngadi aja lo, lagian tinggal njemur juga, ntar aja abis njemur bisa tiduran sepuasnya gue mah mumpung nggak ada kerjaan"

"serah lo dah, pengen nasi goreng gue laper lagi" Bayu beranjak dari kursinya ingin pergi membeli nasi goreng

"Bihun goreng kecap satu Yu, bayarin" teriak Faiz saat Bayu sudah agak jauh darinya

Dan dibalas acungan jempol oleh Bayu, memang benar-benar teman terbaik Bayu mah..

Kertosono
08-11-2020

Princess for faizTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang