Faiz dan teman-teman searahnya segera meghentikan angkutan umum saat mencapai gerbang sekolahnya
Dia nenatap gerbang rersebut sejenak sebelum melanjutkan langkahnya
Disana terdapat parkiran luas dimana banyak kendaraan siswa terparkir dengan rapi
Memang di rumah faiz hanya memiliki satu sepeda, tidak seperti teman-temannya yang memiliki kendaraan bermotor bahkan mobil
Tapi meski begitu dia tidak pernah mengeluh, dari pada uang untuk membeli bensin, menurutnya mending di tabung untuk kuliah nanti
Jika dia bisa kuliah dan mendapat pekerjaan yang layak, pasti dia bisa membeli kendaraan yang lebih baik dari milik teman-temannya tersebut.
Tak hanya motor bahkan mobil keluaran terbaru pun dapat dia beli
Tapi semenjak kepergian kakaknya, tak ada lagi sumber uang, dia hidup mengandalkan dirinya sendiri
Bahkan untuk makan pun, menggunakan uang hasil kerjanya
Meski tak banyak tapi lumayan untuk makan dia dan kezanya
Untuk suami kakaknya?
Nggak udah di tanya, sehari nggak bikin susah aja sudah untung sekaliLangkah kaki faiz berjalan, menuju deretan bangunan yang luas dan tinggi menjulang
Dengan berbekal otak yang lumayan encer, Faiz dapat masuk di sebuah sekolah negri favorite yang ada di kotanya
Langkahnya terhenti saat penglihatnya menangkap sosok lelaki tinggi dengan rambut yang tersisir rapi berlari ke arahnya
Sungguh perasaannya sekarang menjadi tak enak
"Iz! Beli pulsa, aelah! mak gue sms, kagak punya pulsa buat bales gue!" Teriakan lelaki itu membuat Faiz memalingkan wajah
Ingin rasanya dia berteriak bahwa dia tak mengenal orang setengah waras yang berada di depannya ini yang membuat semua mata menuju deretan kelas 12 melihat kearahnya
Tapi sayang, Faiz bukan sosok yang akan melakukan hal tersebut
Dengan menyengir setengah tertawa dia juga menghapiri orang yang tak jauh dari tempat dia berdiri
"Gaya banget lo kaya pernah punya pulsa aja, biasanya juga minjem hp gue, nih pake gaya-gayaan beli pulsa" ucapnya menyindir, meski tak dianggap menyindir karena merupakan sebuah fakta yang mutlak
"Suka bener deh lo!"
" serah lah serah, Minggir! Rakyat jelata tidak boleh menghalangi jalan pangeran wiliam yang mau mengerjakan pr nya bu ut, bisa suruh lari pake tangan gue kalo orangnya datang pr gue belum kelar"
"Yah! Nidurin si bulan lagi lo pake acara blm ngerjain pr? Tu bapaknya kgak tanggung jawab banget sumpah pengen gue pites!"
"Kalo gue nggak mikiran kakak gue, udah dari jaman tuh teori bumi datar muncul juga gue matiin tu orang!" Faiz terus berjalan dan mengabaikan teman yang ada di sampingnya
"Yah semoga ajalah tu orang cepet kawin lagi, biar hidup gue sama putri bulan gue tenang!" Ucap faiz dengan senyum samar
"Adek laknat lo! Yang ada malah lo yang di usir dari rumah!" Sarkah bayu, tak bisa membayangkan jalan fikiran faiz
"Coba aja kalo berani"
🍭🍭🍭 AAF
hari ini adalah hari yang bertepatan dengan hari pahlawan yang di selengarakan setiap tahun
Tak hanya di sekolah faiz tetapi juga di sekolah lain, dengan cara melakukan upacara bendera untuk memperingati jasa para pahlawan
Faiz yang sedang mengerjaka PR harus berhenti ketika bel tanda bahwa upacara bendera akan segera berlangsung

KAMU SEDANG MEMBACA
Princess for faiz
Teen FictionBayi itu "Keza" Putri bulan untuk faiz Pembawa lentera dalam gulita "Ahhh... sepertinya dia salah" faiz menghela napas, menghapus kembali sinopsis yang kini telah tertera pada layar ponselnya "Keza semangatku... tujuan hidupku, tujuan pendidikanku...