PFF || Part 7

18 1 1
                                    

“sial! Ahh goblog banget gue” umpat Faiz kesal, menendang meja tempat duduknya sambil kembali mengacak-acak isi tas hitam didepannya.

Bayu duduk di sampingnya mengamati kelakuan teman di sampingnya, berusaha tak terpengeruh dengan emosi Faiz yang mungkin bisa membuatnya mati muda “tenang bro, ibarat katanya pak Alwi nih ya, Semua Hal Yang Terjadi Pada Diri Manusia Pasti Ada Hikmahnya”.

Bayangan tugas yang telah ia kerjakan sampai hampir subuh tadi membuatnya kembali marah-marah, pasalnya dia harus meninggalkan tugasnya di depan meja ruang tamu karena si bangsat yang pagi-pagi ngajak ribut.

“marah ya marah bro, tapi jangan lupa nafas gitu, udah kaya cabe-cabean tuh pipi lo, meronah” Bayu sekali lagi berusaha menenangkan Faiz atau lebih tepatnya ngeledek sih.

Dan bodohnya, Faiz juga menurut saja apa yang di katakan Bayu, membuatnya menghembuskan karbon di oksida dalam paru-parunya beberapa kali, untuk menormalkan nafasnya.

Dia mengusap kasar wajahnya “apa gue perlu pulang dulu ya bay? Bisa-bisa nggak lolos raport gue kalo nggak ngumpulin tugas” ide itu tiba-tiba saja terfikirkan olehnya.

“lo nggak ngajak gue kan?” tanya Bayu sembari menunjuk wajahnya sendiri.

Faiz langsung mendudukkan kembali tubuhnya ke bangku miliknya dengan menatap bayu “ntar abis olahraga ajarin gue manjat pagar”.

“ogah lo mah nggak asik, giliran gue ajak bolos kagak mau lo, sekarang se enak jidat lo ngajakin gue bolos” bayu terlihat ogah-ogahan dengan ide yang di tawarkan temannya yang satu ini, pasalnya dia tak pernah menyetujui ajakannya untuk bolos jam olahraga sih.

“ini itu ceritanya beda goblog, disini kita tu nggak bolos, Cuma menyelinap pergi aja waktu jam olahraga selesai” Faiz tetap saja membela dirinya sendiri, tak mau di salahkan lah.

“sama aja goblog, sama-sama keluar sekolah, lagian jam segini lo mau nunggu angkot kagak adalah bego! Entar adanya waktu pulang sekolah, dan kalo lo ngajak gue lari, gue angkat tangan ogah lari ribuan kilo meter Cuma buat temen laknat kaya lo! Nggak sudi” bayu menggeser kursinya mencoba keluar dari tempat duduknya.

“mau kemana lo?”.

“ganti baju!” teriak Bayu di depan pintu kelas yang membuat se isi kelas bingung, sejak kapan tu cebong selokan niat buat ngikutin pelajaran olah raga.

“gue ikut!” Faiz menyambar kunci lokernya dan berlari menemui sahabatnya tersebut.

🎳🎳🎳 AAF

“njiir gue cakep bangat” Bayu melihat pantulan dirinya pada cermin kamar mandi sekolah, sembari mengoleskan sedikit farfum pada lengan bajunya .

“lo serius ikut jamnya pak minto?” Faiz sekali lagi menanyakan hal tersebut.

“iye lah, udah wangi bin ganteng gini, kayaknya bener banget deh mak gue kalo ngasi nama bagus arden bayu, emang gue very very bagus” untuk entah keberapa kalinya bayu menata rambutnya, seperti anak kasmaran yang akan kencan dengan kekasih khayalan.

“wangi loh udah kaya dukun aja, minyak apaan sih nih, bikin gue mau muntah! Lagian lo kaya mau kencan sama pak wito aja?” Faiz bergegas meninggalkan Bayu, karena dia tak ingin tertular sarapnya nih anak.

Tapi langsung di hentikan oleh bayu yang tak terima di tinggak sendiri “bukan gitu coy, tapi sebagai murid yang baik gue juga harus menghargai guru, salah satunya pak minto yang sangat gue sayang”

“wahh hebat sohib gue, ok lah sebagai teman gue Cuma do’ain supaya lo selamat dunia akhirat” Faiz terkikik geli dengan perkataannya.

“kuampret lo udah do’ain gue modar, bacot lo udah kaya nggak bisa buat bilang JIM KHA”

Faiz membalik badannya menghadap ke arah bayu dan menepuk bahunya singkat “good luck bro”
Dan menunggalkan bayu begitu saja.

“wanjayy lo cebong alas! Awas aja gue seret sekalian lo kalo kena masalah!” bayu sudah menyiapkan ancang-ancang untuk melempar Faiz dengan sepatu, tetapi ia urungkan, dia hanya bisa mendesah dan ikut tertawa dengan Faiz.

Dia senang melihat sahabatnya bisa menggila, meskipun hanya sesaat, Faiz memang butuh hiburan, dia nggak akan tanya masalahnya. Karena dia percaya jika Faiz pasti akan bercerita dengan mereka berdua.

🎳🎳🎳 AAF

Olahraga hari ini tak seberat biasanya kerena mereka hanya akan melakukan beberapa sesi senam majulah pemuda, tapi tetap saja menguras tenaga, seperti halnya sekarang saat Bayu telah mengangkat tanggannya tinggi-tinggi agar sang guru dapat melihatnya.

“iya gus ada yang mau tanyakan?” sang guru menatap wajah bayu yang telah tertutup dengan bulir-bulir keringat, nafasnya juga sangat nggos-nggosan.

“pak, sepertinya saya tidak dapat melanjukan olahraga”bayu mencoba men stabilkan nafasya yang tidak teratur akibat tingkahnya saat mengikuti senam.

Sang guru berjalan ke arah bayu dan bertanya “pake alasan sakit perut kebanyakan makan cabe lagi kamu?” sang guru lebih memandangnya pasalnya ini bukan pertama kalinya bayu begitu, selalu memiliki alasan untuk keluar dari jam pelajarannya.

“bukan pak”

“terus apa? Kaki kamu kena asam urat sampe nggak bisa datang ke kelas saya?” sekali lagi pertanyaan itu di lontarkan, membuat semua anak di kelasnya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuannya.

“itu juga bukan pak” bayu menarik nafas dalam-dalam dan menguatkan hatinya untuk berkata “saya punya jantung pak!”

Pernyataan mendadak dari bayu itu sontak membuat anak di kelasnya bungkam, karena mereka menyayangi temannya, mereka nggak akan pernah tertawa di depan gurunya, kalo tidak, bukan hanya bayu yang di hukum tapi mereka juga.

“ya sudah, sana kamu istirahat” pak minto sang guru olahraga hanya bisa mendesah melihat kelakuannya, sebenarnya dia sedikit tak percaya dengan pernyataan itu, melihat lelaki urak seperti dia bisa- ya mungkin sudah takdir.

“pak” kali ini bukan bayu yang bertanya, melainkan Faiz yang membuat semua mata tertuju padanya.

“iya Faiz ada apa?”

“saya minta izin kembali dulu bisa pak? Kepala saya pusing” pak minto hanya menganggukan kepala, Faiz bukan merupakan anak yang bandel dan suka membolos, hal itu juga membuatnya semakin mudah untuk meninggalkan kelas olahraga.

“terimakasih pak” sekali lagi Faiz tersenyum dan berbalik ke belakang untuk meninggalkan lapangan

Saat memastikan tak ada yang mengawasinya, fais berlari mengejar Bayu “wah sarap lo yu! Bisa-bisanya jantung lo buat alasan! Rasanya tenggorokan gue keselek naga waktu lo pake alasan itu” Faiz merangkul teman yang tinggi hampir sama itu.

“kan lo bilang! Jangan sering-sering bohongin guru” bayu menjawab dengan wajah polosnya.

“tapi, aelah, alasan lo bikin gue merinding, ya kali manusia nggak punya jantung! Mana bisa hidup yu”.

“biarin lah, yang penting kita bisa aman sekarang”mereka memang telah merencanakan pelanggaran untuk saat ini.

“biarin lah, yang penting kita bisa aman sekarang”mereka memang telah merencanakan pelanggaran untuk saat ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

^^
Kertosono
27 desember 2018
Aulia

Salam cinta untuk kalian 💕💕

Ingatkan aku jika ada Typo

Faiz foto pake baju olahraga dengan teman sekelasnya
Yang wajahnya paling sangar itu Bayu

Princess for faizTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang