Part: 13

289 25 0
                                        

                "Sayangnya tidak bisa selena. Kau tau, aku sudah menunggu momen ini terlalu lama.."

Dia menyeringai. Wajah dengan jiwa mudah dan petualang itu terganti menjadi sangat mengerikan. Air mata di pipi sudah tidak berguna, salah jalan. Ibarat Nick memberikan peta yang menuju jurang dan aku menerima dengan senang hati.

"Selena.. Jangan marah ya, Juga jangan membenciku karena mengikatmu.. Ini tidak seberapa kok dibandingkan yang akan kau hadapi nanti." Dia mengeraikan rambutku, dengan sangat pelan dan wajah mereng, menghentikan tangan di bahu. "Maafkan aku Selena.. Maafkan aku sekali lagi.." Dia tertawa setan. Gigi ginsul yang dulu nampak menawan sekarang terlihat seperti tanduk iblis yang terbuka.

Aku.. Sudah salah menilainya selama ini. Wajah yang kukira malaikat ternyata hanya iblis yang mengenakan topeng.

"Selamat datang di istanaku selena.. Ini akan menjadi istananamu kelak mungkin jika kau tidak cepat mati." Tangannya direntangkan seperti malaikat rusak. "Ada yang ingin di tanyakan?" Matanya berkilat.

"Kenapa kau melakukan ini? Apa aku punya salah?" Suaraku salah lirih hingga tidak tau apakah itu memang diriku. Aku tidak pernah selemah ini, apalagi saat menghadapi mereka yang bisa mengancam nyawaku kapan saja. Yang membuatku sedih adalah karena kebodohan mempercayai orang yang menakutkan seperti Nick.

Dia tersenyum. Sangat menikmatinya.

"Yakin tidak pernah buat salah?" Duduknya di geser, menjadi lebih dekat denganku, hinggaku berinsut mundur dan tangannya mencekal lenganku. "Sejak 5 Tahun yang lalu kau bersalah. Juga Kakakmu yang sok jenius itu dan terkendali itu."

Kakakku? Kenapa dia di bawa-bawa?

"Aku tidak merasa mengenalmu dulu, apalagi Kakakku yang kupikir tidak akan bermasalah dengan kau."

Kilat dan hujan tumpah dari langit. Loteng menjadi berisik. Wajah Nick berubah horror. Dia tertawa terbahak-bahak. Sesuatu yang tidak pernah kusangka akan kulihat dari perilaku yang menyimpang.

"Justru kau dan Kakakmu lah yang paling mempengaruhi proses psikologiku Selena. Kau ingat 5 Tahun lalu saat Kakakmu hampir mati karena preman di losmen yang mengganggumu setiap hari? Dia Kakakku.. Kakak kandungku yang masuk penjara karena kalian berdua dan membuatku luntang lantung di jalan. Karena kalian aku menjadi gelandangan!" Dia berteriak dalam di wajahku. Malam ini aku merasa tersesat dalam dalam masa lalu yang tidak menemukan jalan keluar, sebuah dongeng dengan anak-anak sensara dan mati kedinginan. Aku mengingat bocah laki-laki yang sebayat denganku, memakai kaos kusut dan rambut dan gelang besi berukir huruf V yang memberiku mawar layu dari yang di buang di jalan. Itu Nick yang sekarang.

Dia menarik napas tajam. "Tapi berkat itu juga aku bisa menjadi Nick yang sekarang kau kenal. Kaya danpunya segalanya dengan berderet wanita yang mengantri untuk kupacari." Dia tertawa dalam kesedihan, air matanya berembes keluar, disapu berkali-kali. Seolah semuanya lucu dan miris sekaligus. "Tau selena? Ada rahasia yang tidak kuberitahukan pada siapapun, juga Tante yang sudah mati ini." Dia meraih tanganku, menepuk dengan halus. "Sebenarnya.. Aku bukan Nicholas Kwan yang asli.. Aku membunuhnya dan membuat diriku menjadi Nicholas Kwan yang kaya raya."

Mataku kaku menatap wajahnya.

"Nicholas Kwan itu bocah kecil yang manja dan merepotkan. Aku bertemu dengannya ketika hampir mati kelaparan dan menyadari bahwa kami mirip satu sama lain seakan aku dan dia terlahir dari rahim yang sama. Saat itu aku diam-diam mengikutinya dan menemukan fakta bahwa dia punya Orang Tua yang baik dan kaya raya. Lalu aku memutar otak bagaimana caranya agar aku saja yang berada disana bukan dia.. Dan Dam! Suatu hari aku benar-benar membunuhnya dengan pisau silet yang kubawa kemana-mana. Aku menusuknya dengan dalam dan dia mati di tempat.." Dia menyesap udara kamar. "Tidak ada yang tau Nicholas Kwan sudah terbunuh sejak 5 Tahun yang lalu, bahkan Orang Tuanya sendiri tidak tau bahwa anaknya di kubur tepat di hutan belakang rumahnya sendiri. Mereka tidak akan mengingat Nicholas Kwan yang asli disaat Vernon bisa menjadi Nicholas Kwan yang lebih jenius dan membanggakan." bibirnya menyeringai, membuat ketakutan memukulku berkali-kali.

MY BROTHER IS PSYCHOPATHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang