"Woi bego!" Dengan secepat kilat Eunbi berlari dari ambang pintu menuju atap ke arah pria yang hendak mengakhiri nyawanya
"Aduh-" Eunbi mengerang karena usahanya menarik pria itu mengakibatkan dirinya menahan beban berat pria ini di atas badannya
Pria itu mendesis lalu berdiri "Anjir goblok ngapain lo?!"
"Lo yang goblok! Jangan sembarangan sama nyawa! Susah-susah nyokap lo ngeden malah lo bales gini!" Eunbi mengomeli pria yang sama sekali tak dia kenali itu
Pria itu melayangkan tatapan tajam sebelum bergegas meninggalkan atap rumah sakit tempat mereka berada
"Dih ga jelas" gumam Eunbi
ㅡㅡㅡ
Pria tadi sibuk mengumpat sembari menuruni tangga. Usahanya untuk mengakhiri hidup gagal
"Woi Kim Mingyu! " baru saja ia berbelok dari tangga menuju pintu keluar, pria yang bernama Kim Mingyu menghentikan langkahnya
Dengan rasa malas, Mingyu menyapanya balik "Hai kakak tiri"
Wonwoo tersenyum hambar "adikku mau kemana? Buru buru banget"
"Bukan urusan lo"
Wonwoo menghampiri Mingyu dan mendorong laki-laki itu ke sebuah kamar rawat inap
"Lo temenin aja putri tidur lo itu. Untung aja bokap gue mau ngebantuin lo rawat dia kan?" ujar Wonwoo sarkas
Ingin rasanya Mingyu meninju pipi kakak tiri sialannya ini. Ibunya menyetujui ajakan ayah Wonwoo untuk menikah agar adiknya, Kim Dahyun terus mendapat pengobatan di rumah sakit yang sialnya milik ayah Wonwoo
Mingyu menghampiri Dahyun setelah Wonwoo pergi meninggalkan ruangan itu. Ia merasa sangat bersalah atas niatnya beberapa menit lalu untuk terjun dari atap gedung
Diperlakukan seperti anak emas oleh ayah Wonwoo di depan ibunya dan diperlakukan bagai sampah di belakangnya, Wonwoo yang notabene adalah kakak kelasnya tiba-tiba menjadi kakak tirinya dan malah menindasnya, dan adiknya yang masih tertidur sejak kecelakaan 5 minggu yang lalu
Apa lagi yang bisa diharapkan dari hidup Kim Mingyu?
Mendadak dia ingat insiden tadi dimana ada seorang gadis yang ikut campur dan mengganggu rencananya
"Argh menyebalkan" geramnya lalu meninggalkan adiknya keluar entah kemana
ㅡㅡㅡ
Eunbi baru saja keluar dari ruang dokter
Kamu tuh jangan telat berobat, nanti makin parah
Ucapan dokter Jung terngiang-ngiang di otaknya
"Tau apa si pak dokter ngomelin seenak jidat" Eunbi meniup poni pendeknya lalu menggembungkan pipi
Sembari menggerutu dia melewati sebuah ruang rawat.
"Eh?" setelah melewati ruang itu, ia berhenti dan berbalik karena merasa menangkap sosok yang ia kenali di dalam ruang itu dari ekor matanya
Dengan sembarangan Eunbi menempelkan wajahnya pada pintu ruangan itu
"Lah? Dahyun?!" Eunbi langsung masuk ke ruangan tersebut tanpa permisi
"Anjir lo kenapa?!" dia bingung karena teman kelasnya ini terbaring tak berdaya.
Semua orang di kampusnya saat ini memang tengah mencari Dahyun. Tak disangka ternyata dia ada di rumah sakit yang selalu Eunbi datangi
Eunbi mengambil ponselnya dan memberi tahu teman yang lainnya bahwa ia telah menemukan Dahyun
"Lo siapa?"
"E kaget anjir!!"
Eunbi terperanjat saat mendengar suara seseorang. Gadis itu menoleh dan betapa terkejutnya dia saat mendapati pria yang tadi pagi berniat mengakhiri hidup itu
"Lo??? Ngapain disini hah?!" pria itu menyuarakan amarahnya
"Lo sia--"
"Ngapain lo ada di kamar adek gue?!" mampus, jadi pria ini adalah kakak temannya?
"Lo....kakaknya Dahyun?" tanya Eunbi. Pria itu membulatkan matanya karena gadis itu tau nama adiknya
"Lo kenal Dahyun?"
Eunbi mengangguk "Di-dia temen gue kak, kita satu jurusan"
Mingyu mengangguk-anggukan kepalanya lalu tersentak 'Lah anjir jadi yang tadi nolongin gue temennya Dahyun dong' batinnya
Kedua insan ini hanya saling pandang dan termenung kemudian Mingyu tertawa hambar "Soal tadi...jangan cerita ke Dahyun ya?"
Eunbi mengangguk lalu menatap Mingyu yang kini sudah ada di sampingnya "Dahyun kenapa kak?"
"Dia koma, 5 minggu lalu kecelakaan pas mau berangkat buat makrab"
"Lah? Jadi dia ngilang karena kecelakaan? Kirain ga jadi ikutan makrab kak" ucap Eunbi
"Sorry gue ga ngabarin pihak kampus karena keluarga gue emang lagi ada masalah jadi ga kepikiran"
Eunbi hanya ber oh ria lalu kembali memandangi Dahyun. Mingyu juga melakukan hal yang sama
Eunbi berbicara kembali pada Mingyu tanpa menatapnya "Apapun masalah lo, jangan ngelakuin hal kaya tadi lagi kak. Dahyun sama keluarga lo masih butuh lo"
Mingyu hanya diam
"Oh iya kita belum kenalan, gue Hwang Eunbi" ujar Eunbi sambil mengulurkan tangan dan tersenyum
"Kim Mingyu" Mingyu meraih tangan Eunbi dan menggenggamnya
'Senyum yang manis' batin pria bermarga Kim itu
-tbc-
I know this is fail as hell T.T
Gapaa lah ya semoga next chap bisa lebih bagus huhu
Makasih yang sudah baca~ jangan lupa tinggalkan jejak!
glowrypath❤
