19

1.4K 45 0
                                        

"Bukan tentang siapa yang datang lebih dulu atau siapa yang paling banyak memberi, tapi tentang dua jiwa yang akhirnya saling menemukan, menyatu dalam arah yang sama-menjadi satu, seperti yang selama ini didambakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bukan tentang siapa yang datang lebih dulu atau siapa yang paling banyak memberi, tapi tentang dua jiwa yang akhirnya saling menemukan, menyatu dalam arah yang sama-menjadi satu, seperti yang selama ini didambakan."

Aelyn pulang dengan tergesa-gesa karena orang yang sudah menunggunya sudah memberi peringatan berkali-kali. Ayolah, Aelyn hanya ingin ketenangan tapi apa-apaan Kenan kenapa dia malah seperti ini.

Aelyn masuk ke dalam apartemen Kenan. Dan matanya melebar, melihat semua barang yang ada di apartemennya sudah pindah ke tempat Kenan semua. "Tunggu, apa-apaan ini kenaap barang saya ada di sini semua?"

"Mulai hari ini kamu pindah dan tinggal sama saya." Itu bukan permintaan dari Kenan melainkan perintah yang tak boleh dibantah. Tapi kenapa baru sekarang lelaki itu bertindak?

"Apartemen sebelah sudah di jual. Jadi, kamu tinggal di sini, sama saya."

Aelyn pikir ini hanya akal-akalan Kenan saja. Tapi ternyata memang benar apartemen sebelah sudah laku terjual. Secepat itu?

Aelyn menaruh tasnya dan melihat semua barang miliknya yang sudah pindah di hadapannya. Bahkan sudah tersusun sangat rapi. Hanya pakaian dan kopernya saja yang masih tergeletak di ruang tengah.

"Kamu bisa menaruh pakaianmu di lemari kamar saya. Uhm. Sekarang kamar, kita?"

Aelyn tidak menggubris Kenan. Perempuan itu hanya membawa barangnya masuk ke dalam kamar dan menyusunnya di dalam lemari. Lama dia berkutat dengan itu sampai tak terasa hari sudah malam lagi. Aelyn meregangkan tubuhnya, lalu memilih untuk merendam tubuhnya di dalam bak mandi yang ada di kamar Kenan. Lama dia berada di sana, membiarkan tubuhnya merasa rileks dan tenang.

Setelah merasa jauh lebih baik, Aelyn keluar dari kamar mandi. Mengganti pakaiannya menjadi gaun tidur setali berwarna merah muda. Mungkin, lebih baik dia berbaikan dengan Kenan karena takkan menguntungkan jika terus saling mendiamkan saat ini. Aelyn melihat Kenan yang sedang duduk di ruang tengah. Tidak tahu sedang apa. Aelyn mendekati lelaki itu dan memeluknya dari belakang. Dia menciumi pipi Kenan yang masih terlihat fokus.

"Mungkin filenya bisa di kirimkan saja ke saya malam ini. Karena saya ada urusan pribadi. Selamat malam."

Kenan mematikan mic. Menatap Aelyn dengan banyak pertanyaan.

Spontan Aelyn menjauhkan tubuhnya dari Kenan, betapa bodohnya dia. Melihat layar berukuran besar di depan sana. Sedang melakukan rapat daring. Bahkan orang-orang yang masih berada dalam room tersebut hanya diam dan terkejut melihat mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 30 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Serenity Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang