20

1.3K 43 0
                                        

"Dua jiwa berpadu, menari dalam senyap-mengikuti ritme keindahan duniawi di bawah cahaya rembulan, yang diam-diam memantulkan sinarnya pada sepasang mata tempat semesta seakan berhenti berputar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dua jiwa berpadu, menari dalam senyap-mengikuti ritme keindahan duniawi di bawah cahaya rembulan, yang diam-diam memantulkan sinarnya pada sepasang mata tempat semesta seakan berhenti berputar."

Kenan mendekati tubuh Aelyn yang masih berbaring di atas ranjang. Dia mengecup pucuk kepala perempuan itu.

"Elora, kalau masih tidak enak badan. Tidak apa-apa tidak turun hari ini," saran lelaki itu.

Aelyn menatap Kenan yang sudah rapi. "Bisa kok. Saya sudah sehat."

Kenan menyentuh kening perempuan itu. Lelaki itu mengerutkan keningnya. Dia mengambil pengukur suhu tubuh di laci. Lalu memasangnya di ketiak Aelyn.

"38,2. Masih demam. Jangan di paksa saya tidak mau kamu sakit."

Aelyn mendengus. Kemudian merubah posisinya untuk duduk. "Saya sudah sehat Kenan. Tenang saja."

"Baiklah. Tapi kalau kamu merasa mulai tidak nyaman langsung beritahu saya. Nanti saya antar pulang." Aelyn hanya mengangguk.

Dia berdiri dari ranjang, berjalan menuju kamar mandi. Aelyn langsung membersihkan dirinya cepat. Karena tidak mau terlambat ke kantor.

"Hari ini, kamu ikut mobil saya saja. Tidak ada penolakan."

Lagi Aelyn hanya bisa mengangguk sembari merapikan rambutnya dan mengancing kemejanya. Setelah merasa siap. Mereka berdua keluar kamar mendatangi Doha yang sudah siap bersama Han.

Doha berlari mendatangi Aelyn dan memeluknya. Anak itu akan ikut ke kantor lagi hari ini.

"Oh. Saya baru ingat. Hari ini akan ada rapat mengenai peringatan hari jadi perusahaan. Kita akan mengadakan pelelangan. Jadi, saya harap kamu bisa memberikan ide dan masukan untuk acara nanti."

Aelyn mengikuti langkah Kenan. Lelaki itu membukakannya pintu, lalu duduk di samping Aelyn. Keduanya hanya diam, tak ada yang saling bicara seolah sedang menikmati momen pagi itu.

Saat mobil hampir tiba di depan gedung, Aelyn meminta untuk diturunkan beberapa meter sebelum kantor mereka. Awalnya Kenan merasa kesal dengan hal itu, tapi Aelyn sekali lagi berhasil membuat Kenan mengalah.

Aelyn berjalan kaki menuju kantornya. Sedangkan lelaki itu kini hanya diam bersama Doha yang terlihat kecewa dengan Aelyn. Mereka tiba di lobi dan langsung segera menuju ruang milik Kenan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Serenity Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang