Terdapat dua makhluk hidup yang memiliki sifat hampir sama, sehingga membuat kedua nya menjadi musuh dan semua yang mengenalnya selalu dibuat pusing karena tingkah mereka.
Hingga suatu hari mereka dijodohkan dan diminta untuk satu atap. Penasaran ba...
Hari ini gua denger dari warga sekolah si Revan ribut lagi sama Aldo.
Gak habis fikir deh sama yang namanya Revan, kenapa selalu nyari ributnya ke Aldo terus. Aldo itukan pacar gua jadi musuhnya Aldo ya musuh gua juga!
Nama gua MILKA ANANDIA REFIFA, gua kelas 11 di SMA GARUDA. Cantik, imut, Rambut pirang, blasteran, tinggi badan 158, paling suka banget isengnya. Kata orang-orang yang kenal gua, gua ini petakilan (you know petakilan? Gak bisa diem) tapi menurut gua itu salah besar! Gua hanya mengeluarkan apa yang di mau, sesuka gua gak perlu jaim-jaim. Jadi, menurut kalian gimana?
Sumpah gua benci banget sama yang namanya REVAN MAUZA ALFARIZI, dia itu suka tebar pesona, ngeselin, banyak yang bilang si ganteng, coba gua pikir-pikir dulu deh?....? Ganteng dari mana nya si yaAllah, amit-amit.
Kini, gua melangkahkan kaki dengan tergesa-gesa menuju ruang UKS. Dari tadi gua gak berhenti mikirin keadaan Aldo, awas aja lo van kalau sampai Aldo terluka parah abis lo sama gua!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tepat didepan UKS gua melihat Aldo yang akan dibalut obat dibagian ujung bibirnya. Ini pasti hasil dari tampolan Revan si brengsek!
"Wait, stop! ." Gua memberhentikan gerakan perempuan yang bertugas membantu mengobati Aldo.
"Sini biar gua aja yang ngobatin Aldo. Lu mending keluar deh" lanjut gua dengan bahasa seperti mengusir dan merebut sesuatu dari tangan perempuan itu bisa diketahui bahwa dia adalah adik kelas gua yang menjabat sebagai OSIS bagian PMR.
"Tapi kak.." ucap perempuan itu yang terpotong karena gertakan gua yang membuat raut wajahnya seperti ketakutan.
"Udah deh gausah bawel, sono keluar!." Lagi lagi gua yang mengusirnya. Dia pun segela melangkah kan kakinya keluar.
Kini gua mengambil alih posisi untuk mengobati Aldo.
"Why can you be like this?." Tanya gua dengan nada lembut dan tangan yang menjelajahi sudut bibir nya yang berdarah.
"Biasa, Revan nyari ribut lagi sama aku. Aawwh... pelan pelan cantik ." Ucapnya dalam ringisannya.
"Upss... sorry sorry, sebenernya kamu ada masalah apa sama dia ko aku lihat ribut terus si."
"Tidak ada masalah apa-apa, hanya masalah seorang pria aja. Dia itu takut kesaing sama kegantengan aku hehhe.." candanya dengan senyuman walau dalam keadaan sakit.
"Ihh nyebelin ya udah seperti ini masih bisa bercanda." Kami pun tertawa bersama.
Balut-membalut luka Aldo pun selesai tanpa terasa karena dihiasi candaan dari kita berdua.
"Selesai deh. Aku kekelas duluan ya, kamu tidak masalah kan jika aku tinggal? ." Tanya gua pada aldo.
"Iyaudah belajar yang bener, jangan kebanyakan bolos tau" jawab aldo dengan menarik ujung hidung gua.
"Awwhh.. iya iya, so i left first yes byee.. " Gua yang beranjak bangun dari kursi itu dan melangkahkan kaki untuk keluar dari ruang UKS tersebut meninggalkan sosok pria yang sangat amat gua cintai.
Aldo emang termasuk siswa yang tidak taat peraturan sama seperti Revan, tapi dia selalu mengingatkan gua buat selalu ke yang baik-baik tidak mengikuti jejaknya. Wkwk
Apakah kalian fikir gua benar-benar akan ke kelas? Oh No! Sekarang gua berniat untuk mencari keberadaan Revan. Pokok nya musuhnya Aldo musuh gua juga! titik.
Tapi tanpa ragu gua menuju ke kantin, gua yakin pasti dia ada disana. Gua melihat segerombolan pria duduk dibagian biasa yang mereka tempati atau boking.
Tapi yang gua lihat dari jarak kejauhan sepertinya Revan tidak ada bersama mereka.
"Woii. Mana Revan?." Pertanyaan yang gua lontarkan ketika sudah berada dihadapan mereka.
Dirga, Dito, dan Farhan memberikan tanggapan yang berbeda-beda.
"Wiss.. selow dong neng, kaget abang ." Begitulah tanggapan dari Dito yang bisa dibilang seperti candaan.
"Ada apaa nanyain Revan?." Dirga pun memberikan tanggapan dengan tatapan sinisnya.
Sedangkan Farhan yang memang terkenal ramah menyambut kedatangan gua dengan senyuman manisnya.
"Gua tanya dimana Revan." desak gua kembali yang menghiraukan tanggapan dari masing- masing mereka.
"Galak neng nya, tuh di rooftop" ucap Dito.
Tanpa membalas nya, gua segera menuju ke tempat keberadaan Revan.
Benar saja, sesampainya disana gua melihat Revan yang sedang santainya ia duduk dengan beberapa kali menghisap sebuntung rokok yang ada ditangannya. Terlihat angkuh bukan?
"Woi!" teriak gua dari kejauhan.
Yang sukses membuatnya hanya membalikkan wajah kearah gua, tetapi segera memalingkannya lagi menatap kearah lapangan basket seperti sebelumnya.
● ● ● ● Maaf yaa baru updet lagi, soalnya lagi banyak tugas. Next yaa👉👉👉 terimakasih:)