Takdir mempertemukan Sin dan Jin, yg seharusnya menjadi sepasang 'pengantin'. Tapi, apa benar ia adalah Kim Sin yg asli ? Ataukah, kehidupannya selama ini hanyalah kebohongan ?
Lalu, rahasia apa yg sedang keluarga Kim sembunyikan ? Kenapa mereka membesarkan dua wanita yg bernama sama, tetapi di tempat yg berbeda ?
————
(Kim Sin lainnya)
"Selamat datang, calon istri pangeran Jin" beberapa pelayan istana menyambut kedatangan Sin.
"Terima kasih, tolong jangan terlalu kaku seperti itu. Kalian bisa santai padaku, aku akan lebih nyaman"
"Kalau begitu, tolong bantuannya"
Kemudian Sin memberi sedikit hormat kepada para pelayan.
Melihat perlakuan Sin, para pelayan merasa sangat senang karena mereka akan melayani seorang putri yg berkepribadian baik.
"Putri Sin, kau sangat cantik dan lembut. Aku belum pernah bertemu seorang bangsawan yg memberi hormat kepada seorang pelayan"
"Kami takut, kami akan terkena masalah dengan sikapmu" sahut pelayan yg lainnya
"Tenanglah, jika hanya ada aku kalian bisa bersantai. Ini akan menjadi rahasia diantara kita" kemudian Sin tersenyum
"Wah, kau sangat mirip dengan pangeran Jin"
"Pangeran Jin? Mirip bagaimana?" Tanya Sin heran
"Dia juga selalu berkata seperti itu, kau tau ? Kami semua seperti berteman dengannya"
"Benarkah ? Kalau begitu, kalian juga harus berteman denganku" kemudian Sin tersenyum.
"Putri, mulai besok kau akan belajar dengan seorang guru mengenai beberapa aturan, silsilah dan lain-lain mengenai kerajaan. Aku rasa kau akan melewati hari-hari yg melelahkan. Lebih baik kau istirahat putri"
"Benarkah ? Tapi aku belum pergi menyapa Ratu hari ini"
"Ratu sudah mengetahui kedatanganmu, beliau berkata kau tidak perlu pergi menyapa orang-orang terpandang disini. Ratu akan membuat suatu acara untuk mengenalkanmu nanti, untuk sekarang kau akan tinggal disini dan belajar"
"Lalu, bagaimana jika aku bertemu dengan mereka secara tiba-tiba?"
"Para mentri dan pangeran biasanya hanya akan berada di kawasan timur kerajaan. Mereka jarang kemari, karena di kawasan ini hanya di tempati oleh para putri/permaisuri yg sedang belajar. Sedangkan di istana kita tidak mempunyai putri, hanya beberapa pangeran."
"Ah, begitu. Pasti disini sangat sepi"
"Tidak juga putri, sebenarnya para pelayan banyak yg berada disini, karena tempat tinggal kami di sebelah kanan dari kamarmu. Ah, dan juga di sebelah kiri kamarmu adalah tempat latihan memanah"
"Tapi aku rasa kau tidak diperbolehkan menuju kesana"
"Baiklah, aku mengerti"
"Sebelum aku istirahat, boleh aku keliling sebentar ? Aku janji tidak akan keluar dari daerah sini dan aku juga tidak akan ke sisi kiri"
"Tapi, ... aku akan menemanimu" pelayan terlihat ragu
"Kau tidak perlu menemaniku, tidak apa! Tenanglah, aku hanya akan melihat-lihat sebentar"
"Baiklah putri"
Sin beranjak meninggalkan barang-barangnya. Dengan perlahan mulai mengelilingi daerah tempat tinggal barunya.
"Disini cantik sekali, yah pasti mereka memang sengaja merancangnya secantik ini karena tempat ini memang dikhususkan untuk para wanita"
"Apa kau Kim Sin?"
"Astaga !" Suara seorang pria mengejutkan Sin dari belakang.
"Apa kau Kim Sin?" Ia bertanya lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Moon
Historical Fiction[update setiap hari] Sebuah peristiwa kelam masa lalu, membuat ia hanya bisa mendengar dengan sebelah telinganya. Sebuah ramalan kuno yang membuat ia harus bertemu dengan seseorang yang akan membahayakan hidupnya. 'Kim Sin' harus hidup bersembunyi. ...
