Pertemuan 1

1.6K 88 3
                                        

( 1 bulan sebelum acara penobatan Raja)

"Pangeran Jin !" Seorang pria kelihatan sedang terengah-engah berlari mengikuti seekor kuda dari belakang.

"Jung JangByoul-a ! Sudah kubilang, naik kuda saja, kau akan kelelahan jika berlari seperti itu !" Sahut Pangeran Jin yang sedang berada di atas kuda.

"Pangeran Jin, kau tak boleh memanggil pelayan dengan namanya!" Sahut seorang pengawal yang sedang berada di atas kuda yang lainnya.

"Han KiJoon ! Kau ini, kita sudah bersama-sama dari kecil. Kita adalah teman, jangan seperti itu. Kalian berdua panggil saja aku Jin, jangan ada kata pangeran didepannya.!" Jelas pangeran Jin

"Yang mulia !" Seru mereka berdua kesal

"Lagi pula, sekarang kita sedang tidak berada di istana. Santailah, para sahabatku !" Lalu pangeran Jin tersenyum

Melihat itu, mereka berdua hanya bisa menghela nafas dan ikut tersenyum.

"Byoul-a, naiklah" pintanya

"Baiklah, baiklah" jawab pelayan byoul menyerah

"Jin-a, kau sebenarnya ingin kemana ? Sepertinya kita sudah terlalu jauh memasuki hutan" tanya pengawal Joon

"Hari ini kondisiku sedang baik, aku ingin menemukan spot pemandangan yang bagus untuk dilukis" jelas Pangeran Jin

"Kau harus memberitahu kami kalau kau sudah merasa lelah, kami tidak ingin kau kenapa-napa" jelas pelayan byoul

"Iya, baiklah. Kalian tenang saja." Melihat ke arah gunung. "Sepertinya aku akan menemukan pemandangan yang bagus dari sana !" Seru Pangeran Jin

"Tapi gunung itu sangat tinggi Jin, apa kau sanggup ?" Tanya pengawal Joon

"Pasti bisa ! Ayo!" Teriak Pangeran Jin kemudian melaju dengan kudanya

Setelah melewati dua bukit, tibalah mereka tepat di depan sebuah gunung yang menjulang tinggi dan curam.

"Bagaimana caranya kau akan naik Jin ?" Tanya pelayan Byoul

"Jin ! Sepertinya kita bisa memutar lewat sini !" Teriak pengawal Joon di sisi lainnya menemukan jalan rahasia.

"Tidak salah lagi ! Kau benar-benar sangat membantu Joon !" Sahut Pangeran Jin bersemangat

Setelah melewati jalan rahasia yang ditemukan oleh Pengawal Joon, tibalah mereka ke puncak gunung.

"Hmm, pemandangannya hutan semua. Jin, aku rasa kau tak berhasil menemukan spot cantik disini" kata pelayan Byoul sambil menunjuk ke hamparan hutan

"Tidak, pasti ada sesuatu yang bagus disini!" Jawab Pangeran Jin

"Kenapa kau yakin sekali, Jin?" Tanya pengawal Joon heran

"Firasatku berkata seperti itu !" Serunya

"Huh" mereka berdua hanya bisa menghela nafas dan duduk menunggu Jin yang masih sedang membara mancari kesana-kemari spot cantik yang ia firasati.

"Kanan .. Hutan .. Kiri .. Hutan .. depan ... hutan ... belakang ... curam..."
"Ah ! Mungkin disisi curam ada sesuatu yang menarik? Seperti ? Yaa air terjun misalnya ! Aku harus pergi memeriksanya."

Pangeran Jin menelusuri sisi belakang puncak gunung, dengan perlahan tapi pasti ia melewati semak belukar. Sedangkan kedua temannya sudah tertidur menunggunya sedari tadi.

"Hmm?"
"Ah, ini akhirnya, coba kita lihat apa yang ada di bawah "
Kemudian ia mengintip ke arah curam.
"Hmm? Ada gubuk ! Kenapa bisa ada gubuk di sana ? ... Waw ! Tepat seperti firasatku ! Ada spot menarik disini ! Bagaimana bisa ada sebuah gubuk di bawah curam."
Kemudian pangeran Jin bersiap-siap untuk melukis pemandangan gubuk itu.

"Sebuah gubuk, di bawah curamnya gunung yang tinggi. Gubuk kecil dengan beberapa pepohonan rindang di sekitarnya. Bunga-bunga cantik yang tumbuh dibeberapa sisi mengelilingi danau kecil yang menghadap ke langit. Dedaunan kuning yang berserakan di tanah. Dan seorang wanita yang sedang duduk di atas batu menatap pilu air danau seperti hendak ikut terjun di dalamnya."
"Wanita ? Tunggu ? Ada orang di sana ?"

Betapa terkejutnya Pangeran Jin ketika benar apa yang dilihatnya ialah seorang wanita yang sedang duduk di atas batu sambil menatap danau.

Sangat cantik, mata bundar dengan tatapan yang dalam dan penuh dengan kesedihan. Raut wajah yang halus dan lembut. Rambutnya yang begitu hitam pekat, terikat rapi oleh pita di belakangnya. Hidung mungil serta bibir yang merona. Sungguh, Pangeran Jin sudah tenggelam dengan kemenawanan gadis itu.

"Aku belum pernah bertemu dengan gadis secantik ini"
"Sungguh benar firasatku saat ini"
"Keindahan yang aku cari ada disini"
...
...
...
———

(Di istana)

"Jin ! Jin !" Panggil sang Ratu

"Bagaimana keadaanmu Jin?" Tanya Ratu

"Ibu, aku baik-baik saja. Ibu, apakah kau ingin melihat lukisanku kali ini ?" Tanya Jin

"Kau punya lukisan baru ? Rasanya barusaja kemarin ibu melihat lukisan terbarumu." Jawab ibu ratu

"Aku baru saja menemukan suatu keindahan, lihatlah !" Sambil melihatkan lukisannya pada ibu ratu

"Jin ! Ini sangat indah ! Tunggu dulu, wanita ini hanya imajinasimu sajakan ? Sepertinya ibu belum pernah bertemu dengan wanita secantik ini" tanya ibu ratu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jin ! Ini sangat indah ! Tunggu dulu, wanita ini hanya imajinasimu sajakan ? Sepertinya ibu belum pernah bertemu dengan wanita secantik ini" tanya ibu ratu

"Kalau itu, aku juga belum begitu tau bu. Apakah dia nyata ? Ataukah hanya imajinasiku saja ? Nanti, nanti aku pasti akan memastikannya." Jelas Jin

"Nanti, aku akan pergi memastikannya"
...
...
—- Bersambung
(Jangan lupa vote, comment dan follow ya 😚)

Blue MoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang