3. Claustrophobia

400 50 1
                                    

Hari ini,  jadwal Jiwoo untuk mengembil perlengkapan untuk olahraga kelasnya yang ada di gudang. Seharusnya ia ke gudang dengan Lisa, namun karena Lisa hari ini sedanng sakit dan tidak masuk sekolah maka Jiwoo mengambil perlengkapan sendiri. Gudang sekolah sebenarnya tidak menyeramkan hanya saja Gudang itu tak begitu luas ditambah berbagai begitu banyak rak yang semakin menambah sesak. Jiwoo bukan anak yang akan dengan mudah percaya akan tahayul namun dia memiliki Claustrophobia atau lebih mudahnya dikenal dengan rasa takut akan ruang sempit.

Jiwoo masuk ke dalam gudang dan ternyata di dalam sana ada seseorang. Karena penasaran Jiwoo pun memberanikan diri untuk mendekat. “Ehmm...Permisi, kau sedang apa di sini?” Celutuk Jiwoo yang sukses membuat orang tersebut membalikkan badannya. “Oh... Aku sedang mencari sesuatu di sini, kau sendiri?” tanya orang tersebut balik. “Ah...mencari sesuatu? Di gudang? Yang benar saja, apa kau sedang menyembunyikan sesuatu...oh atau mungkin kau mencuri dan menyembunyikan hasil curianmu di sini ya?” Kembali otak Jiwoo berfikir yang tidak-tidak, entahlah Jiwoo kenapa sulit sekali untuk berfikir positif. “Yakk,,, yang benar saja, aku orang baik-baik ya. Dasar gadis aneh.” Orang tersebut pun akhirnya pergi dari gudang, namun tanpa sengaja ia meninggalkan barangnya di sana.

Selepas kepergian orang tersebut, Jiwoo masih meruncingkan bibirnya karena omongan orang tadi yang menyebutnya gadis aneh. Jiwoo sebenarnya akan melontarkan balas makian tapi orang tersebut keburu pergi “Aishh... namja (laki-laki) sialan.” Umpat Jiwoo. “Ah... ini merusak mood ku saja, tadi aku mau ngambil peralatan olahraga malah jadi seperti ini.” Jiwoo akhirnya kembali pada tujuan awalnya.

Angin berhembus kencang, Jiwoo rupanya lupa mengganjal pintu gudang dengan batu Krieeetttt....Blum.... Pintu gudang tertutup, seketika hal itu membuat Jiwoo terkejut “Omona (Astaga)...” Dengan cepat Jiwoo menuju ke pintu dan benar saja pintu gudang terkunci dari luar karena memang kuncinya sudah rusak dan hanya bisa di buka dari depan. Badan Jiwoo sudah lemas...keringat dingin mengucur di kedua pelipisnya, airmata tak dapat dibendunya lagi. “Oppa...tolong...siapapun tolong!!! Tolong!!!” Jiwoo terus berteriak, hingga akhirnya ia mulai sesak nafas dan gelap, gelap, gelap. Jiwoo kehilangan kesadaran. Karena letak gudang yang berada di pojok pinggir kawasan sekolah menjadikan gudang sekolah hampir tak ada yang melintasinya sehingga sangat sunyi dan hampir mustahil untuk mendengar seseorang dari sana.

Ceklek....Pintu terbuka...dan betapa tekejutnya orang tersebut nemdapati gadis yang tadi berdebat dengannya terkulai lemas di lantai.

Buru-buru ia mengambil pengganjal pintu kemudian bergagas menuju ke arah Jiwoo, “ Yaakk, bangun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Buru-buru ia mengambil pengganjal pintu kemudian bergagas menuju ke arah Jiwoo, “ Yaakk, bangun...kau kenapa? Sadarlah...” Pekik panik namja (laki-laki) tersebut sambil sedikit menepuk pelan kedua pipi Jiwoo. Dengan segera ia pun membawa Jiwoo ke UKS dengan menggendong Jiwoo ala bridal stily.

***

“Eughhh...” lengkuh Jiwoo saat berusaha membuka mata dengan kepala yang masih sangat berat. Putih, itu hal pertama yang ia lihat, perlahan kemudian mengedarkan pandanggannya yang di dapatinya seorang Yeoja berkulit seputih susu sangat manis sedang menatap dirinya “Kau sudah sadar Jiwoo.” Seru Yeoja tersebut (gadis). Jiwoo mulai berusaha duduk, dengan sigap Umji langsung membantunya  “Umji...ba...bagaimana aku bisa di sini?” Tanya Jiwoo saat ia sadar dirinya berada di ruang UKS sekolah. “Kau tadi pingsan di gudang, kemudian seorang Sunbae (kakak kelas) mengendongmu ke sini.” Tutur Yeoja (gadis) yang diketahui namanya adalah Umji. “Sunbae?” Tanya Jiwoo kembali dengan memiringan kepalanya. “Ahh...ne (iya), kau tau Jiwoo tadi itu sangat sweet....hmm aku jadi iri padamu hehhehe...” Racau Umji sambil tersenyum-senyum geli mengingat hal tersebut. “Yakk...berhentilah menghayal Umji-ah...Eumhh siapa nama Sunbae itu? aku akan mengucapkan terimakasih padanya.” Umji pun berhenti dari lamunannya “Nah... itulah masalahnya Jiwoo. Tadi setelah menolongmu ia langsung pergi, jadi aku belum sempat tau namanya...hehehehe” Jawab Umji sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Jiwoo hanya mendengus kesal mendengar jawaban Umji.

***

Because Of You [SinHope]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang