Suasana di meja makan tentu saja sangat canggung di rasa, namun perlahan suasana tersebut mulai memudar karena ulah anak-anak panti terutama yang masih kecil saat sedang makan ataupun bercanda.
“Sinb-ah...dimana Minhyun?” Tanya ibu panti karena tak melihat salah satu anak pantinya di sana. “Ku rasa dia masih di kamarnya berkutat dengan buku-bukunya, sebentar akan ku panggil.” Dengan segera Eunbi pun berdiri dan beranjak meninggalkan meja makan. Tak lama kemudian Eunbi pun kembali “Ah.. Minhyun akhirnya kau datang, perkenalkan dulu dirimu pada mereka.” Ucap ibu panti tersebut ketika mendapati kedatangan Eunbi bersama Minhyun.
“Annyong ... Hwang Minhyun imnida.” Ucap Minhyung dengan membungkuk. Hoseok dan Jiwoo segera berdiri untuk membalasnya. Karena posisi Jiwoo yang duduk dengan membelakangi Minhyun dia pun berbalik dan seketika “ Kau...” Ucap Jiwoo dan Minhyung bersamaan. “Ohh, apa kalian sudah saling mengenal?” tanya Eunbi sambil menatap Jiwoo dan Minhyun bergantian, mendangar hal tersebut dengan cepat meraka segera mengelak dan mengatakan “Ani (tidak)” Lagi-lagi ucapan mereka bebarengan. Hal tersebut tentu saja mengundang tawa orang-orang yang ada di meja makan. Suasana canggung antara Jiwoo dan Minhyun tentu saja pasti sangat jelas terjadi.
***
Di teras panti yang terdapat kebun bunga meski tidak luas namun indah Hoseok bersama dengan Eunbi sedang tertawa melihat tingkah Jiwoo dan Minhyun yang asik bertengkar “Yaak..yaak...yaak. Oppa (kakak) ku beritahu ya dia adalah orang yang sangat kurang ajar karena mengataiku gadis aneh.” Ucap Jiwoo mengadu kepada Hoseok dengan sedikit memanyunkan bibirnya namun malah menambah kesan imut Jiwoo. “Enak saja, kau memang gadis aneh. Aku bicara baik-baik dan kau menuduhku yang tidak-tidak.” Kini Minhyun yang berbicara untuk membela dirinya. Tak ada respon dari Eunbi maupun Hoseok selain tertawa geli. “Oppa dengarkan apa yang dia bilang...huh.” Kini Hoseok mengangguk tapi tetap dengan tawanya. “Sudahlah Jiwoo-ya... mungkin kalian hanya salah paham saja.” Lerai Hoseok. “Wah... bukankah ini kebetulan yang sangat lucu, bahwa adikku satu sekolah dengan adikmu.” Ucap lanjut Hoseok sambil menatap Eunbi. “Benar...sayangnya mereka malah bertangkar seperti ini...hmmm.” Ucap Eunbi menimpali. “Eonni, Oppa...kalian kenapa malah menertawakan ku huh...aku mau jalan-jalan saja.” Jiwoo pun berdiri dan pergi dengan muka kesal. “Yaak...anak itu.” Kata Hoseok sambil menggeleng pelan melihat tingkah Jiwoo yang masih kekanak-kanakan.
“Ahh...mianhae (maaf) atas sikap Jiwoo ya.” Mendengar itu Eunbi tersenyum “Gwaenchana (tidak masalah), Minhyun cepat susul Jiwoo, dia pasti tak tau jalan.” Suruh Eunbi kepada Minhyun yang sedari tadi hanya diam dengan ekspresi datar. “Kenapa aku Noona (kak)?” Elak Minhyun. Eunbi menjitak kepala Minhyun keras “Argghhh...” Eunbi kemudian memasang wajah sinisnya “ Yaak...kau ini, Jiwoo pergi tadi juga karena bertengkar denganmu, sudah jangan banyak bicara cepat kejar dia sebelum jauh.” Kali ini Minhyun tak ingin membantah karena ia sudah melihat kilatan amarah di mata Eunbi. “Ahhh...ne , ne (iya , iya).” Jawabnya singkat kemudian segera menyusul Jiwoo.
Pandangan Eunbi beralih menuju Hoseok yang terdiam kaku tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Hoseok tak menyangka bahwa Eunbi yang biasanya lembut dan selalu ramah bisa sangat menyeramkan ketika marah, tak lama Hoseok pun tersenyum... senyum yang sulit diartikan. “Omo (astaga)...apa kau benar Hwang Eunbi?” Goda Hoseok. “Yaak, hentikan.” Sarkas Eunbi dengan wajah yang memerah karena malu. “Hahahahah...” Tawa Hoseok puas. “Ahh.. tunggu tadi kalau tidak salah bukankah ibu panti memanggilmu Sinb?” Tanya Hoseok kali ini sudah mulai mengurangi tawanya. “Ahhh...ne, di sini memang semua memanggilku Sinb karena terdengar lebih akrab.” Jelas Eunbi. “Ahhh... jadi begitu.” Ucap Hoseok kemudian dengan anggukan kepala. “Kalau begitu boleh aku juga memanggilmu Sinb?” Tanya Hoseok dengan menatap Eunbi.
Deg...Deg...Deg... Jantung Eunbi kembali bergemuruh “A...apa-apaan ini, ada apa dengan jantungku. Yaak kumohon jangan sampai Hoseok-ssi menedengar detakku ini. Tenang ...Tenang.” Eunbi segera memalingkan pandangannya, “N...Ne (i...iya).” Jawab Eunbi. Hoseok kemudian tersenyum tipis. “ Ohhh ya, aku sebenarnya juga punya nama panggilan lain... J-Hope.” Celetuk Hoseok membuat Eunbi kembali membuat mereka saling bertemu pandang. “Dulu semua orang memanggilku J-Hope...tapi setelah aku memegang perusahaan, tak ada lagi yang memanggilku seperti itu. Ahhh... mungkin mereka hanya berusaha untuk bersikap formal. Kau tau bahkan mungkin tak ada yang tau panggilan kecilku itu, keculai mungkin Jiwoo dan...” Ucapan Hoseok berhenti menggantung di kaliamat itu, “Dan...?” Lanjut Eunbi yang semakin penasaran dibuatnya “Kau...” Lanjut Hoseok menyelesaikan kalimatnya yang sukses membuat pipi Eunbi menyala merah. Sungguh sekarang tak bisa di hitung lagi berapa kali cepatnya detak jantung Eunbi dan Hoseok. “Ada apa denganku...kenapa aku mengatakannya, mengapa aku selalu ingin terbuka dan merasa nyaman bersamanya?” Gerutu Hoseok dalam hati.
“Ehmm...bisakah kau sekarang panggil aku dengan J-Hope saja.” Pinta Hoseok, Eunbi sangat kaget mendengarnya. Tapi kini tubuhnya seperti sedang memberontak dan tak mau menuruti apa kata otaknya. Tanpa sadar Eunbi mengangguk. Hoseok tersenyum “Ahhh...Eun...maksudku Sinb-ya, kau bisa mulai menjaga Jiwoo besok, kau hanya perlu datang dan mengawasi semua yang dijalani Jiwoo.” Tutur Hoseok lagi.
***
Wah.... Kode keras nih hmm.
Next aku akan mulai menggunakan panggilan Sinb & Jhope ya guys....Jangan lupa untuk vote and comment nya.... Gomawo sudah mau baca 😘😘😘😘😘
Oh satu lagi.... Aku up tiap hari kok.... Tapi kalo pikiran lagi mampet ya 2 hari baru aku Up heheheheh....

KAMU SEDANG MEMBACA
Because Of You [SinHope]
RomanceKebahagiaan dan perasaan hangat ini semua Karena kamu ~ Jung Hoseok Karna kamu, Aku bisa merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya ~ Hwang Eunbi Semua ini karena aku bertemu dengan gadis aneh tak tau terimakasih itu ~ Hwang Minhyun Jadi, karena...