Sesampainya dikelas Stevi langsung dihampiri Cia dan Bimo "lo dari mana si vi? Kenapa main pergi gitu aja? Lo gak tau seberapa khawatirnya kita sama lo? Kalo lo ada masalah lo bisa cerita sama kita semua vi, kita semua sahabat lo!" Pertanyaan berbondong yg keluar dari mulut Cia mampu membuat bola mata Stevi memutar jengah. "Ci gue gapapa, gue cuma bosen makanya gue pergi ketaman belakang sekolah dan gue lagi gak ada masalah apa-apa jadi lo semua gak usah khawatir gitu sama gue" ucap Stevi, kemudian dia menatap Bimo dan Dave "lo berdua mending duduk gih bentar lagi guru masuk" imbuhnya. Dave dan Bimo melenggang pergi ketempat duduknya bertepatan dengan guru yg datang.
....
Bel pulang sekolah berbunyi, semua murid dipersilahkan pulanh kerumahnya masing-masing. Stevi bingung pulang sama siapa karena tadi papahnya sms kalau dia tidak bisa menjemput karna ada kerjaan yg belum selesai. Dia melihat Dave belum pulang, akhirnya Stevi buru-buru menghampiri Dave "Njing gue balik bareng lo ya, bokap gue gak bisa jemput kerjaannya belum selesai, lo kan tau gue paling gak bisa naik angkot duit gue juga kurang kalau naik taksi" Ucap Stevi sambil menampilkan puppy eyes nya. "Aduh sorry Vi, gue udah ada janji balik bareng sama Oliv, lo balik naik taksi aja nih gue tambahin kurangannya" Kata Dave. Terlihat jelas dari muka Stevi kalau dia kecewa dengan jawaban Dave tapi Dave tidak menyadarinya. "Yaudah deh gue balik sendiri aja, makasih ya tapi setelah gue liat kayanya duit gue cukup deh buat naik taksi hehe bye bye Dave" ucap Stevi sambil menampilkan senyum palsunya.
Stevi kebingungan sendiri dia pulang naik apa tidak mungkin dia naik angkot karna ada trauma dimasalalu, naik taksi? Seperti yg Stevi bilang duit dia gak cukup buat naik taksi, dia bohong pada Dave. "Aduh gimana nih gue balik naik apaan mana ini sekolah udah sepi, Cia sama Bimo juga udah balik ah kesel deh" Stevi menghentak-hentakan kakinya sambil berjalan ke halte depan gerbang sekolah. Hpnya mati, uang tidak cukup untuk naik taksi lengkapa sudah bukan kesialan Stevi? Dia terus menyumpah serapahi dirinya sendiri karna lupa mencharger ponselnya. Langit yang tadinya cerah berubah menggelap, Stevi ketakutan karna mendengar suara geledek yg sangat keras air matanya meluruh dengan sendirinya "Mamah vivi takut, vivi mau pulang" bahunya keguncang menandakan dia sedang menangis
....
Ditempat lain, Dave baru saja mengantarkan Oliv pulang kerumahnya. Selama perjalanan mereka bertukar cerita lalu kemudian mereka ketawa bersama. Dave bahagia akhirnya dia bisa berdekatan dengan cewek yang dia sukai sejak lama. Ponsel Dave berdering menandakan ada yang menelfonnya, dahi Dave menyeringit "mamahnya Stevi ngapain nelfon gue ya tumbenan, gue angkat aja deh"
"Hallo tante"
"...."
"Dave lagi gak sama Stevi tan, tadi Stevi udah pulang naik taksi"
"...."
"Apa tan Stevi belum nyampe rumah?"
"...."
"Yaudah tan biar Dave yang nyari Stevi ya, tante tenang aja dirumah"
"..."
"Oke tan"
Panggilan terputus Dave langsung nyamber kunci mobilnya dan turun kebawah, dibawah ada orang tuanya, Dave pamit izin mencari Stevi orangtuanya Dave langsung mengizinkan karna perlua kalian tau Stevi dan Dave temenan sejak kelas 1 sd jadi orang tuanya mereka pun sudah saling kenal. "Yaudah mah pah Dave pamit ya assalamualaikum" pamitnya "waalaikumsalam hati-hati nak" ucap Sandra mamahnya Dave
Dihalte depan gerbang sekolah Stevi masih nunggu keajaiban yang datang padanya, dia masih menangis ketakutan dia terus melafalkan doa-doa agar tidak terjadi apa-apa. Beberapa menit kemudian ada dua cowok berbadan besar menghampiri Stevi "Hai cewek sendirian aja nih" ucap salah satu dari cowok itu namun Stevi hanya diam dia ketakutan "Cantik juga ya, bolehlah neng kita main-main dulu" ucap satunya lagi. Stevi semakin ketakutan apalagi salah satu lengannya ditarik secara paksa "lepasin gue, gue gamau ikut sama kalian lepasin" tangis Stevi semakin pecah
Dave bingung harus mencari Stevi kemana lagi dia sudah menelfon Cia dan Bimo namun mereka tidak ada yg tau keberadaaan Stevi. "Goblok lo dimana si? Suka banget bikin orang khawatir" ucap Dave sambil memukul stir mobilnya. Dave berpikir dia akan pergi ke sekolah siapa tau Stevi masih disana, setelah sampai Dave memincingkan matanya disana ada 2 orang cowok laki-laki yang sedang menarik paksa seorang perempuan, mata Dave melebar ketika dia sadar perempuan itu Stevi, dia turun dari mobil dan berlari menghampiri mereka. Dia mendengar Stevi berteriak meminta tolong namun tempat ini sangat sepi. "Lo semua gak denger kalo dia minta dilepasin" ucap Dave dingin membuat mereka menoleh ke arah sumber suara. "Dave" kata Stevi "tolongin gue dave gue takut" tangis Stevi semakin pecah. "Lo anak bau kencur gak usah sok jadi pahlawan deh mending cuci kaki minum susu terus bobo deh" mereka berdua tertawa "Gausah banyak bacot anjing" tanpa babibu lagi Dave menghajar kedua preman itu tanpa ampun. Mereka kalah kemudian mereka kabur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Aku Kau dan Dia
Novela JuvenilKisah tentang cinta segitiga. Gadis bernama Stevi Margaretha menyukai sahabatnya David Fernandez, namun Dave atau David menyukai gadis lain yg bernama Olivia, bagaimanakah kisah mereka? Dave bersama Stevi atau Dave bersama Oliv? Follow ig @rahayy28_
