*Stevi POV
Gue rasa hubungan Cia dan Bimo sudah membaik, terbukti mereka sekarang sudah tertawa lagi, gue seneng kalau mereka kaya gini gue harap gak akan ada masalah lagi diantara mereka berdua. Saat gue lagi merhatiin Cia dan Bimo, tiba-tiba gue kepikiran sama cowok ditaman tadi, siapa dia? Gue penasaran, tapi gue takut kalau dia tau semua rahasia gue. Apa yang dia tau tentang gue dan Dave? Apa dia cenayang yang bisa baca pikiran orang? Saat gue menebak-nebak siapa cowok itu, Dave datang ke gue dia kayanya lagi seneng banget terlihat jelas dari wajahnya.
"Ngapain lo senyum-senyum gitu? Lo sehat kan?" Tanya Stevi sembari memegang dahi Dave, normal pikirnya, "Apaan si, gue sehat walafiat" jawabnya sembari senyum-senyum gak jelas membuat Stevi bergidik ngeri melihat Dave seperti ini "Dave stop lo ngapain si senyum-senyum mulu" tanya Stevi penasaran, "Lo tau gak? Oliv bentar lagi ulang tahun dan gue mau nembak dia tepat dihari ulang tahunnya, itu bakal jadi kado special buat dia" ucap Dave tanpa dosa, deg hati Stevi hancur dia hancur sehancur-hancurnya bagaimana bisa dia menerima Dave pacaran dengan Oliv? Dia ingin nangis sekarang juga "Vi lo kok kaya gak suka gitu si liat gue bahagia?" Tanya Dave, "Eh gak kok gue seneng kalau lo bahagia, well lo harus siapin semuanya ya biar rencana lo berjalan mulus tanpa ada hambatan sedikit pun" jawab Stevi dengan senyum paksaan, dia mencoba biasa aja namun hati nya gak sama sekali "Gue ke toilet dulu deh byee!" Lanjutnya kemudian gue pergi.
Gue lari ke rooftof sekolah, gue nangis sejadi-jadinya, gue hancur, gue kehilangan Dave, gue gak siap. "Lo jahat Dave, lo gak ngerti perasaan gue, lo jahat hiks..hiks" tangis gue pecah. "Bukan Dave yang jahat sama lo, tapi lo yang gak mau berusaha jujur sama Dave kalo sebenernya lo suka sama dia dan ini hasilnya lo kehilangan orang yang lo suka" ucap seseorang tiba-tiba, gue nengok ke belakang disana ada Vino cowok yang ditaman tadi, "Coba lo jujur sama dia, lo gak bakal kehilangan dia" ucapnya lagi, "Gue.. gue gak bisa hiks, Dave gak bakal bales perasaan gue.. hikss.. hikss" jawab gue dengan sedikit sesegukan, "Huft kalau gitu lo harus siap kehilangan Dave dan biarin Dave jadi milik Oliv nantinya" ucapnya enteng kemudian dia duduk disofa yang ada disitu, "Gue... gue gak siap" jawab gue menunduk lesu "Gue paham, lo penasaran kan kenapa gue bisa tau semua tentang lo?" Tanyanya yang membuat gue mendongakkan kepala dan mengangguk "Lo bisa dateng ke cafe Famous jam4 nanti seperti yang gue bilang ditaman tadi" Jawabnya, gue cuma bisa ngangguk lesu
*Stevi POV berakhir
....
Dave dan Oliv sedang tertawa bersama, mereka kelihatannya sudah begitu akrab, akhir-akhir ini Stevi Dave Cia dan Bimo sudah jarang berkumpul. Dave yang sibuk dengan gebetannya itu, Stevi yang akhir-akhir ini suka menyediri, Cia dan Bimo juga sibuk dengan hubungan mereka yang sering dilanda masalah gara-gara Lesa temennya Bimo masa smp itu. Semuanya sudah berubah Cia dan Bimo sampai sekarang belum mengetahui kalau Stevi suka sama Dave karna Stevi belum cerita sama sekali. Stevi juga sekarang semakin dekat dengan Vino, ternyata dia emang titisan cenayang yang bisa baca pikiran orang, nyeremin emang ya. Oke skip masalah Vino, sekarang gue lagi ngumpul bareng Cia dan Bimo gue mau cerita sama mereka karna bagaimana pun mereka sahabat gue kalau bukan karna Vino gue gak mungkin cerita sama duo couple ini.
"Gue mau jujur sama kalian berdua" ucap Stevi yang membuat Cia dan Bimo menyeringit "Lo mau jujur apaan? Lo suka sama gue Vi? Vi jangan gila deh gue pacar sahabat lo, lo tega mau nikung sahabat lo ini? Lo gak takut sama dia? Dia galak loh" nyerocos Bimo yang mendapat geplakan dari Cia "Bisa diem dulu gak si tu mukut gak ada rem nya sama sekali" sewot Cia "Ya maaf yang hehe" Bimo nyengir, "Udah Vi lanjut lo mau jujur apa?" Tanya Cia pada Stevi, "Gue... gue..." jawab Stevi terbata-bata. "Lo kenapa si Vi?" Tanya Cia panik, sebelum menjawab Stevi menarik nafas terlebih dulu "Gue suka sama Dave" ucapnya cepat tanpa jeda, pernyataan itu membuat bola mata Cia dan Bimo membulat sempurna "Lo... lo suka Dave? Sejak kapan Vi?" Tanya Cia kaget sekaligus penasaran, "Seperti yang gue bilang waktu lo nginep dirumah gue Ci, gue gak tau sejak kapan gue suka sama dia, gue nyaman disamping dia gue bahagia kalau dia tertawa karna gue" ucap Stevi dengan nada lemas, "Lo udah bilang ke Dave?" Tanya Bimo, Stevi menggelengkan kepala "Gue mohon kalian berdua jangan bilang sama Dave ya, gue gak mau semakin kehilangan dia" ucap Stevi sambil menahan tangisnya, "Oke kita berdua gak akan bilang sama Dave, tapi maksud lo gak mau kehilangan Dave lagi apa?" Tanya Cia dan Bimo menganggukan kepala karna dia juga sepemikiran sama Cia, "Dave mau nembak Oliv besok nanti tepat pas ulang tahunnya Oliv" air mata yang sedari ia tahan akhirnya meluncur sendiri. Lagi dan lagi Ci dan Bimo dibuat terkejut oleh Stevi, "Vi lo.. maksud gue Dave nembak Oliv pas diacara ulang tahunnya Oliv?" Tanya Bimo, Stevi hanya menganggukkan kepala, "Oliv ngundang kita bertiga buat dateng ke acaranya" ucap Stevi lagi, "Lo yakin mau dateng ke acara itu? Maksud gue lo siap liat Dave bilang cinta ke Oliv?" Tanya Cia, "Gue harus dateng gimana pun gue sama Oliv juga deket gue bakal berusaha baik-baik aja disana" jawab Stevi lesu. Cia langsung berhamburan kepelukan Stevi dia gak nyangka kalau sahabatnya ini mengalami patah hati untuk kedua kalinya.
....
Ditempat lain, Dave bingung ngasih kado apa untuk Oliv nanti, dia belum membeli apapun rencana dia menembak Oliv dibantu oleh teman-temannya. Dave jadi gak sabar nunggu besok, namun sekarang dia harus beli kado dulu, dia mencoba mengirim pesan pada Stevi kali aja dia bisa bantu ye kan wkwk. Dave segera mencari kontak Stevi
Gue: Stevi yang cantiknya gak ketulungan tapi lebih cantikan monyet si haha gue bercanda ya, anterin gue beli kado buat Oliv nyok mau kan?
Stevi yang sedang mengerjakan tugas sekolah di notebooknya mendadak berhenti ketika mendengar ponselnya bergetar. "Siapa si yang ngeWhatsApp" gumam Stevi, setelah locksreen terbuka menampilkan pesan dari Dave mata Stevi membulat "Dave ngapain WhatsApp gue?" Tanya nya sendiri, dia membacanya ada nada kecewa setelah membaca pesan itu. Dia membalasnya, karna dia juga belum sempat beli kado buat Oliv.
Dave: Stevi yang cantiknya gak ketulungan tapi lebih cantikan monyetnya si haha gue bercanda ya, anterin gue beli kado buat Oliv nyok mau kan?
Gue: oke
Dave: gue jemput lo sekarang, siap-siap lo nyet
Gue cuma membacanya, lalu gue bergegas siap-siap biar Dave gak nunggu terlalu lama. Beberapa menit kemudian, suara klakson motor milik Dave terdengar didepan rumah Stevi. Stevi buru-buru turun kebawah disana udah ada Dave lagi ngobrol sama papah Stevi.
"Dave jadi gak?" Tanya Stevi, Dave nengok ke belakang "Ya jadilah kalau gak jadi ngapain gue kesini?" Jawab Dave, "Yaudah buruan" ajak Stevi "Pah Stevi sama Dave pergi dulu ya" pamit Stevi pada papahnya, "Om Dave bawa Stevi keluar sebentar ya" pamit Dave juga, "Iya kalian hati-hati pulang jangan terlalu malam ya" ucap papahnya, kemudian mereka melenggang pergi keluar.
....
Mohon maap kalo typo bertebaran. Vote&komennya ditunggu😍
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Aku Kau dan Dia
Teen FictionKisah tentang cinta segitiga. Gadis bernama Stevi Margaretha menyukai sahabatnya David Fernandez, namun Dave atau David menyukai gadis lain yg bernama Olivia, bagaimanakah kisah mereka? Dave bersama Stevi atau Dave bersama Oliv? Follow ig @rahayy28_
