Part 12

1.2K 41 2
                                        

Setelah mengantarkan Stevi pulang kerumahnya, Dave mengehempaskan tubuhnya ke kasur king size nya. Dia mengabari Oliv bahwa dia mau jalan bersama Stevi nanti. Oliv mengijinkannya, karna Oliv tau kalau mereka hanya sahabat tidak lebih. Selesai mengabari Oliv, Dave bergegas ke kamar mandi dan bersiap-siap karna dia menjemput Stevi jam 4 sore. Ritual mandi selesai, dan dia sudah siap dengan pakaian casualnya, dia menyambar kunci motornya dan turun ke bawah. Orang tua Dave belum pulang dari luar kota, jadi dia tidak repot-repot meminta izin untuk keluar. Dave menaiki motor dan menjalankannya dengan kecepatan sedang, motor Dave membelah jalanan kota macet ini. Sesampai dirumah Stevi, Dave memarkirkan motornya.
Tok..tok...tok Dave mengetuk pintu rumah Stevi, pintu terbuka muncul lah mamahnya Stevi, "Ternyata kamu Dave tante kira siapa, mau ketemu Stevi?" Tanya Rina, "Iya tan Dave mau ngajak Stevi jalan-jalan sebentar" jawab Dave sembari tersenyum, "Yaudah masuk dulu yuk Stevi nya masih siap-siap kayanya" Rina mempersilahkan Dave masuk Dave hanya mengikuti langkah kaki Rina kemudian dia dipersilahkan duduk. "Tante panggilkan Stevi dulu ya Dave" Ujar mamahnya Stevi, "Iya tan" jawab Dave sopan. Beberapa menit Stevi turun.

"Widih udah siap?" Tanya Dave ketika Stevi udah ada didepannya, "Udah, yuk jalan sekarang" ajak Stevi, Dave menganggukan kepala kemudian meminta izin pada orang tua Stevi setelah itu mereka pergi ke pasar malem

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Widih udah siap?" Tanya Dave ketika Stevi udah ada didepannya, "Udah, yuk jalan sekarang" ajak Stevi, Dave menganggukan kepala kemudian meminta izin pada orang tua Stevi setelah itu mereka pergi ke pasar malem.

"Dave, gue udah lama gak kesini terakhir kali sama papah, tapi sekarang papah sibuk banget jadi jarang ngajak gue kesini lagi" Ucap Stevi tiba-tiba, Dave menengok menatap Stevi "Serius lo?" Tanya Dave, Stevi hanya menganggukan kepalanya "Berarti gue gak salah dong ngajak lo ke sini, lo seneng?" Tanya Dave lagi, "Iya gue seneng banget, makasih" ucap Stevi tulus Dave menganggukan kepalanya. Setelah puas bermain wahana yang ada dipasar malem, Dave dan Stevi sekarang berada di warung baso letaknya dekat dengan pasar malem itu. Saat mereka sedang asik makan, mata Dave tidak sengaja melihat Oliv tapi dia dengan Pria lain, tunggu? Pria? Siapa pria itu? Oliv terlihat sangat bahagia sama dia, dan bukannya tadi Oliv bilang dia ingin tidur, kenapa dia ada disini? Semua pertanyaan ada dikepala Dave, dia ingin pergi ketempat Oliv namun dia tahan karna dia masih bersama Stevi. "Dave lo dengerin gue ngomong gak si?" Ucap Stevi kesal karna sedari tadi Stevi bicara tapi tidak ada respon dari Dave, "Eh apa Vi? Lo tadi ngomong apa? Sorry sorry gue gak denger" Jawab Dave kaku, "It's oke, tapi lo liatin apa si sampe lo gak dengerin gue ngomong?" Tanya Stevi penasaran, "Enggak gue gak liatin apa-apa, eh lo udah selesai kan? Balik yuk udah malem nih" ajak Dave, Stevi bingung ada apa dengan Dave namun akhirnya Stevi menganggukan kepalanya setuju.

Sesudah mengantar Stevi pulang, Dave balik kerumahnya dia memasuki kamarnya dan menghempaskan badannya ke kasur king size ny. Dave penasaran kenapa Oliv ada dipasar malam? Kenapa dia bohong pada Dave? Dave mencoba menghubungi Oliv namun nihil ponsel Oliv tidak bisa dihubungi sama sekali. Dave mengacak rambutnya frustasi, mungkin besok dia tanyakan langsung pada Oliv sekarang dia memilih tidur mengistirahatkan tubuhnya.

...

Cahaya matahari masuk ke kamar Dave melewati celah-celah jendela kamar Dave, Dave menggeliatkan tubuhnya kemudian dia bangun. Dave sudah siap dengan seragam sekolahnya, sekarang dia tidak ada niatan menjemput Oliv dia juga tidak mengabarinnya. 1 minggu sudah Dave berpacaran dengan Oliv, namun dia belum mengetahui tentang Oliv sepenuhnya. Dave sudah sampai disekolah, belum sampai kelas Dave dihampiri Oliv "Kamu kenapa gak jemput aku? Kan aku nungguin kamu?" Tanya Oliv dengan nada manja, satu hal yang Dave tau setelah mereka jadian Oliv sangat manja, "Tadi kesiangan, biasanya kan kamu juga naik mobil sendiri" jawab Dave enteng "Ya gak bisa gitu dong, kan kamu pacar aku seharusnya kamu antar jemput aku dong" Ucap Oliv sewot, Dave menghembuskan nafas lelah "Liv kita emang pacaran tapi aku bukan tukang gojek yang tiap hari antar jemput kamu, aku juga punya kesibukan, gak semuanya tentang kamu" Jawab Dave kemudian melenggang pergi. Oliv yang ditinggal pergi hanya melebarkan matanya, "Ini semua pasti gara-gara Stevi, awas ya lo!" Gumam Oliv sengit.

Stevi Cia dan Bimo sedang asiknya bergurau tiba-tiba dikejutkan kedatangan Dave yang mukanya kelihatan sekali kalau dia sedang galau, "Ngape lu nyet dateng-dateng muka lo kusut bener kek benang layangan yg gak digulung" tanya Cia, Bimo dan stevi hanya tertawa, Dave mendengus "Gue tadi ribut sama Oliv diparkiran" jawaban Dave membuat Stevi Cia dan Bimo memblakakan matanya "Lo serius? Lo berdua ada masalah apa?" Tanya Stevi, "Sebenernya masalahnya ada di dia, lo inget semalem gue gak dengerin lo ngomong gara-gara gue liatin sesuatu?" Stevi menganggukan kepalanya ingat, "Kenapa?" Tanya Stevi lagi, "Gue semalem liat Oliv jalan sama cowok lain, pas gue izin sama dia gue mau jalan sama lo dia juga izin mau tidur tapi taunya dia jalan sama cowok lain, setelah gue nganter lo balik gue coba ngehubungin dia tapi nomernya gak aktif gue marah sama dia terus tadi pagi gue gak jemput dia, dia marah dia bilang gue sebagai pacarnya harus antar jemput dia ya gue kesel dong dia gak sadar kesalahannya apa terus tadi dia marah-marah" Jawab Dave panjang lebar, Cia dan Bimo sudah tidak heran karna sebelum pacaran dengan Dave mereka tau kalau Oliv suka jalan dengan cowok yang berbeda, namun berbeda dengan Stevi dia malah menggeplak lengan Dave keras membuat sang empu mengaduh kesakitan, "Heh bego harusnya lo tanya dulu lah sama dia jangan ambil kesimpulan dulu sebelum lo dapet penjelasan dari dia" ucap Stevi, "Anjir lo gak usah ngegeplak gue juga kali sakit nih" ucap Dave sewot, "Tapi apa iya gue harus tanya dulu ke dia?" Tanya Dave lagi, Cia dan Stevi menganggukan kepalanya. Walaupun Stevi suka atau jatuh cinta pada Dave, dia gak suka Dave berantem sama Oliv gara-gara masalah sepele.

Bel pulang berbunyi sejak lima menit yang lalu, Dave kini sedang menunggu Oliv didepan kelas Oliv. Satu persatu orang keluar dari ruangan, dan kini Oliv sedang berjalan keluar kelas bersama temannya yang seingatnya Dave dia namanya Karin teman akrab Oliv. Oliv belum menyadari keberadaan Dave, Karin yang paham dengan kode yang diberikan Dave dia pamit pulang duluan
"Liv gue balik duluan ya, lo udah ditungguin cowok lo noh"  ucap Karin sembari menggerakan bola matanya kesamping tepat kearah Dave, Oliv mengikuti arah pandangan itu kemudian matanya bertubrukan dengan mata Dave "Yaudah lo duluan aja, ati-ati ya" jawab Oliv pada Karin, Karin hanya mengacungkan jempolnya. Dave menghampiri Oliv, "Aku mau tanya sesuatu sama kamu tapi gak disini" ajak Dave, kemudian melenggang pergi duluan Oliv mengekorinya dibelakang.

@Cafe Famous

Disinilah mereka berada, Dave membawa Oliv ke cafe dekat dengan sekolahnya. 10 menit berlalu namun tak ada yang memulai percakapan diantara mereka berdua. Dave sebenarnya menunggu Oliv berbicara terlebih dulu, namun justru Oliv ikut diam. Akhirnya Dave membuka suaranya, "Kamu gak mau jujur sama aku?" Tanya Dave, Oliv yang sedang bermain ponselnya menyeringit bingung kenapa Dave tiba-tiba bertanya seperti ini, "Maksud kamu?" Oliv balik nanya, "Semalam kamu tidur?" Tanya Dave, Oliv menganggukan kepalanya "Iya aku semalam tidur, karna aku gak mau ganggu acara kamu sama Stevi" jawab Oliv dengan menekan saat menyebut nama Stevi, "Aku sama Stevi cuma sahabat Liv gak lebih" ucap Dave entah kenapa saat Oliv berbicara seperti itu Dave tidak suka, "Iya aku tau dia sahabat kamu, terus sekarang masalahnya apa? Kamu mau aku jujur soal apa?" Tanya Oliv kesal, "Kamu semalam gak tidur, kamu kepasar malam sama cowok lain, dan nomor kamu gak bisa dihubungin jadi bisa kamu jelasin semuanya?" Tanya Dave sinis, Oliv menegang bagaimana Dave tau dia jalan dengan cowok lain tadi malam? Apa Dave juga ada disana?, "Kamu salah liat, semalam aku tidur dan hp aku sengaja matiin" jawab Oliv tegas namun dia bohong, setelah mendengar jawaban Oliv Dave berdiri dari tempatnya "Aku tau kita belum lama pacaran, tapi aku tau mana kamu yang jujur dan mana kamu yang bohong, jadi pikirkan lagi, aku tunggu kejujuran kamu. Aku balik, maaf gak bisa nganterin kamu pulang, kamu bisa naik taksi" Ucap Dave kemudian melenggang pergi. Oliv membelakakan matanya tak percaya, Dave meninggalkan nya sendiri disini? Apa setega itu? Ini gak bisa dibiarin Dave keterlaluan.

***

Nyambung gak si? Kalo enggak jangan ngejudge ya, author juga masih belajar😭
.

Vote&Komennya jangan lupa😍

Antara Aku Kau dan DiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang