Author Pov
Jennie terlihat mencari seseorang, sesaat setelah ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam coffee shop.
"Jennie!"
"ahh unnie!"
Jennie melangkahkan kakinya mendekat ke arah Yu Bi.
"mian, apa kau sudah lama menungguku unnie?" Jennie meletakan tasnya di atas meja, dan menggeser kursi untuk kemudian ia duduki, persis di depan Yu Bi.
"tidak, aku baru saja sampai. pesanlah sesuatu terlebih dulu Jenn"
Jennie mengangguk, dan mulai memeriksa price list yang kini sudah berada di tangannya.
"ah dia sudah sampai ternyata"
Jennie mendongkakan kepalanya ke arah sumber suara yang baru saja ia dengar.
"Rosé?" tanya Jennie sedikit terkejut
Rosé yang seolah tak mempedulikan ekspresi Jennie, mulai duduk di samping Yu Bi.
"kau tak bersama Lisa, Jenn?"
"ah, Lisa akan menjemputku nanti unnie"
Yu Bi nampak kikuk menghadapi situasi tegang antara adiknya Rosé dengan Jennie.
"unnie, sudahlah jangan bertele-tele, cepat jelaskan padanya" ucap Rosè tanpa melihat Jennie
Jennie yang tak mengerti maksud dari Yu Bi dan Rosé yang tiba-tiba saja memintanya untuk menemui mereka, kembali bingung.
"Jenn, sebenarnya ada yang ingin kita bicarakan padamu. Dan aku bersyukur, Lisa tak disini. Akan lebih panjang jika Lisa mengetahuinya"
Jennie mengernyitkan dahinya dan mencoba menangkap apa yang baru saja Yu Bi katakan.
"katakankah unnie, ada apa?"
"ini tentang orang yang berusaha melukaimu dan juga Lisa"
"apakah orang yang kau maksud adalah Mino, unnie?"
Yu Bi menghela nafasnya panjang.
Aura keraguan nampak jelas di wajah Yu Bi."ada orang lain selain pria itu"
Mendengar perkataan Yu Bi, sontak membuat Jennie semakin kebingungan.
Jennie terus saja menatap Yu Bi dengan wajah yang penuh dengan pertanyaan."siapa orang itu unnie?"
Yu Bi melirik sesaat ke arah Rosé yang kemudian di iringi anggukan dari adiknya itu.
"aku tau kau tak akan mudah menerimanya, tapi aku mengatakan ini hanya agar kau dan Lisa tetap baik-baik saja"
"unnie, apa maksudmu? Siapa orang yang kau maksud?"
"orang yang ku maksud adalah, unnie-mu, Jenn" nada Yu Bi terdengar berat
Perkataan Yu Bi serta merta membuat Jennie terkejut.
"unnie-ku? Maksudmu?"
Rosé yang sejak tadi hanya bungkam, memilih untuk membuka suara, sesaat setelah ia arahkan pandangannya ke arah Jennie.
"benar, unnie-mu dan pria itu sedang merencanakan sesuatu untuk melukaimu dan juga Lisa"
Mendengar jawaban Rosé kembali membuat Jennie tersentak.
Tak sedikitpun Jennie mengalihkan pandangannya dari kedua orang yang kini berada tepat dihadapannya."apa maksud dari perkataanmu itu?"
Rosé menghela nafasnya panjang, mencoba mengisi penuh keyakinannya untuk kembali melanjutkan pembicaraan serius ini bersama Jennie.

YOU ARE READING
My first and last
RomanceDia bahkan tak menyadari, betapa berharganya ia untuk ku. -Lisa