[BEBERAPA BAGIAN DI HAPUS]
Agatha joy davine tidak menyangka akan ikut terseret ke hidup taehyung brameswara yang merupakan bosnya.
Hubungan professional antara mereka berubah menjadi menjengkelkan ketika joy tahu rahasia bosnya.
Sampai ke titik dim...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue mandangin dia dari jauh. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan gaun merah yang membalut tubuhnya dan pria itu memeluk pingangnya posesif seolah-olah dia tidak membiarkan pria lain mendekati miliknya. Gue ketawa hampa liat gimana wanita yang selama ini gue cintai menatap daniel dengan penuh cinta. Gue sedih sendirian tanpa dia menginggat gue pernah hadir di hidupnya.
"Ngapain sih kita disini sih mas?" Kesal yeri yang lagi ngedongin keanu.
"Kita di undang sama kak wendy makanya kita disini" jawab gue malas dengan pertanyaan yeri yang ngambek dan ninggalin gue. Dia pergi bareng keanu buat nyapa keluarga joy yang gak pernah peduli dengan kehadiran gue sedikitpun. Gue mengahlikan pandangan gue lagi ke joy yang sekarang berdiri sendirian dan gue tanpa sadar mendekat kearah dia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mana tunangan kamu?" Gue nanya kedia tanpa nyapa ataupun kalimat pembuka lainnya.
"Dia lagi ngobrol sama temannya. Mas bara, maaf untuk kejadian waktu itu" dia kelihatan ngelus lengannya yang kedinginan apalagi pesta pernikahan bang ceye di adakan outdoor sampai angin malam kerasa dingin dan gue bergerak cepat lepasin jas gue lalu naruh di tubuh dia.
"Makasih mas" kata dia gak enak sama gue.
"Sama-sama dan soal waktu itu saya yang harusnya minta maaf" balas gue dan dia senyum tipis sama gue. Bisakah gue memilikinya lagi? Gue pengen banget meluk dia dan bilang semuanya sama dia. Betapa menderitanya gue selama ini tanpa dia tapi gue gak bisa melakukannya. Dia memilih melupakan semua tentang gue dan gue dengan tidak tahu dirinya pengen dia balik ke gue.
"Saya yang gak enak sama mas karena nangis tiba-tiba. Saya cuman merasa mengenal mas dan hati saya sakit waktu lihat cara mas natapin saya" gue lihat tatapan matanya meredup seolah-olah dia nyesal padahal dia gak salah apapun. Dia cuman nangis doang dan gak ada yang salah dengan hal itu.
"Semuanya lebih baik gak dibicarain. Kadang kamu harus lupain sesuatu yang nyakitin kamu dan harusnya saya sadar kalo kamu bukan dia yang saya kenal. Semuanya udah berakhir" gue gak tahu kenapa gue bicara gini dan semuanya kerasa berbeda. Gue gak bisa menahan diri gue sendiri untuk gak bilang sama dia sesuatu yang pernah kak irene katakan.
"Saya gak kenal mas bara dan bisa mas katakan apa yang pernah terjadi sama kita sampai mas bara natap saya dengan pandangan terluka sekaligus tatapan rindu kayak gini?" Dia nanya sama gue sambil natapin gue dengan pandangan yang sama seperti gue natap dia.
"Saya pernah menikah dengan sosok wanita yang begitu baik dan sangat mencintai saya tapi saya nyakitin dia lalu dia pergi dan lupa sama saya juga semua kenangan tentang kami. Saya pengen banget bilang sama dia kalo saya masih nungguin dia dan sekarang saya nyesal pernah menyakiti dia. Saya bersyukur sekarang dia bahagia bersama pria yang mungkin dia cintai" gue natapin joy dengan mata berkaca-kaca sebentar saja, gue pengen bicarain semuanya sebentar saja sama dia yang gak mengenal gue. mungkin, dia gak bakalan ingat gue tapi gue pengen dia denger kalo gue nyesal sama semuanya. gue nyesal pernah memperlakukan dia dangan sangat buruk dan anggap dia gak butuh cinta padahal dia juga butuh hal itu dari gue. joy juga pengen di cintai dan dulu gue terlalu bodoh untuk tidak menyadari kemauan dia.
"Mas bara, siapapun wanita itu. Aku harap dia ingat mas bara dan balik lagi sama mas. Maafin saya yang ngungkit luka lama mas" balas dia dan gue senyum memaklumi.
"Wanita itu selalu ada disini bareng saya tapi dia gak mengenal saya dan hal yang paling menyakitkan adalah cara dia natapin pria itu dengan penuh cinta dimana dia gak pernah sekalipun natap saya seperti itu" gue kembali bicara dan joy natapin gue aneh.
"saya harap wanita itu mengenal mas bara dan segera kembali bersama mas" joy terdengar tulus tapi gue tahu kalo itu gak mungkin karena wanita yang gue bicarain itu adalah joy tapi dia seakan gak tahu atau lebih tepatnya dia memang lupa hal itu.
"Saya juga berharap begitu dan joy makasih sudah mau mendengarkan saya, sepertinya saya harus pergi sebelum tunangan kamu ngamuk karena dia natapin kita dari tadi" gue senyum kearah daniel yang make jas merah senada sama pakaian joy. Daniel sejak tadi natap kami dan gue pamit ke joy yang masih natapin gue. Gue rindu sama wanita ini setiap harinya dan sekarang dia gak akan ingat gue. Gue harap dia bisa menginggat semuanya dan balik lagi sama gue yang tetap disini sama kenangan tentang dirinya. Gue akan selalu nungguin agatha joy davine gue yang dulu.