34 : Let's hurt each other

1.6K 279 79
                                        

 Pada akhirnya memilih bukanlah sebuah pilihan tapi sebuah keputusan untuk gue

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Pada akhirnya memilih bukanlah sebuah pilihan tapi sebuah keputusan untuk gue. Rasa sakit hati gue, perasaan cinta gue ke taehyung, benci dan juga perasaan lainnya bercampur menjadi satu. Gue tanda tanganin surat cerai gue sama pria itu dan ninggalin surat buat dia. Ini masih pagi buta dan gue gak tidur sejak tadi malam. Gue nangis sampai air mata gue gak bisa keluar lagi. Apa yang gue pedulikan, gak ada dan gak akan ada lagi yang akan gue peduliin. Gue akhirnya memilih hal paling menyakitkan yaitu bercerai. Kak wendy benar, harusnya gue gak usah terlalu mikirin perasaan gue ke taehyung karena kalo gue sadar perasaan apa itu, di saat yang sama juga gue bakalan merasa sakit hati.

Gue sadar kalo sosok taehyung brameswara gak bakalan pernah tertarik sama jenis cewek kayak gue. Taehyung anggap pernikahan ini palsu dan gak pernah ada satu pun tempat untuk gue di hatinya. Gue gak bakalan pernah menjadi sosok istri di hidup dia. Taehyung terlalu merasa dirinya sempurna sampai bikin gue lupa bahwa gue cuman sosok wanita yang gak sempurna buat dampingin dia. Gue bukan sosok wanita sempurna itu bahkan ketika gue udah berusaha buat jadi ibu dan istri yang sempurna untuk taehyung. Dia memilih mengakhiri semuanya dari pada membicarakan semua ini secara baik-baik.

Gue rasanya pengen ketawa keras banget tau dan mengatai diri gue sendiri. Gue sangat bodoh dalam menyadari perasaan. Kalian tahu? Gue dulu terlalu munafik dan naif. Gue aja yang kepedean kalo gue gak bakalan pernah jatuh cinta sama taehyung yang selalu gue hina dan gue anggap gak bakalan mempengaruhi hati gue tapi apa sekarang gue malah jatuh cinta sama dia dan sebelum gue ngakuin perasaan cinta gue. Dia udah membuang gue seperti sampah tidak berarti. Taehyung ingin mengakhiri pernikahan ini karena kebodohan gue. Gue yang salah makanya pernikahan ini berakhir dan gue gak bisa tepatin janji gue sama keanu.

Gue ambil tas sama kunci mobil gue dan gak peduli tangan gue yang terluka karena kena pecahan kaca pot sampai lutut gue juga lecet. Taehyung di kamar keanu. Dia tidur bareng keanu. Keanu anaknya mommy. Maafin mommy sayang. Maaf karena gak bisa liat kamu tumbuh kayak anak-anak yang lain. Maaf, semuanya udah berakhir.

Kisah cinta yang gak bakalan pernah terjadi ini berakhir dengan sad ending tanpa epilogue. Kisah ini berakhir bahkan sebelum dimulai. Gue lihat sosok taehyung dan keanu untuk terakhir kalinya sebelum gue pergi dari rumah ini. Gue bakalan lupain semua ini dan akan hidup bahagia bersama daniel. Gue janji bakalan lupain mereka dan gak akan ada lagi air mata dalam kisah ini. Semuanya udah berakhir sekarang sesuai dengan keinginan gue dan taehyung.

Gue kendarain mobil gue dalam keadaan gue yang emang lagi kacau balau. Apa gue harus nabrakin diri supaya sakit kepala gue saat ini bisa hilang?. Kepala gue sakit banget tapi hati gue lebih sakit lagi. Gue ingat lagi kenangan gue sama keanu dan taehyung. Gue ingat masa-masa bahagia kami. Setidaknya cuman itu yang gue punya saat ini.

Cuman kisah indah yang akan gue ingat dan sampai gue gak sadar nangis. Mata gue buram sampai gak liat jalan. Gue lihat ada lampu yang silau sebelum mobil gue ketabrak dengan keras. Sebelum kepala gue kebentur dengan keras di kemudi mobil. Ada banyak keributan dan yang ada dipikiran gue saat ini adalah kalimat selamat tinggal.

"Selamat tinggal keanu, selamat tinggal taehyung. Aku mencintai kalian" lirih gue sebelum kegelapan menjemput gue dan kenangan tentang taehyung terputar dengan sangat cepat. Gue udah gak sadarkan diri setelah tubuh gue kayak di angkat dan sisanya gue gak tahu.

_

Gue buka mata gue ketika sosoknya pergi dan nutup pintu kamar kami. Gue nangis dan akhirnya gue melepaskan dia. Gue ninggalin dia dan memilih sakit hati bersama dia. Kisah ini bukan tentang kami lagi. Kisah kami udah berakhir semalam karena gue sendiri yang mengakhiri nya. Gue gak mau terluka sendirian dan mau nggak mau gue seret joy bareng gue supaya kami tersakiti bersama-sama. Egois, pengecut dan bodoh. Itulah gue saat ini. Sampai kapan gue berlaku tidak tegas dan mengejar milik gue kalo gue gak akan pernah bisa mendorong diri gue buat mengejar sosok palsu joy.

Gue pengen ketemu sama dia di kesempatan yang lain. Di kesempatan dimana kami bisa saling mencintai dan mengenal dengan bebas tanpa saling menyakiti lagi. Gue pengen ketemu ketika gue lupain sosok elena sepenuhnya dan dia lupain sosok daniel sepenuhnya. Kami akan bertemu saat itu. Gue janji bakalan ketemu sama dia ketika kami saling dewasa dan bisa tersenyum ketika menginggat masa-masa bodoh kami saat ini.

"Aku mencintai kamu agatha joy davine. Aku sangat mencintaimu, selamat tinggal sayang" lirih gue.

Perpisahan menyakitkan antara kami berdua. Kami saling mencintai tapi pada akhirnya saling melukai. Dia terluka karena mencintai gue dan gue terluka karena diri gue sendiri. Semoga joy bisa bahagia dan mari bertemu di kehidupan selanjutnya joy. Kamu akan selalu jadi istri aku dan surat cerai itu gak akan pernah aku tanda tangani. Kamu bebas sekarang dan lupain aku sampai aku datang lagi. Sampai aku datang dan memohon buat kamu kembali sama aku.
Kita akan selalu bersama joy. Bersama sampai kamu yang melepaskan aku nanti. Aku akan menyesali hari ini dan kamu jangan menyesali apapun sayang. Jangan menangisi ku dan bahagialah.

_


Pada akhirnya gue milih kisah yang sedih dan tenang ini belum berakhir. Kisah cinta mereka masih berjalan... sampai gue ada mood buat nulis lagi..

Gue lagi baek hari ini..jadi kalian silahkan ngata2in gue sepuasnya dan gue nerima saran dari kalian 😍

[COMPLETE] The boss that sucks | VJOYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang