[BEBERAPA BAGIAN DI HAPUS]
Agatha joy davine tidak menyangka akan ikut terseret ke hidup taehyung brameswara yang merupakan bosnya.
Hubungan professional antara mereka berubah menjadi menjengkelkan ketika joy tahu rahasia bosnya.
Sampai ke titik dim...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue gak pernah mengharapkan bahwa suatu saat gue bisa tersenyum bersama dia. Tatapan mata dia, genggaman tangannya dan juga suara tawanya yang bisa membuat gue tertawa bersama dia adalah hal yang paling membahagiakan seolah-olah ini cuman mimpi yang gak bisa gue bayangkan. Dulu gue selalu menyakiti dia dan gak pernah melihat kearah dia sedikitpun tapi lihat sekarang, gue bisa membahagiakan dia dengan cara sederhana dimana kami gak saling terikat dalam status apapun saat ini. Gue bahagia bisa sedekat ini sama dia tanpa perlu ada yang menghalangi gue sedikitpun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue natapin dia yang duduk di sebelah gue. Ah, dia sangat cantik dan gue gak bisa memiliki dia lagi tapi andaikan gue bisa sekali aja. Gue pengen ungkapin perasaan gue sama dia. Gue pengen bilang kalo gue mencintai dia dan selama ini wanita yang sering gue ceritain yaitu dia tapi gue rasa joy gak pernah sadar hal itu. Bagaimana cara gue natapin dia beda dan bagaimana cara gue memperlakukan dia begitu istimewa, gak bisa membuat dia sadar hal itu.
"Kita mau kemana mas?" Suara joy buat gue sadar dari lamungan gue.
"Mas mau temenin kamu ketempat yang sering mas datangin kalo mas lagi sedih dan banyak pikiran" balas gue dan dia senyum.
"Heran deh sama mas bara yang sering banget kelihatan sedih dan juga tatapan mas menceritakan banyak hal yang menyakitkan yang aku sendiri gak tahu apa itu" balas joy dan wajahnya kelihatan di tekuk.
"Kamu gak akan tahu kalo kamu gak nanya. Apa yang bikin aku sedih dan kenapa aku bisa sedih" jawab gue dan joy natap kearah gue yang lagi nyetir. Perjalanan ke butik dia kerasa lambat karena joy natapin gue. Gue ngerasa kayak bocah yang baru jatuh cinta padahal umur gue udah 29 tahun dan gue baru aja jatuh cinta sama seorang wanita yang dulu pernah menjadi istri gue. Miris banget sih hidup lo taehyung brameswara.
"Jadi aku harus nanya sama mas dulu? Okey, mas bara apa yang bikin kamu selalu sedih dan juga natap aku dengan penuh kerinduan?" Gue tahu dia nanya gak ada maksud apapun tapi tatapan polosnya itu bikin gue gemes sendiri pengen bilang kalo ini semua karena dia. Gue tepiin mobil gue pas sampai di sebrang jalan butik dia dan joy natap gue bingung.
"Kenapa berhenti disini?" Dia nanya lagi.
"Karena aku kesini waktu sedih dan juga waktu bahagia. Aku kesini ketika aku merindukan wanita yang pernah menjadi bagian dari hidup aku" gue jujur sama joy yang mungkin masih belum paham. Dia kelihatan mengerutkan dahinya sampai gue pengen cium dahi dia dan semua hal gila di pikiran gue saat ini. Gue pengen meluk dia dan mencium dia seperti daniel yang waktu itu melakukan hal yang sama. Gue cemburu sama daniel yang bisa dengan bebas menyentuh joy tanpa takut di jauhi. Gue berusaha selama ini untuk bisa sedekat ini dengan dia dan daniel bahkan tanpa perlu berusaha dia udah bisa bersama dengan sosok athala.
"Maksud mas bara?" Akhirnya dia nanya dan gue keluar dari mobil. Jalanan dekat butik dia udah rame karena udah malam dan joy ikutan keluar dari mobil lalu berdiri di samping gue.
"Maksud aku. Aku melihat wanita yang sangat cantik dan yang bisa membuat aku bahagia tanpa alasan yang jelas. Aku pernah kehilangan dan saat aku melihat kearah dia lagi, aku ngerasa hidup. Aku udah jalanin hidup aku setengah tahun bareng dia dan setengah tahunnya tanpa dia. Kamu ingat? Kalo aku pernah cerita bahwa dia gak mengenal aku dan aku menyalahkan dia yang melupakan sosok pria bajingan yang menyakiti dia. Aku bahkan gak bisa mendekati dia karena abang-abangnya dan juga karena aku sendiri yang selalu ragu melangkah" gue menceritakan perasaan ragu dan takut gue selama ini sama joy tanpa natap dia sedikitpun.
"Dia kelihatan sangat cantik dan bahkan bunga yang selalu dia dapat aja ngalahin kecantikan dia. Aku merindukan dia joy dan gak terhitung berapa kali dia memenuhi pikiran aku karena yang aku bisa cuman mikirin dan merindukan dia selama ini. Aku gak bisa meraih dan memeluk dia dengan erat karena aku takut dia terluka lagi karena aku. Aku berusaha ikhlasin dia walaupun itu gak mungkin bisa aku lakuin. Aku mencintai dia dan aku gak bisa membayangkan hidup aku tanpa dia" gue dengar suara tangis joy di dekat gue dan dia megang kepalanya seolah-olah dia nahan rasa sakit. Gue panik dan berusaha manggil nama dia tapi joy langsung pingsan. Gue gak sempat berpikir jernih, gue angkat joy masuk mobil dan segera kerumah sakit dimana daniel kerja. Apa yang gue lakuin, gue menyakiti dia lagi dan harusnya gue gak egois buat maksain sesuatu yang gak mungkin.
Gue telpon daniel dan pas gue sampai di rumah sakit daniel kelihatan nunggu dengan wajah yang megeras. Dia marah dan udah pasti dia bakalan mukulin gue. Daniel angkat joy dan gue menjauh. Gue melihat gimana daniel berbisik ke telinga joy dan masuk keruang igd. Bodoh, lo pria paling bodoh taehyung brameswara. Gue sangat egois dan gak sadar nyakitin dia. Gue hanya ingin mengatakan sesuatu yang ingin gue utarakan sama joy dan gak pernah sedikitpun gue mengira dia bakalan gini.
"Apa yang lo lakuin sampai dia pingsankayak gini?" Daniel narik kerah baju gue dan natapin gue benci. Ini pertama kalinya daniel mau bicara sama gue tanpa joy. Dia selalu menghindari gue dan gak suka dekat sama gue tanpa tahu alasannya.
"Gue cuman bicara sama dia" balas gue dan daniel kelihatan gak percaya.
"Gue gak paham sama lo. Bisa gak lo berhenti ketemu sama athala dan bikin dia jadi beda. Dia udah lupain lo dan lo masih egois pengen balik sama dia setelah semua perlakuan lo?" Daniel benar tapi gue gak mau lagi kehilangan joy. Gue juga pengen bahagia dan gue yakin bisa memperbaiki kesalahan gue sama dia.
"Gue mencintai dia dan gue pengen dia balik lagi. Gue gak bisa.." kata-kata gue kepotong karena daniel melayangkan tinju nya. Sakit banget anjirr, sudut bibir gue sampai berdarah. Si dadang ternyata bisa ninju orang juga.
"Jangan pernah lo bilang hal ini lagi brameswara. Lo cuman pengecut yang bisanya nyakitin doang. Gue mohon, jauhin athala dan biarin gue bahagiain dia. Lo cuman masa lalu yang dia lupakan dan cuman gue yang bisa membahagiakan dia. Jangan muncul di hadapan athala lagi atau gue gak segan-segan mukulin lo lebih dari ini"daniel ngancam gue setelah itu dia pergi. Gue gak ngerti kenapa semua orang pengen gue menjauhi joy padahal kami saling mencintai walaupun dia lupa sama gue tapi hati dia ingat gue. Dia menginggat gue dengan baik dan gue gak bisa berhenti ditengah jalan buat bikin dia balik lagi. Gue gak akan berhenti kali ini dan kalo emang daniel nantangin gue buat rebut joy. Udah pasti gue gak bakalan mundur.