[BEBERAPA BAGIAN DI HAPUS]
Agatha joy davine tidak menyangka akan ikut terseret ke hidup taehyung brameswara yang merupakan bosnya.
Hubungan professional antara mereka berubah menjadi menjengkelkan ketika joy tahu rahasia bosnya.
Sampai ke titik dim...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue tetap datang ke dia dan natapin dia dari jauh seperti sebelumnya. Dia telihat biasa saja bahkan dia lihat gue lalu mengabaikan kehadiran gue tanpa peduli kalo gue ada di sekitar dia. Joy berlaku seperti sebelumnya dan hal yang paling mengejutkan adalah dia mempercepat pernikahannya tanpa merasa bersalah sedikitpun sama gue. Dia menghindari gue dan seakan ngasih tahu kalo gue udah gak punya kesempatan buat balik lagi sama dia tapi bukan taehyung brameswara namanya kalo gue nyerah.
"Sampai kapan mas bara bertingkah seperti ini!" Dia kelihatan emosi dan saat lihat gue datang lagi. Udah berhari-hari dia ngusir gue dan gak suka liat gue ada di sekitarnya tanpa gue tahu alasannya.
"Sampai kamu ingat aku" kata gue keras kepala dan joy nutup matanya sebentar lalu natapin gue dengan pandangan kosong.
"Mas, saya udah berkali-kali bilang sama kamu kalo saya gak ingat sama mas bara dan berhenti datang ke depan butik saya lagi atau saya laporin mas ke polisi" dia mijit kepalanya yang mungkin pusing sama sikap gue yang seenaknya dan gue gak takut sama ancamannya.
"Aku gak peduli" balas gue sambil senyum miring ke arah joy yang kelihatan kesal dengar kata-kata gue barusan. Joy gak akan mengerti perasaan kehilangan gue saat ini karena dia lupa semuanya dan cuman gue yang menginggat rasa sakit ini sendirian.
"Mas tahu? Mungkin melupakan adalah salah satu cara agatha joy davine bertahan hidup. Dia memilih melupakan hal menyakitkan yang pernah terjadi demi melindungi dirinya sendiri. Joy memilih melupakan seseorang yang gak penting itu mas dan kamu harusnya sadar hal itu kalo kamu gak pernah berarti di hidup joy sedikitpun" joy natapin gue terluka dan gue cukup terkejut mendengar kata-kata dia. Gue mengira dia menginggat gue tapi tatapan kosong juga wajah datarnya masih sama seperti sebelumnya.
"Tapi dia sangat berarti buat aku. Joy sangat berarti sampai rasanya aku ikut mati saat dia pergi dariku dan melihat dia mencintai orang lain bukanlah hal yang aku harapin sedikitpun. Aku lebih senang dia hidup dengan rasa sakit itu daripada dia gak pernah ingat aku sedikitpun" gue raih tangan joy yang langsung menepis tangan gue dan meluk dirinya sendiri. Dia kelihatan gak suka di sentuh oleh gue.
"Mas sadar siapa orang yang mas bicarain saat ini? Mas, membicarakan calon istri seseorang dan saya mohon mas berhenti mencintai orang itu. Dia udah gak ada" selalu kata-kata menyakitkan ini yang dia ucapin sama gue. Dia menganggap joy yang gue bicarain adalah orang lain yang udah gak ada.
"Kamu bisa menikahi dia kalo kamu mau tapi aku tetap disini joy. Aku tetap disini dan milih mencintai kamu walaupun kamu ninggalin aku" rasanya sedikit sulit buat mengatakan ini karena gue gak pernah rela dia menikah. Gue membicarakan sebuah kebohongan menyakitkan yang gak akan pernah bisa gue lakuin.
"Kamu udah kehilangan dia mas. Kamu udah buang kesempatan bareng dia saat dia pernah jadi milik kamu dan sekarang kamu datang seolah-olah gak ada yang terjadi di antara kalian" joy mulai mengatakan sesuatu yang aneh lagi dan gue gak bisa mencernanya dengan baik. Joy penuh dengan teka-teki membingungkan dan gue gak bisa menebak isi pikirannya sedikitpun.
"Aku menyesal pernah nyakitin dia. Andaikan saja aku bisa memutar waktu. Andaikan aku punya sehari aja buat memperbaiki semua kesalahan itu, aku pasti bakalan berlutut di depan dia dan memohon sama dia. Sejak awal aku kenal sama dia, aku udah jatuh sama dia. Andaikan saja aku bisa memperbaiki semuanya, aku mau mengenggam tangannya erat dan natap dia penuh cinta. Aku pengen punya satu hari yang indah bersama dia dan meminta dia kembali sama aku" gue natapin joy yang gak natap gue sedikitpun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sebaiknya mas pergi dari sini. Besok hari pernikahan saya dan saya harap mas gak berlaku gila kayak gini lagi. Semuanya gak akan pernah kembali lagi mas dan selamat tinggal. Saya harap mas bisa melupakan sesuatu yang gak pernah terjadi diantara kita" joy pergi dari hadapan gue dan ninggalin gue lagi. Gue sempat genggam tangan dia sebelum dia lepasin tangan gue dan betul-betul menghilang dari pandangan gue.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue menghapus air mata gue yang gak bisa gue tahan. Rasanya joy mutusin sesuatu dan dia nyakitin gue terus menerus sampai gue juga bingung kenapa gue bisa selemah ini karena wanita yang bahkan gak pernah bisa mengenal gue dengan baik. Dia lupa sama gue dan dia bakalan nikah. Apakah gue harus meninggalkan lalu melupakan semuanya seperti yang dia mau? Gue gak tahu. Semuanya seakan membingungkan untuk gue dimana joy gak pernah mengharapkan gue lagi. Gue mau meninggalkan tapi perasaan cinta gue buat joy sangat besar sampai gue gak siap meninggalkan dia. Gue bakalan melupakan perasaan ini ketika dia menikah besok dengan daniel dan malam ini gue masih punya waktu untuk mencintai dia sesering apapun dia menyakiti gue.