"Jia, kau tau yang ini? Bagaimana cara menyelesaikan nya?"
Jihoon masih sering menoleh ke belakang tapi dia hanya berbicara dengan Jia, dan dia tidak pernah memanggilnya istri kedua nya lagi, aku masih berbicara dengan nya hanya saja kita berbicara seperti orang yang baru kenal
"aku tidak mengerti, kau tanya Miu saja, dia lebih pintar dari pada aku, dan kau tau itu Park Jihoon" terima kasih Jia, mengapa dia masih seperti ini padahal dia sudah tau masalahku dengan Jihoon
"kenapa sekarang kau malas sekali?" tanya ku saat Jihoon menoleh ke arah ku
"tidak ada yang mengingatkan ku, biasanya kau yang selalu bawel setiap malam kalau besoknya ada pekerjaan rumah"
Benar-benar Park Brengsek Jihoon
"minta tolong sama perempuan itu, katakan agar mengingatkan mu kalau ada pekerjaan rumah" jawab ku, dia menghela nafas
"kau tau, dia beda jurusan, dan tidak ada yang bisa ku andalkan selain dirimu" rasanya saat ini aku ingin meninju nya tepat di wajah
"aku tidak tau apa mau mu Park Jihoon"
Aku tau sekarang Jia sudah menatapku dengan was-was tapi aku tidak menoleh sama sekali ke arah nya
"hey, kalian ini, sudah lah, Jihoon kau minta ajarkan Guno saja, dia kan juga pintar" Jia melirik ku "sebentar lagi masuk, kalau seperti ini pekerjaan mu tidak akan selesai Jihoon" Jihoon menyerah dan membalik badan nya
"kau masih belum menyelesaikan masalahmu dengan nya?" Jia berbisik dengan pelan sambil menatap ku
"aku bahkan tidak tau apa yang harus ku selesaikan" jawab ku
"hm, baiklah" Jia menaruh kepalanya di meja
"ada apa? Kau ada masalah dengan Junkyu?" tanya ku, memang sih sudah beberapa hari belakangan ini dia terlihat lesu, bahkan tidak mengajak ku ke kantin dan lebih memilih untuk ke perpustakaan sendirian
"dia sibuk bermain playstation dengan adik tingkat ku di organisasi relawan" astaga apa Kim Junkyu sudah gila? Dia dulu mengejar Jia seperti orang gila, memperhatikan Jia seakan-akan Jia adalah pusat dunia nya
"apa kau mau aku bicara dengan nya?" dia hanya menggeleng
"tidak perlu" dia tersenyum cerah "aku sudah punya Doyoung, dia mengabari ku setiap malam apa yang dilakukan Junkyu dan temannya itu" aku hanya mengangguk, lihat saja Kim Junkyu aku tidak akan tinggal diam
"permisi, anak-anak bisa minta perhatiannya sebentar?" aku menoleh ke depan ada wali kelas ku disana berdiri dengan lelaki jangkung disebelah nya "kamu bisa memperkenalkan dirimu sekarang" lelaki itu mengangguk
"kalian bisa panggil aku Noa" ricuh, banyak perempuan yang bisik-bisik
"kau pindahan dari mana?" tanya salah satu teman sekelas ku
"aku dari Jepang" saat Noa berbicara seperti itu Yoshinori yang duduk didepan Jihoon langsung berdiri
"Hajimemashite, watashi wa Yoshinori-desu" Yoshinori terlihat sangat bahagia melihat orang yang satu kampung dengan nya, sepertinya dia melupakan aku
"Noa, kau boleh duduk disana, di belakang Yoshinori di kursi sebelah Jihoon" Noa mengangguk berjalan ke arah yang sudah di tunjukan
Otomatis dia duduk didepan Jia, dia tinggi sekali, sepertinya lebih tinggi dari Kim Junkyu
"tipe mu sekali, tinggi seperti tiang" ucap ku ke arah Jia
"aku setia" katanya kemudian terkekeh
Dasar Jia sudah dibutakan oleh cinta Junkyu
"aku Jihoon... Kau tidak perlu menyebutkan nama mu aku sudah tau, kau Noa" Jihoon tertawa, dasar tidak jelas apa saja dia tertawakan
"baiklah" Noa berbalik ke arah ku dan Jia "aku Noa" dia mengulurkan tangan nya ke depan ku, aku tersenyum kemudian menjabat nya
"aku Ogawa Miu" Noa tersenyum lebar
"kau juga dari Jepang?" aku mengangguk "tapi aku tidak menemukan aksen Jepang mu, sudah lama tinggal disini?"
"aku disini sejak sebelas tahun yang lalu, mungkin aksen ku sudah hilang" aku tertawa diakhir kalimat ku, Noa masih saja tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Jia
"Noa Kazama" dia mengulurkan tangannya, disambut Jia, tapi tidak terlihat antusias
"Wang Jia" dia tersenyum singkat kemudian melepaskan tangan nya
"maafkan dia, dia sedang ada masalah" Noa mengangguk, sambil mulut nya membentuk huruf O "jika mood nya sudah balik dia anak yang baik kok" karena omongan ku Jia malah menatap ku sinis, Noa terlihat sedikit ngeri
"dia sepertinya sedang benar-benar memiliki mood yang buruk" Noa berbicara dalam bahasa Jepang, aku terkekeh, saat setelah nya Noa mendapat pelototan dari Jia
"Dia seorang Genius dia mengerti banyak bahasa" kata ku dengan bahasa Jepang juga
"ah, maaf" Noa meringis, aku masih saja tertawa saat Noa membalik badannya
"dia menyeramkan ya?" kata Jihoon saat Noa sudah berbalik
"yang satu nya iya, tapi Miu terlihat bersahabat" tentu saja aku memang seorang yang bersahabat
"jangan percaya dia, dia sama jahatnya" dia berbisik tapi masih terdengar oleh ku
"diam kau Park Jihoon"
++++++
Konflik sudah mulai bermunculan nicchhh
Konflik yg sudah terlihat,Byounggon-Seunghun
Junkyu-Doyoung
Jihoon-NoaTapi masalah Junkyu bukan sama adiknya ajaaa, nanti ada 00L lain yg terlibat hehehe
Kalo yedam, hmm kan udah ada Sungyeon
Dan Hyunsuk belom muncul ehehehe
Ditunggu aja ya

KAMU SEDANG MEMBACA
really • silver boys [✔️]
FanficHalu time with silver boys and another YG trainee (YG Treasure Box trainee) - semi baku