"4"

22 2 0
                                        

Aku memulainya dengan senyuman dan kamu mengakhirinya dengan kebencian

❤❤

Arsyi sudah sampai di rooftop sekolah,dia langsung menghampiri arsya yang sedang tertidur di sofa yang sudah usang

Rooftop ini sebenarnya tempat yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun karena tempat ini sudah menjadi gudang besar sekolah

Namun peraturan tersebut tidak mempengaruhi arsya dan kedua temannya Lagi yaitu raka dan Arga

Mereka bertiga badboy tapi walaupun begitu nilai mereka diatas rata-rata termasuk arsya yang menjadi pringkat pertama di kelas maupun umum

Mereka malah menjadikan tempat ini sebagai bascame untuk bermain termasuk sofa yang sudah tak terpakai lagi

Arsyi memandangi lekat wajah tamvan milik arsya,walaupun dalam keadaan tidur wajah arsya tetaplah sama bahkan lebih tamvan

Tapi sayang!arsyi sadar diri,dia tak pantas memiliki seseorang yang sangat dicintainya saat ini.teman?dia hanya menganggap teman

Teman!

Teman!

Teman!

Kata itu terus terngiang di otaknya,arsyi tak bisa melakukan apa-apa lagi,sepertinya arsyi sudah putus asa untuk saat ini

Tanpa sadar tangan mungilnya mengelus lembut wajah arsya yang terlihat sangat tenang

Hingga bibirnya mengucapkan tiga kata yang seperti sedang berbisik pelan

"I love you"ucapnya pelan

Hingga tangannya mengganggu ketenangan tidur orang didepannya ini

Perlahan dia membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah arsyi yang sangat cantik,dengan rambut digerai bergelombang tertiup angin membuat dirinya bak seperti bidadari

"Eh"kejut arsyi menarik kembali tangannya saat melihat arsya yang sudah terbangun dari tidurnya

"Lo kok bisa disini?"ucap arsya menegakkan tubuhnya

"Eh anu..itu"arsyi berusaha mencari alasan kenapa dia bisa berada disini

Gak mungkin dia ngasih tau hal yang sebenarnya kepada arsya,kalau dikasih tau dia pasti akan marah besar sama arsyi

"Apa?"tanya arsya heran

"Hm itu gue dikeluarin sama pak tobing karena datangnya lama"balas arsyi cengengesan

"Serius"

"Iya arsya"

"Gak boong?"

"Enggak"balasnya arsyi dengan gelengan

"Demi apa?"

"Demi lo!!"batinnya

"Demi bu reni"balas arsyi meyakinkan arsya dan dibalas dengan anggukan

Because You✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang