"Katakan apa yang sebenarnya terjadi!" Geram Jeriko yang melihat sang dokter tak kunjung bicara tapi malah memperlihatkan senyumannya.
"Nona muda tersebut sedang hamil, usia kandungannya sudah memasuki minggu kedua" jelas sang dokter membuat Atharva maupun Jeriko melongo mendengarnya.
"Apa dok adik saya ha--hamil?" Tanya Atharva memastikan yang langsung diangguki sang dokter.
Alunna yang mendengarnya pun merasa bahagia dirinya sebentar lagi akan menjadi seorang ibu, kristal bening meluncur begitu saja dari pelupuk matanya, tangan Alunna bergerak mengusap perutnya yang masih rata.
"Aku hamil?" Gumannya.
"Usia kehamilannya masih muda jadi saya sarankan agar nona muda tidak melakukan kegiatan yang berat serta jangan sampai mengalami stress karena itu bisa mempengaruhi kondisi janinnya" setelah mengatakan itu sang dokter pergi.
Jeriko dan Atharva mendekat kemudian duduk ditepi ranjang.
"Kak aku akan menjadi seorang ibu, anak dari hasil pernikahanku dengan Elvano" Alunna terus tersenyum bahagia setelah mendengar bahwa ia sedang hamil namun senyumnya menyurut ketika mengingat jika Elvano juga akan memiliki anak dari Chaelse.
Alunna tertawa, tawa yang terdengar pedih membuat mereka juga merasakan kesedihan yang sedang Alunna alami.
"Tapi Elvano akan memenikahi Chaelse besok dan jika aku datang kesana dan memberitahu tentang kehamilanku pasti Elvano akan lebih memilih ku dan anakku. Aku tidak mau Elvano kembali mencampakkan Chaelse" ujar pelan Alunna.
Atharva mengelus rambut sang adik "Jangan beritahu Elvano tentang kehamilanmu! anak mu tetap akan memiliki seorang ayah, Jeriko yang akan menjadi ayah dan suamimu setelah kamu bercerai dengan Elvano" perintah Atharva.
Kini Jeriko menggenggam tangan Alunna "aku yang akan menjadi ayah mereka kau tak perlu khawatir aku akan menerima dia seperti anak kandung ku sendiri. Menikahlah dengan ku Alunna dan impian kita dulu akan terwujud, sekarang aku sudah menjadi orang sukses sesuai keinginanmu kalau aku ingin menjadi suamimu". Kata Jeriko yang mulai mengungkit masa lalu mereka yang dimana Alunna meminta Jeriko menjadi suaminya jika ia sudah sukses.
"Akan aku pikirkan dulu perkataan kalian"
"Kuharap kau mau menerima Jeriko, dia pria yang baik dan kita sudah mengenal keluarganya sangat lama. Jeriko juga sahabat mu jadi tak apalah kau mengubah kata sahabat menjadi suami." Ujar Atharva.
Atharva dan Jeriko pergi meninggalkan kamar membiarkan Alunna merenung untuk menentukan masa depannya.
🍂🍂🍂🍂🍂
"Bagaimana kalian sudah menemukan istri saya?" Tanya Elvano melalui sambungan telepon.
"Maaf tuan kami sudah mencari nyonya Alunna diseluruh Jerman tapi kami belum menemukan tanda-tanda keberadaannya" Jawab salah satu detektif yang disewa Elvano.
Elvano menggeram "Dasar bodoh! Sebenarnya kalian bisa bekerja tidak sih?! Mencari satu orang saja tidak becus! Saya tidak mau tau kalian secepatnya harus menemukan Alunna."
"Baik tuan akan kami usahakan" Elvano meremas ponselnya dan melemparnya kesembarangan arah.
"AARRGGHH!!" Elvano membuang semua barang-barang yang ada diatas meja kerjanya.
"Please baby comeback for me" air mata meluncur dari mata Elvano. Sungguh ia sangat frustasi mencari Alunna. Sang istri yang kini mulai dicintainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married A Ladykiller Expert (SUDAH TERBIT)
Ficción General[SUDAH TERBIT DAN TERSEDIA JUGA VERSI E-BOOK] Alunna Dezar (17 th), gadis yang baru saja lulus sekolah harus menikah dengan CEO muda terkenal bernama Elvano Altezza (25 th). Dunia tau bahwa Elvano seorang Ladykiller bahkan bisa disebut pakarnya. Pe...
