"Mil kayaknya kita udah nggak bisa sama-sama lagi."
"Gimana?"
"Aku tau kamu pasti nggak bisa nerima ini tapi aku juga berhak ambil keputusan buat hubungan kita."
"Ada perempuan lain, Wil?"
"Sebelum nanya bisa dipikir dulu nggak?"
"Jadi apa?masalahnya apa?aku salah apa?!"
"Kamu nggak salah. Ini cuma tentang perasaan aku yang udah nggak ada di hubungan ini Mil."
***
Suara notifikasi ponsel menyadarkan lamunan panjangku. Sudah 3 bulan berlalu, aku masih tidak bisa melupakan hari dimana dia mengakhiri hubungan kami. Ribuan cara aku lakukan untuk bisa keluar dari perasaan ini, tapi semua tentang Wili masih tersimpan baik-baik dalam ingatan dan galeri ponselku."Aku udah ngasih sepenuh hatiku ke dia, sampe aku lupa nyisahin sedikit hati untuk diriku sendiri. Jadi ketika dia pergi, semua dia bawa dan aku kehilangan seluruh rasa bahagia yang aku gantungkan ke dia. Aku enggak pernah kepikiran hubungan ini akan berakhir. Jadi aku enggak ada persiapan sama sekali waktu dia tiba-tiba pergi." Gumamku lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mili & Wili (REVISI)
Teen FictionYang paling menyedihkan dari perpisahan bukan hanya kau tak bisa memilikinya lagi tapi kau juga tak bisa memandangnya berlama lama seperti biasa. Itulah yang mili rasakan hidupnya terasa hampa saat wili memutuskan mengakhiri hubungan mereka dengan s...