Suasana kelas begitu ramai, pelajaran kosong membuat sebagian siswa bermain bahkan tertidur secara terang terangan.
Seperti Hanbin dan Jinyoung yang sedang adu tanco dan Valery yang tidur dengan pulas.
Kalian jangan tanya Sehun, karena dia tidak akan lepas dari buki-buku tebalnya, meskipun Yoojung senang memandanginya seperti saat ini, tapi dia juga sedikit keracunan saat melihat buku yang dipegang Sehun, itu mengapa dia anti sekali dengan buku tebal, buku tebal selalu mengahatuinya jika dia sedang memandangi Sehun.
Mata Yoojung menyipit ketika Wendy menghampiri bangku Sehun, gadis itu benar-benar merusak pemandangan indah di depannya.
Dengan rasa penasarannya yang begitu tinggi Yoojung mencoba mendekatkan telingannya hingga tanpa sadar membuat mejanya terdorong ke depan mengenai bangku Sehun.
"Ups, Sowryyy." kata Yoojung dengan wajah tanpa dosa, matanya melirik Wendy.
"Sehun Kalo gitu aku akan meminjamnya besok" kata Wendy lalu kembali ke bangkunya.
Yoojung curiga dengan Wendy sepertinya gadis itu memang menyukai Sehun, dia selalu memiliki alasan untuk berbicara dengan Sehun, Cih! Sehun mana mau menolak jika alasannya berhubungan dengan pelajaran.
"Eh Yoojung mau kemana?" tanya Hanbin melihat Yoojung keluar kelas,
"Toilet, mau ikut?"
"Dihh-" Hanbin bergidik.
Yoojung merapikan rambutnya di depan cermin toilet sesekali dia juga menunjukan ekspresi absurd-nya.
Sebenarnya dia bingung mau bagaimana lagi membuat Sehun jatuh cinta padanya, usahanya selama ini tak pernah berhasil, termasuk surat bergambar kemarin yang dia buat untuk Sehun, Sehun malah membalasnya dengan sesutu yang lebih tak masuk akal.
Bagaimana tidak? Dia sudah berharap lebih dengan surat balasan dari sehun, namun isi pesan dari pria itu hanya 'angka seratus', Sehun lebih gila ternyata.
Saat ditanya apa maksud isi surat itu, Sehun hanya berkata bahwa gambaran Yoojung sangat bagus jadi dia memberi nilai seratus, Heol jawaban macam apa itu!, itu namanya penilaian.
"Dari mana kamu?" Tanya Valery, gadis itu baru saja bangun dari tidurnya.
"Dari toilet, kamu sih tidur mulu-" Yoojung kadang heran dengan Valery, gadis itu suka sekali tidur di kelas, tapi kepintarannya tidak berkurang sama sekali, sedangkan dia sendiri selalu melihat kedepan tapi pelajaran tidak pernah nyampai ke otaknya.
Bel istirahat berbunyi, membuat kegaduhan kelas semakin menjadi-jadi apalagi didukung suara Hanbin yang berteriak tak karuan.
Namun teriakannya terhenti oleh bekapan tangan Jinyoung,
"Yoojung, ayo kita ke kantin" ajak Jinyoung tangannya masih membekap Hanbin.
"Ayo Val" Yoojung berjalan lebih dulu dengan menggandeng Valery lalu Jinyoung mengikuti mereka.
"Si Jinyoung ternyata Kaparat juga yah" kesal Hanbin namun tidak begitu serius.
"Eh Sehun, kantin bareng yuk." akhirnya Hanbin mengajak Sehun, dan yang diajak tidak menjawab namun berjalan mendahuluinya.
"Astaga kalian ninggalin aku" kesal Hanbin di belakang Sehun, sesekali Hanbin mencibirnya dengan ekspresi Absurd-nya dari belakang.
"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Sehun membuat Hanbin mengernyit heran, pria ini kenapa bisa tau?.
Hanbin mengelus wajah nya sesekali tersenyum, "Memangnya, wajah tampanku ini kenapa?".
Sehun menambah kecepatan jalannya dan memutar bola matanya malas.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IN THE TIME
FanfictionGadis remaja yang semasa SMA-nya sibuk mengejar seseorang, tidak peduli dia melewatkan banyak hal untuk mengejarnya, yang dia yakini orang itu juga menunggunya. Terkadang dia juga melupakan banyak hal penting, perbedaan sifat selera hingga kemampua...
