Sehun berjalan menuju perpustakan dia harus mencari beberapa buku yang dia butuhkan, dia sangat risih ketika di sepanjang jalan banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan memuja.
Beberapa bulan lagi akan ada ujian kenaikan kelas jadi Sehun harus merangkum materi agar lebih mudah untuknya belajar, itu adalah salah satu kebiasaannya, namun karena akhir-akhir ini dia sangat sibuk jadilah waktu istirahat seperti ini harus Sehun gunakan sebaik mungkin.
"Sampai kapan kamu akan mengikutiku?" Sehun akhirnya bersuara setelah dia menahannya sedari tadi.
"Sampai kamu tahu" jawab gadis di belakangnya dengan ceria siapa lagi kalau bukan Yoojung,
Sehun enggan balik menatap Yoojung, "sekarang aku sudah tahu"
Yoojung berlari kecil menyamakan langkahnya dengan Sehun, "kalo gitu sekarang bareng hehe" Yoojung menampilkan deretan giginya dan masuk kedalam perpustakaan bersama Sehun.
Bagi Yoojung mengikuti Sehun adalah hal yang menyenangkan, bahkan mendengar keheningan Sehun pun tetap menjadi hal yang sangat menyenangkan.
Yoojung membiarkan Sehun memilih buku yang dia butuhkan, lalu duduk di kursi dekat sehun memilih.
"Sehun bukankah kamu terlalu cepat untuk merangkum pelajaran?"
"Masih ada waktu tiga bulan lagi loh-"
"Sehun?"
"Hun?!"
Pria itu masih saja enggan menjawab pertanyaan Yoojung, sampai Yoojung di tegur oleh penjaga perpustakaan pun Sehun malah mencari buku di rak sebelahnya.
Merasa diabaikan akhirnya Yoojung mengambil sebuah komik yang berada di dekatnya, berniat ingin membaca komik sambil menunggu pria itu memilih buku.
Sehun mengambil tiga buku dari rak, satu di antaranya ada buku yang begitu tebal, bahkan petugas perpustakaan yang melihat Sehun sampai bergidik ngeri, akankah buku setebal itu benar benar akan di baca?
"Seminggu beneran kelar?" Tanya sang petugas
"Kalo enggak, saya nggak bakal minjam pak" jawab Sehun sambil menunggu petugas tersebut memasukan datanya dalam komputer.
"Pacarnya ketinggalan tuh" ledekan sang petugas perpustakaan membuat Sehun teringat sesuatu.
Sehun yang sudah berada di depan pintu pun berhenti, lalu kembali masuk mencari Yoojung, gadis itu pasti tidak mendengar jika bel masuk baru saja berbunyi.
"Yoojung"
"Hmm?"
"Kembali ke kelas, udah bel"
Yoojung buru buru bangkit dan mengembalikan komik tadi pada tempatnya, tangannya mendorong lengan Sehun untuk keluar.
"Hun kamu minjam buku tiga aja lama banget" kesal Yoojung setelah keluar dari perpustakaan.
"Eh Iyaiya nggak lama kok, cuma sebentar hehe" Yoojung buru buru berucap ketika mendapati tatapan garang dari Sehun seakan pria itu akan balik memarahinya.
Sehun menahan nafasnya sejenak lagian siapa juga yang meminta gadis itu untuk mengikuti kemana dirinya pergi, Sehun tidak meminta itu kepada Yoojung.
Dengan cepat mereka kembali ke kelas dan disana sudah ada guru Park yang sudah mengajar, Yoojung yang mendapatkan tatapan tajam dari beliau hanya dapat menunduk, perlakuan yang dia terima berbeda sekali dengan apa yang Sehun terima.
Guru park selalu tersenyum kepada Sehun, sedangkan kepada dirinya dia selalu memberikan tatapan membunuh.
"Lain kali jangan terlambat" ucapnya sebelum kembali meneruskan pelajaran, namun sepertinya ucapan itu hanya di tujukan kepada dirinya, siapa saja akan berpikir seperti itu jika mendengarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE IN THE TIME
أدب الهواةGadis remaja yang semasa SMA-nya sibuk mengejar seseorang, tidak peduli dia melewatkan banyak hal untuk mengejarnya, yang dia yakini orang itu juga menunggunya. Terkadang dia juga melupakan banyak hal penting, perbedaan sifat selera hingga kemampua...
