Dengan mulut penuh dengan roti, Seulgi meneguk air putih miliknya hingga habis. Tanganya terulur mengambil tas slempang dikursi samping lalu memakai heels bertalinya. Dirinya merapikan riasan tipis diwajah lalu menatap Jimin yang masih duduk tenang dengan sarapan yang tak kunjung habis.
"Aku pergi. Aku tidak akan pulang malam" ucap Seulgi lalu melambaikan tangan pada Jimin sebelum hilang dibalik pintu.
Pernikahan ini sudah berjalan hampir tiga bulan lamanya, bahkan setelah Suga dan Wendy menikah. Jimin pun sudah terbiasa dengan kehadiran Seulgi dihari-harinya. Bahkan perempuan itu kadang merengek meminta sesuatu yang berujung hadirnya tas atau sepatu baru dilemari yang sudah terjejer berbaris-baris aksesoris Seulgi.
Sifat angkuh dan menyebalkan Seulgi diawal pernikahan kini seolah hilang berganti dengan sifat asli yang persis seperti apa yang Ibu mertuanya bilang, manja dan keras kepala. Tak jarang dirinya harus meluangkan waktu kerjanya hanya untuk menjemput Seulgi yang over.
Panggilan suara dari Jisoo, mengalihkan perhatianya. Setelah mengatakan kata 'hallo', suara Jisoo seakan menjelma menjadi radio yang terus berbicara tanpa jeda, suara perempuan itu terdengar uring-uringan. Dan panggilan itu ditutup sepihak oleh Jimin karena tak kuat lagi mendengar suara Jisoo yang mampu merusak pendengaranya. Disini siapa sebenarnya yang menjadi atasan?.
***
Seulgi mendudukan dirinya dikursi dekat ruang ganti setelah menganti pakaian modelingnya dengan pakaian sebelumnya, dirinya mengambil micelar water untuk membersihkan make-up yang masih melekat di wajahnya dengan kapas.
Lucas mengambil duduk disampingnya dengan kamera yang masih mengantung dilehernya. "Ini hasilnya. aku pikir kita tidak perlu mengulang lagi, karena hasilnya sudah bagus" ucapnya menunjukan beberapa potret Seulgi.
"Baiklah" Seulgi mengangguk lalu meletakan cairan botol itu ke meja.
"Nuna ayo minum, Aku sudah menghubungi Wendy nuna untuk bergabung" ajak Lucas sembari menyimpan kameranya.
"Tapi aku sudah bilang pada Jimin tak akan pulang malam" Seulgi melihat jam dipergelangan tanganya. "Tapi ini masih sore, baiklah ayo" lanjutnya.
"Apa kau mulai memcintainya?" Tanya Lucas yang mampu membuat punggung Seulgi menegak.
"Mencintai siapa?" Seulgi menatap Lucas dengan senyum, "harusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kau sudah mengungkapkan isi hatimu?" Tanya Seulgi dengan tubuh mendekat pada Lucas.
"Siapa yang kau maksud, nuna? Yuqi?" Lucas menatap Seulgi jengah.
"Siapalagi kalau bukan dia, bahkan lagi-lagi kau ketahuan berciuman dengan Yuqi kemarin" Seulgi membenarkan letak duduknya seperti semula.
"Sudahlah urus saja perasaanmu pada suamimu itu. Dan satu lagi, aku dan Yuqi hanya sebatas rekan" ucap Lucas membela diri.
"Sialan kau" desis Seulgi kesal.
"Terserah. Ingat, Yuqi itu cantik, dan sudah bisa dipastikan banyak yang menyukainya. Jika kau tidak bergerak cepat, mungkin saja Yuqi akan bersama orang lain" puas berbicara dengan sang potoghraper yang sudah ia anggap seperti adik sendiri itu, Seulgi mengajak Lucas untuk segera bergegas sebelum hari semakin malam.
Dalam perjalanan menuju club, pertanyaan Lucas beberapa menit yang lalu mulai mengusik Seulgi. 'Apa kau mulai mencintainya?' Kata itu terus berputar dalam ingatanya. Apa benar, dirinya sudah mulai jatuh cinta pada laki-laki itu. Dan sebaliknya, apa laki-laki itu juga mencintainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eau De Perfect
Fanfiction#SeulMin Menikah tanpa dasar cinta tak pernah terlintas sekalipun dibenak Kang Seulgi, perempuan duapuluh tujuh tahun itu bahkan tak pernah tau siapa laki-laki yang dipilihkan sang mama untuknya. Seulgi tak tau apa yang terjadi jika pernikahan itu b...
