Salshabilla Adriani adalah seorang gadis yang terpaksa dijodohkan oleh ayahnya dengan Alvaro Maldini Siregar anak dari pemilik restauran tempat Salsha bekerja.
Apakah mereka berdua akan saling mencintai???
penasaran gak?? baca kelanjutan ceritanya...
Salsha menyusuri jalan dengan perasaan yang sangat terluka, dan tak henti-hentinya ia menangis, hujan pun yang semakin lebat membuat tubuhnya menggigil, tapi ia tetap menguatkan tubuhnya itu sambil menarik kopernya
"mama harap kamu bertahan disana ya sayang, mama janji akan jaga kamu dan mama akan buat kamu bahagia walaupun tanpa papa" ucap salsha lirih sambil mengelus perutnya yang masih datar
"aku harus kemana, kemana akan ku langkahkan kaki ini, aku bingung" batin salsha yang bingung kemana ia akan pergi, kalau dia pulang ke rumah ortunya itu sangat tidak mungkin, karena ortunya pasti sangat kecewa dengan keluarganya aldi, salsha tidak mau membuat beban pikiran ortunya bertambah, karena ia tau ortunya juga dalam keadaan susah saat ini
kini salsha tak sanggup lagi berjalan sampai2 ia terjatuh di atas aspal sambil menundukkan kepalanya dan menangis sejadi-jadinya
"kenapa ini harus terjadi, apa salahku, apa yang sebenarnya mereka ingin kan, sampai2 mereka tega menginjak harga diriku sampai serendah ini, hiks:'(" ucap salsha sambil menangis
Salsha mengepalkan tangannya, dan ia memukul aspal itu dengan cukup keras sehingga membuat darah keluar dari tangannya, salsha mendongakkan kepalanya sambil menatap air hujan yang terus turun tak henti-hentinya
"kenapa tuhan, kenapa hidupku seperti ini, kapan aku bisa mendapatkan kebahagiaan, kenapa hanya penderitaan yang harus aku terima, ini sangat tidak adil!!!" teriak salsha sekencang-kencangnya, kebetulan di jalan itu sangat sepi jadi tidak ada yang melihat salsha
":'(" salsha berdiri dengan sisa tenaga yang ia miliki, tiba2 saja dia melihat ada mobil yang kehilangan kendali dan mobil itu menabrak pohon besar "astaga!!" kaget salsha, salsha pun segera berjalan menuju mobil itu dan menolong orang yang ada di mobil itu "tolong . . . Tolong . . . ." teriak salsha saat ia berhasil mengeluarkan orang yang ada di mobil itu, salsha pun menjadi geram saat tidak ada seorang pun yang mau menolongnya, lalu ada mobil lewat salsha segera menghentikannya, dan syukurnya orang itu mau menolongnya
👉kita lihat aldi
Setelah kejadian tadi, mama aldi langsung pulang, dan di rumah itu hanya ada aldi seorang, ia duduk di balkon rumahnya sambil menatap air hujan yang turun
"apa gue terlalu kejam yaa sama salsha??" gumamnya, sambil mengingat kejadian tadi "apa gue terlalu jahat sampai gak mau mengakui anak gue sendiri?" tanya aldi pada dirinya sendiri, rasa menyesal kini menyelimutinya, namun rasa penyesalan itu seketika hilang saat ia kembali mengingat caitlin, lagi2 caitlin mampu membutakan rasa penyesalan dan hati nuraninya "tapi cuma ini yang bisa gue lakuin buat ngelepas salsha" gumamnya lagi, udara semakin dingin dan membuat aldi tidak betah berlama-lama di balkon, lalu memutuskan segera masuk kembali ke rumahnya
👉kembali ke salsha
>skip< Orang yng ditolong oleh salsha tadi kini sudar sadar, lalu perempuan paruh baya itu menatap salsha heran sambil memegang kepalanya yang masih di perban, dan salsha hanya tersenyum
"ibu tidak apa2??" tanya salsha lembut "saya tidak apa2, apa kamu yang sudah menolong saya??" tanyanya, salsha hanya mengangguk "terima kasih, kamu sudah mau menolong saya" ucapnya lagi "sama2 buk, kan sesama manusia harus saling tolong menolong" ucap salsha "nama kamu siapa?" tanyanya lagi "nama saya salsha, buk" jawab salsha "😃 nama yang cantik, dan apa yang harus saya lakukan untuk membalas kebaikan kamu" ucapnya lagi, salsha tersenyum pahit "apa ibu punya lowongan pekerjaan untuk saya, saya sangat membutuhkannya" ucap salsha memberanikan diri, lalu ibu itu menatap koper yang masih setia di samping salsha "kamu mau kemana??" tanya ibu itu lagi "apa kamu mau bercerita tentang sesuatu ke saya?" ucap ibu itu saat melihat wajah salsha yang terlihat sedih, dan dengan terpaksa salsha menceritakan semuanya ke ibu itu, karena dia tidak tau mau bercerita kepada siapa lagi, walaupun ia baru mengenal ibu itu tapi salsha yakin kalau ibu itu baik
>skip<
5 bulan kemudian Setelah kejadian itu, kini salsha tinggal di rumah ibu yang ia tolong waktu itu, ibu itu sangat baik, dan ia juga iba dengan nasib salsha, ayah salsha juga sekarang bekerja di perusahaan ibu itu, keluarga salsha sangat tertolong oleh ibu itu, tapi salsha memilih untuk tetap tinggal di rumah ibu itu untuk mebantu perkejaan rumah, ortu salsha juga telah mengetahui apa yang telah di alami oleh putrinya itu, mereka pun hanya bisa pasrah
Pemeran tambahan yaa guys
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bella graceva, yang biasa di panggil bella, dia adalah anak dari ibu yang di tolong oleh salsa
"salsha apa kamu tidak ingin kuliah lagi?" tanya seorang gadis yang diketahui adalah anak dari pemilik rumah itu, yaa memang teman salsha sekarang hanya gadis itu, yang umurnya tidak beda jauh dengan salsha
"apa aku masih pantas kuliah?" ucap salsha "kamu masih muda, jadi masih pantaslah, setelah melahirkan kamu bisa mencari beasiswa di salah satu universitas di jakarta, di kampusku juga bisa" ucapnya lagi sambil mengunyah roti "tapi aku tidak yakin" ucap salsha sambil mengelus perutnya "ohh ayolah, kamu pasti bisa, mulai sekarang sekarang kamu harus mencoba mencari beasiswa itu, dan aku akan membantu mu" ucap nya lagi "baiklah" ucap salsha, dan membuat bella tersenyum, yap nama gadis itu adalah bella