nada

111 6 2
                                        


aku harap kau tahu, seluruh lagu itu tentangmu.

----

"Sera!"

"Sean? terimakasih sudah datang!!"

"Tadi kau sangat keren! kau bernyanyi seolah besok kita semua tidak bisa lagi bersuara."

"Hei! kau selalu memujiku... ayolah kritik aku sesekalii!"

"Sudah kukatakan kalau ada."

"Terimakasih sudah memberikan lagumu padaku, padahal kau bisa mendapat uang jika menjualnya."

"Aku bisa membuatnya lagi, lupakan."

"Kau sudah punya pacar Sean?"

Sean tiba-tiba terjengkang dari tempat duduknya.

"Sean! bodoh sekali bagaimana bisa kau terbalik."

"Maaf, tadi aku terkejut. Kenapa tiba-tiba bertanya?"

"Aku merasa lirik itu kau buat untuk seseorang, lirik yang sangat indah... aku hampir menangis."

"Itu karena kau yang lebay."

"Ck... ayo kita ke studio-mu saja."

"Hah? untuk apa?"

"Aku sudah berjanji bukan menemanimu membuat lagu."

----

Sean tersenyum melihat kertas yang berisi banyak coretan itu.

"Tinggal menyesuaikan sedikit nadanya." Sean mengambil pensil yang dia apit ditelinga-nya.

"Kau rasa ini sudah cocok Ra?" Sean menghadapkan kepalanya kesamping.

"Aku lelah." Gumam Sera.

"Kau ingin pulang? kenapa tidak bilang si bodoh ini. Ayo cepat diluar sudah mendung."

"Aku ingin semuanya berakhir."

Sean memutar badannya menghadap Sera.

"Aku ingin menyudahi hubunganku dengannya."

Sean merasa ada perasaan bahagia sedikit dihatinya.

"Kau mau putus?"

"Tidak hanya itu, aku ingin berhenti bernyanyi."

"Apa? tapi kenapa?"

"Sejak awal aku mulai berada disini karena mengikuti Dion."

Sean seharusnya tahu, betapa Sera mencintai kekasihnya itu.

"Kau sungguh-sungguh ingin keluar?"

"Aku tidak bisa lagi disini, aku terpaksa melakukan ini semua sejak awal."

Sean sebenarnya berharap keberadaannya cukup untuk membuat Sera tetap bertahan. Dia hanya tersenyum seperti biasa, bagaimanapun juga kebahagiaan Sera yang terpenting, mana tega dia membiarkan Sera terus menangis lagi karena cintanya

"Terimakasih Sean, kau selalu bertingkah idiot untuk membuatku senang. Setiap melihatmu aku selalu merasa lebih baik... tapi maaf Sean, aku tahu... kau berharap lebih padaku. Maaf, aku bukan yang terbaik." Sera tiba-tiba memeluk erat Sean.

"Kau akan pergi kemana."

"Jerman, aku akan tinggal disana... kudengar ada yang tertarik dengan lagu-lagumu? kau harus semangat mengejar mimpimu Sean, aku akan selalu mendukungmu."

"Sera... seluruh lagi itu tentangmu, bagaimana bisa aku melanjutkannya.

Sera mulai menangis dan menutup wajahnya.

"Jangan melakukan sesuatu karena orang lain Sean, aku bernyanyi dengan bagus... karena aku berpikir Dion ada disampingku mendengarkan, kau tidak pantas kecewa Sean. Semangatmu harus tetap sama, dengan atau tidak adanya aku."

Sean hanya diam, tidak menjawab.

"Perasaanku tidak sebesar itu padamu, jangan berlebihan." Sean melangkah keluar dari studionya.

"Jangan melukai dirimu lagi karenaku Sean." Sera memeluk Sean dari belakang, dia tahu lelaki itu hanya berbohong agar Sera tak merasa bersalah karena akan pergi.

"Saat aku sudah baik-baik saja, saat keadaan telah berbaik hati pada kita, aku akan kembali Sean, asal kau masih tetap mencintaiku."

----

Terimakasih sudah membaca🌻


20 maret 2019.

22.25


pathetic [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang