“Mau bagaimanapun tetap saja ada kemungkinan kelas lain dapat kekuatan seperti kita,” ucap Gina.
“Iya juga…” Ilmi menyetujui pendapat Gina.
“Bagaimana jika kit-”
Kyaaaaa… teriakkan wanita dari arah lapang memotong kalimat Tedi.“Suara siapa itu?” tanya Alfi.
“Siapapun itu kita harus melihatnya. Dari arah luar, kan?” tanya Risma yang sudah duluan pergi.
“Tunggu,” Ilyani dan Dandi teleport kearah tujuan Risma.
“Kita tidak akan hanya diam saja kan?” tanya Zalfa yang mulai berjalan mengikuti mereka.
“Cih, lama,” ucap Tedi yang langsung berlari dengan cepat ke tempat Risma, Ilyani, dan Dandi menunggu.
“Sepertinya aku tidak bisa diam saja,” ucap Dewi.
Di lapangan mereka melihat sebuah pemandangan yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Sebuah bayangan yang nyata dengan tubuh hitam tanpa bentuk sedang berdiri degan tegap di tengah lapangan dan memperlihatkan matanya yang merah.
“Itu… makhluk apa?” tanya Sheril dengan tubuh yang gemetar.
“Heh… aku tau apa gerakan selanjutnya,” ucap Zalfa sembari tersenyum namun menundukkan kepalanya.
“Jangan gegabah!” ucap Nabila sambil mendorong Zalfa.
“Tch,” Zalfa mendecak.
“Noob behind, Pro in front,” ucap Tedi sembari berjalan perlahan maju mendekati monster itu dan memegang sebuah pedang tangan satu yang diselimuti petir.
“Jangan sok jadi pemain solo,” ucap Alfi yang ikut maju.
“Wah wah… mau maju aja nih?” tanya Dandi yang mempersiapkan sihirnya.
“Sebenarnya aku agak berguna gak sih disini?” tanya Rafly.
“Ini merepotkan, tapi lebih merepotkan jika harus dibelakang dan disebut cupu,” ucap Rigan.
“Sepertinya aku yang terkuat,” ucap Bintang.
“Anggap saja aku ini penyedia kebutuhan pokok,” sahut Sabian.
“Ya… aku ikut-ikut aja lah,” ucap Rifki.
“Sepertinya aku akan agak berguna disini,” ucap Rizal.
“Let’s start the first fight,” ucap Dandi memulai gerakan.
Dandi melakukan teleport ke atas kepala monster itu, tangan Dandi mengangkat ke udara terlihat seperti memegang sesuatu, namun saat tangannya turun sebuah pipa besi terlempar dari arah samping mengenai mata monster itu. Di samping terlihat Sabian yang menciptakan banyak pipa besi dan Rafly yang siap melempar semua itu dengan kemampuan teleknisnya.
Saat monster itu mulai mengarahkan serangan pada Sabian dan Rafly, dengan cepat Tedi menusukkan pedang petirnya itu ke badan monster yang membuat monster itu terhenti pergerakannya sementara.
Berhentinya pergerakan monster itu di manfaatkan oleh Rigan dan Rizal, Rigan membuat ilusi duplikat sedangkan Rizal membuat tubuhnya tidak terlihat dan diam-diam mencoba menyerang monster itu.
Rigan mengelilingi monster itu dan mengarahkan sebuah serangan padanya dari segala arah.Saat monster itu sudah lemah Rifki membuat lingkaran sihir di bawah monster itu yang membuatnya menjadi kepanasan dan tak dapat banyak bergerak, namun sebuah tali yang termasuk tubuh monster itu berhasil bergerak dengan cepat dan hampir mengenai Dandi tetapi berhasil di tangkis oleh Bintang dan Alfi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Incredible Family
FantasyKekuatan. Itu adalah hal yang mustahil dimiliki. Kenapa? Karena tidak ada teori yang dapat menjelaskan tentang kekuatan. Tapi mereka... 34 orang yang beruntung sekaligus tidak beruntung mendapatkan hal diluar logika itu. Mereka adalah Incredible Fam...