“Tidak Ada yang Tidak Berguna”
Bintang dan Tedi memulai pertarungan itu. Tedi mengganti senjatanya menjadi tombak listrik sedangkan Bintang menyelimuti tangannya dengan batu yang kuat agar pukulannya lebih menyakitkan. Tedi dan bintang menyerang dengan cepat dan kuat, namun bagi monster itu semua serangan Bintang dan Tedi hanyalah seperti gigitan nyamuk.
Bintang dan Tedi mulai kewalahan, ketika Tedi tidak fokus ia didorong oleh perisai monster itu hingga terpental jauh. Bintang yang terkejut melihat itu hampir terkena kapak monster namun ia berhasil menghindarinya tetapi monster itu terlalu kuat hingga Bintang terhempas beberapa meter kebelakang.
“Sialan. Monster itu terlalu kuat,” ucap Bintang.
“Generate Ilusion Blood Healing,” ucap Puan menyembuhkan Bintang dan Tedi.
“Kita… tidak bisa mundur,” ucap Tedi.
“Oleh karena itu kita harus maju,” ucap Np sembari berjalan kedepan dengan berani.
“Kau tak akan mampu melakukan apapun,” ucap Tedi.
“Benarkah?” tanya Np yang memegang sebuah kristal yang jatuh gara-gara benturan Tedi ke dinding disana.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Rafly.
“Diam dan lihatlah,” sahut Np yang mengubah Kristal itu menjadi sebuah pedang yang mirip dengan pedang seorang samurai.
“Ya… ya… tidak akan ada yang berubah jika kau sendirian saja bodoh,”ucap Zakyah yang tidak tahan akan kebodohan Np.
“Kali ini wanita yang beraksi?” tanya Nabila.
“Aku membantu dari belakang saja yah, seperti biasa,” ucap Puan.
“Akhirnya aku bisa maju,” ucap Sheril sembari memegang sebuah cahaya yang berbentuk seperti busur.
“Nah… It’s show time,” ucap Zakyah yang mulai mengeluarkan beberapa butir kelereng.
Sang monster tidak menghiraukan kelereng-kelereng kecil yang tertuju pada dirinya. Ketika jarak kelereng dan monster itu tinggal beberapa meter, Np dengan cepat mengubah kelereng-kelereng kecil itu menjadi kelereng yang ukurannya sangat besar dan berhasil menimpa monster itu. Hal itu memang melukai monster itu namun sang monster semakin marah.
Sebelum sang monster selesai berteriak marah, Sheril sudah melancarkan sepuluh hingga lima belas anak panah yang tepat mengenai seluruh tubuh monster itu. Lalu tanpa memberikan waktu istirahat, Nabila mengarahkan tangannya ke arah monster itu dan mencengkram tangannya yang ternyata saat itu Nabila menggunakah sihir bernama Zip atau sihir yang membuat pemakai dapat memegang jantung lawan tanpa harus merobek dada lawan terlebih dahulu.
Pertarungan tidak selesai begitu saja. Walau jantung sang monster sudah hancur tapi sang monster tetap dapat berdiri. Tepat ketika monster itu ingin menyerang dengan kekuatan penuh, ada seseorang yang menusuk kaki monster itu menggunakan belati, dan ternyata dia adalah Puan, ada sesuatu yang dikatakan oleh mulutnya.
“Poison elemental died.Discharge,” ucap Puan dan monster itu terlihat keracunan lalu akhirnya meninggal.
Setelah monster itu hilang bagaikan debu, Bintang dan kawan-kawan tertelepostasikan ke luar labirin. Dan disana terdapat banyak orang yang sedang menunggu kedatangan mereka.
“Kita udah jadi artis nih?” tanya Bintang.
“Aku kira yang keluar adalah mayat kalian,” ucap Icha.
“Kejam sekali,” Sheril tidak terima.
“Level satu sudah selesai.Bagaimanapun bentuk kita intinya tujuan kita sama, kan? Yaitu untuk mengapai lantai sepuluh,” ucap Rigan tiba-tiba.

KAMU SEDANG MEMBACA
Incredible Family
FantasyKekuatan. Itu adalah hal yang mustahil dimiliki. Kenapa? Karena tidak ada teori yang dapat menjelaskan tentang kekuatan. Tapi mereka... 34 orang yang beruntung sekaligus tidak beruntung mendapatkan hal diluar logika itu. Mereka adalah Incredible Fam...