PART 32

168K 9.4K 111
                                        

MPLS sudah selesai guys, tapi Elvan tetap aja sibuk. Jelas lah 'kan dia ngurus anak-anak Osis baru. Kayak sekarang nih, mereka lagi latihan LKBB buat pelantikan nanti. Sebagai istri yang baik, ya gue nemenin Elvan donk. Alasan yang sesungguhnya sih gue enggak mau dirumah sendirian, hehehe.

Btw gue nunguin dia di pinggir lapangan soalnya ini udah jam empat sore dan matahari masih bersinar terang. Nanti gue tambah hitam. Jadi harus cari tempat yang adem kayak dipinggir lapangan ini.

"weh! Napa muka lo kek gitu?"

Nah-nah loh, sejak kapan disebelah gue ada Delson sama Mawar?

"lah sejak kapan lo berdua disini?" tanya gue balik.

"sejak kapan beb kita disini?" tanya Mawar ke Delson.

"sejak lima menit yang lalu beb"

"WHAT?! Lo berdua pacaran?" tanya gue setengah kaget.

"ya baru tahu si Jubaedah" ucap Delson.

"perasaan waktu Delson nembak gue, jadi tranding topik bahkan masuk majalah sekolah. Masa lo gak tahu sih?"

"lo berdua 'kan gak penting, jadi gue gak tahu"

Mawar sama Delson natap gue tajam.

"eh btw sejak kapan kita dekat begini. Jauh-jauh lo berdua dari gue"

"lo 'kan teman gue rin, sekarang Mawar udah jadi cewek gue. So dia juga teman lo"

"serah lu son"

Mata gue kembali menatap anak Osis yang lagi latihan. Kasihan mereka, sampai mukanya udah pucet tapi tetap aja enggak dikasih istirahat.

"si Airin jadi anak Osis ya?" tanya Mawar.

"gak ada" ucap gue singkat.

"lah terus ngapain dia di situ" ucap Mawar sambil nunjuk Airin yang juga lagi latihan LKBB.

"kok dia disitu. Dari tadi gue merhati 'in anak Osis latihan enggak ada gue lihat si Airin"

"saudara sendiri, masa lo gak tahu" sindir Delson.

Gue cuman natap dia tajam aja. Bodo lah, gue gak peduli. Ternyata anak Osis sudah pada istirahat. Gue berdiri, mau nyamperin Elvan untuk ngasih botol minumnya.

"mau kemana?" tanya Delson.

"nyamperin suami gue dulu" ucap gue terus berlari kecil nyamperin Elvan.

Jarak gue sama Elvan tinggal beberapa langkah lagi. Gue ada tepat di belakang anak-anak Osis yang lagi duduk menghadap kearah Elvan. Jadi posisinya anak Osis ngeblakangin gue.

Elvan ngasih gue kode untuk jangan mendekat dulu. Gue cuman ngangguk sambil berdiri di depan.

"untuk semua kandidat Ketua Osis pengumumannya besok pagi. Jadi siap-siap aja untuk minggu depan pelantikan" jelas Elvan.

"Oh iya atributnya jangan lupa disiapkan"

"siap kak!"

"ada yang mau ditanyakan?" tanya Elvan.

Satu orang cewek mengangkat tangannya. "iya Nagaya? Mau nanya apa?"

"ehm kak, kakak punya pacar gak?"

Elvan senyum kecil terus menggelengkan kepalanya. Wah Elvan minta gue timpuk nih.

"kak saya suka sama kakak. Kakak mau gak jadi pacar saya?"

Oh My God! Rasanya gue mau nenggelamin ini anak ke rawa-rawa.
Gieska, Oca, Gita, Nanda udah ngelirik-lirik gue. Sambil ngasih kode biar gue sabar.

"maaf ya, saya gak bisa nerima kamu. Saya memang enggak punya pacar tapi saya udah punya istri"

"HAH?!" teriak semua anak Osis kelas X. Kalau gue jadi mereka pasti gue juga kaget. Masih SMA udah nikah aja.

"itu istri saya" ucapnya sambil nunjuk gue.

Semua anak Osis menoleh kebelakang untuk ngelihat gue. Gue senyum tipis aja. Terus jalan nyamperin Elvan dan ngasih botol minumnya dia.

"makasih ya sayang" ucapnya terus nyium puncuk kepala gue.

Wah Elvan kenawhy? Nich. Kok dia jadi sok so sweet gini?
Gue merhati'in anak-anak kelas X yang ngelihat gue kaget.

Gue senyumin aja mereka semua, seakan-akan gue ngomong. "lo semua udah tahu 'kan ini suami gue? Awas lo ganjen"

.
.
.
.
.
Tbc

Hey guys! Aku mau ngomong untuk kalian semua yang udah ngedukung cerita ini. Selalu voment aku berterimakasih banget.

Dan untuk kalian silent readers, atau yang vote tapi cuman part yang kalian suka doang! Aku cuman mau bilang. Mendingan kalian enggak usah baca cerita ini. Hapus cerita ini dari perpustakaan kalian.

Kalian pikir nulis itu enggak capek? Kalian enak tinggal baca. Lima menit juga selesai, aku harus nulis berjam-jam. Apa susahnya sih tekan bintang? Enggak bayar kok gratis.

Heran aja aku sama kalian para silent readers yang gak tahu diri! Udah baca karya orang setidaknya hargai. Aku tahu cerita ini masih banyak kekurangan, tapi tolong hargai juga.

Aku sebenarnya gak mau untuk nulis kayak gini. Kelihatan kayak ngemis voment, tapi kenyataannya kalian para silent readers makin enggak tahu diri!

Mohon maaf kalau aku marah- marah 🙏 tapi aku memang kesel!

Oke guys sampai jumpa di next part!

My Husband Is Ketos [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang