Chapter 11

66 18 46
                                        

Raut wajahmu yang dingin mengungkapkan segalanya padaku lebih dari kata-kata.
Bisa kusaksikan perpisahan bangkit di hadapanku bagai pasang laut.
Kutahu akan segera datang akhir bagi kita, tetapi aku tak dapat melepasmu.
Jangan berbicara, jangan pergi, peluk saja aku dalam diam, girl.

"Hold me tight-BTS"
Cr. LeeAreum9

***

Mereka yang datang secara tiba-tiba, membuatku terkejut. Tak ada satupun tatapan bersahabat dari ketiganya. Dr.  Aron mengerti dengan situasinya, dia mendorong kursiku keluar ruangan.

"Sebaiknya kuantar ke kamar sekarang ya," ucapnya sambil terus mendorong kursi rodaku dengan sedikit tergesa.

Baru beberapa langkah Dr.  Aron mendorong kursiku,  aku menghentikannya.

"Oppa,  sampai disini saja,  aku akan pergi bersama suster itu saja," kataku sambil menunjuk seorang suster yang memang ku kenal.

"Tapi ini masih cukup jauh,  aku sendiri yang akan mengantarmu!" jawabnya tegas.

"Oppa," kataku lembut sambil memegang tangannya yang sedang memegang kemudi kursi rodaku. Dia terdiam sesaat.

"Baiklah, hati-hati."

Dia menghampiri seorang suster dan memintanya untuk mengantarkanku kembali ke kamar. Tak lupa dia mencium pucuk kepalaku sebelum pergi.

Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.

Mereka itu siapa?
Ada apa dengan tatapan mereka?

Sebenarnya satu hal yang membuatku berpikir banyak adalah tatapan Dr. Myra. Kenapa dia menatapku lama tadi? Seperti ingin mengatakan sesuatu padaku.

"Sus, antar aku kembali ke ruangan Dr. Aron!" perintahku tergesa.

"Tapi," kata suster itu ragu.

"Ada yang tertinggal disana," jawabku asal.

"Baiklah."

Suster itu mulai membawaku kembali. Degup jantungku mulai tak berarutan, hatiku diliputi rasa takut.

Aku menghentikan suster itu ketika aku sudah berada dekat dengan ruangan Dr. Aron.

"Sampai sini saja, aku akan mencoba pergi sendiri, Suster boleh kembali bekerja," perintahku.

Suster itu terlihat tak yakin,  tapi beberapa saat kemudian akhirnya suster itupun membiarkanku mengayuh sendiri, dan dia pun berlalu untuk kembali melanjutkan tugasnya.

Aku dengan susah payah mengayuh kursi rodaku menuju ruangan Dr.  Aron.

Ketika aku sampai tepat di depan pintu ruangannya,  aku mendengar seseorang berteriak disana.

"HENTIKAN!!"

Kuyakini itu suara Dr.  Aron. Aku cukup kaget,  karena aku tak pernah mendengarnya semarah ini sebelumnya.

"Ayah,  kau tahu,  kau keterlaluan."

Kudengar hening tak ada yang menyahut. Hingga Dr.  Aron melanjutkan kalimatnya,  tapi kali ini dengan suara yang sangat santai tak seperti sebelumnya.

"Baiklah, jadi kalian datang kemari karena merasa terancam oleh keberadaanya?"

"Kalian bahkan tahu sendiri keadaannya sekarang.  Gadis itu mungkin takkan bisa bertahan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.  Kematian sudah ada didepannya.  Dan kalian merasa dia mengancam rencana kalian?"

Singkat [Completed] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang