5.Undangan

288 43 4
                                    

"Kertas penghilang nyawa!"

♨️♨️♨️♨️♨️

"Ngak mauu!!" Mina berteriak keras. Teriakan yang bisa saja membuat membuat appa nya jantungan beneran

"Pokoknya mina ngak mauu!"

"Apapun alasannya!"

Mina berlari kekamar mandi ia membersihkan maskernya yang sudah luntur karena air mata. Ia mina menangis siapa juga yang mau di nikahkan dengan orang yang tak dikenal dan menikah itu besok. Seperti menikah itu mudah saja

Oh, ayolah tidak ada orang yang terlalu bodoh untuk mengerti perasaan mina. Satu lift dengan orang yang tidak dikenal saja membuat mina pengen mati. Lah sekarang dia disuruh menikah dengan orang yang ia tidak kenal dia tidak tau siapa orang itu

"Appa pikir nikah itu gampang!" Mina memandangi dirinya didepan cermin kamar mandi

"Appa pikir menikah itu hanya mengikat janji suci!" Mina benar-benar frustasi. Dia tak ingin dan tak pernah ingin menikah dengan siapapun sekarang

**

June menghempaskan undangan itu didepan appa dan eomma nya di tak peduli jika pembaca cerita love late menganggap dia anak durhaka.

"Ini kan yang kalian mau?!Ini kann!" June marah besar baju kaosnya penuh dengan darah

"Rose kecelakaan dan dia meninggal karena kertas brengsek itu!" June menunjukan undangan tadi dengan amarah mengebu

"Dan sekarang kalian masih memaksa saya untuk menikah dengan gadis itu!?" June membelakangi kedua orangtuanya yang sudah tak bisa berkata apapun

"Kalian egois!"

"Cinta tidak bisa dipaksakan!"

June pergi meninggalkan orang tua. Ia melangkahkan kakinya keluar dari rumah yang sangat megah itu.

June menancap gas mobilnya. Membawanya dengan kecepatan diatas rata-rata ia ingin pergi sekarang kalau bisa ia ingin mati menyusul rose yang beberapa jam lalu masih ada di pelukannya.

Flashback on

June dan rose sekarang berada disalah satu cafe di busan. Hal ini memang sering dilakukan mereka untuk menghabiskan waktu sore

"June" panggil rose

"Apa?"

"Kapan kita nikah?" Rose merengek seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu kepada orangtuanya

"Ayolah sayang kau sudah menanyakan ini beberapa menit yang lalu" June memandang rose dengan tatapan tidak ingin kehilangannya

"Aku sudah tak ingin menjalani hubungan dengan mu" Ucap rose

"Kita putus?" June bertanya dengan mata yang menyorot tajam

"Untuk sebuah pernikahan" rose tersenyum centil ke arah june. Rose tau june bukanlah orang baik dia sering mabuk-mabukan jarang pulang kerumah tapi apa daya cinta sudah terlalu besar

Rose adalah gadis yang sedang bekerja diperusahaan june makannya ia mengenal june. Rose adalah gadis sederhana ia pergi dari rumah karena orangtuanya membuat dia frustasi. Rose meninggalkan semua gemerlap kekayaan orangtuanya dan memilih hidup di sebuah apertemen yang tidak terlalu mewah

Love LateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang