Jurnal #4

759 25 0
                                        

Kemarin malam di perjalanan pulang, saya mendapati orang-orang di jalan, beberapa berekspresi murka, lalu beberapa lagi tampak antusias. Saya memutuskan berhenti dan menyempatkan diri bertanya kepada warga sekitar. Sebab, membawa senter di saat listrik tidak padam adalah sebuah pemandangan yang tidak biasa.
Ternyata warga sedang mengejar seorang pencuri. Lima belas menit berlalu, pencuri yang entah sebab panik atau apa, berusaha melarikan diri ke arah yang salah, sang pencuri masuk ke kawasan TPU yang notabene sudah terkepung oleh warga. Dan bisa ditebak, bak tikus terperangkap sang pencuri langsung dimassa oleh warga. Bukan KITA namanya bila tidak main hakim sendiri menghadapi hal-hal semacam ini. Warga beramai-ramai memukuli, tak peduli sang pencuri sudah meringis dan meraung meminta ampun.
Segala macam sumpah serapah dilontarkan, tak lupa dengan nama-nama binatang yang ditujukan ke sang pencuri. Acara main hakim sendiri akhirnya dibubarkan ketika pihak berwajib datang ke lokasi.
.
Saya tidak bermaksud membela sang pencuri. Tapi, apa harus seberingas itukah kita dalam menghakimi orang lain?
.
Mungkin benar bahwa Sang Pencuri bersalah sebab mengambil hak/barang orang lain. Saya setuju bahwa pencuri harus diberikan sanksi atas perbuatannya. Mencuri bukan budaya kita. Hanya, banyak dari kita yang lupa, bahwa ada satu lagi budaya yang hilang, budaya mendengarkan.
.
Percaya, adanya kasus pencurian tak akan pernah jauh dari kasus ekonomi dan kebutuhan. Terlepas dari faktor individu, Bukankah kita yang menciptakan sendiri lingkungan, yang katakanlah menekan dan menuntut?
Baiknya, dia yang mencuri sebab lapar jangan dipukuli. Lebih dalam, jangan sebut ia pencuri, beda halnya kalau dia serakah dan tak kenal kenyang. Lebih dalam lagi, kita adalah pencuri yang sebenarnya.
.
Setiap ada yang di massa, mencuri, mati kelaparan atau gantung diri karena tekanan. Tanpa sadar, kita berperan atas semua kekeliruannya.

Arp, 2019.

ICARUS (Kumpulan Senandika)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang