“halo, tante. Ada apa?” salam pertama Kiki.Tante cici mulai menceritakan kejadian sesungguhnya.
Kiki kaget, mata Kiki berkaca kaca. Ia tak bisa berfikir apa yang terjadi jika ia harus menceritakannya pada teman kecilnya. “berhenti pak!” teriakan Kiki yang sempat membuat teman temannya terkejut.
Ia menghampiri tempat duduk Keynara dan langsung menariknya. “eh eh” rengekan Keynara. cameranya hampir jatuh akibat kerasnya tarikan Kiki.
Anggista yang baru sadar dari tidurnya ia langsung bingung. Ada apa? Bu Mariya menghentikan langkah Kiki. Namun sayang, Kiki tak bisa menceritakan semuanya karena itu malasah darurat juga masalah pribadi. Keynara yang ditariknya, tak henti hentinya melepas pandangan anehnya pada Kiki.
Bu Mariya tidak bisa mencegah Kiki. selesai turun dari Bus, Keynara berhasil melepas tangannya yang sedari ditahan oleh Kiki.
“kamu kenapa sih co. tiba tiba tarik tarik aku. Gila kamu ya?”
keynara mulai menegur temannya yang dianggapnya tidak jelas.
“udah, sekarang kamu diem.”
Kiki mencoba menenangkan Keynara. keynara membelakangi Kiki memberi kode jika ia sedang kesal pada Kiki.
“keynara kamu dengerin aku!”
“dengerin apa sih co. kamu langsung aja deh.”
Keynara tak bisa menahan kemarahannya pada Kiki. sementara Kiki yang akan menjelaskan sesuatu. Ia mulai gugup. Ia tidak tega pada Keynara. tanpa kata apapun, ia langsung membawa lari Keynara dengan backpacknya yang besar.
Semetara suasana didalam Bus masih rusuh. Apa yang sebenarnya terjadi. Bus melanjutkan perjalanannya. Anggista duduk sendiri. Ada kekhawatiran yang tumbuh difikirannya. sedang apa Kiki dan sahabatnya.
Bukan hanya Anggista yang merasa khawatir. Ternyata kekhawatiran tiba tiba muncul dalam diri Rizki. Kenapa? Ia baru kemarin kenal dengan Keynara. apa perasaan Keynara pada Rizki langsung tersambung lewat imaji kemarin?. Rizki yang duduk dengan Nada. Ia langsung beralih ke tempat duduk dibelakang. Nada melirik langkahan Rizki. ‘Mau kemana dia?’.
Sepuluh menit jalan kaki. Mereka sampai dirmah sakit gunadarma Bogor. ‘ada apa? Siapa yang sakit’ keynara membatin. Keynara tidak mungkin masuk rumah sakit. Disana banyak infuse. Ia merasa jika mustahil jika ia harus masuk kesana.
“key, please! Kali ini hilangin phobia kamu sama infuse! Please.”
Kiki memegang pundak Keynara yang kemudian ia hadapkan kewajahnya. Keynara bingung. apa maksud Kiki membawanya ketempat yang ia benci.
“co, nggak mungkin lah. Kamu tau sendiri kan aku benci banget sam,,”
“apa lagi Key.” Tandas Kiki.
“sekarang gini aja deh. kamu langsung aja. Ada apa?” keynara menatap lekat mata Kiki. seolah ia bersiap siap mendengarkan kata kata yang keluar dari bibir tipis kiki.
“mama sama papa kamu,,, eemm, emmm…….”
Kiki gugup. Tidak ada nyali dibibirnya.
“kenapa?” keynara mengerutkan jidatnya. Ia mulai sedikit kaget walaupun belum dijelaskan yang sesungguhnya pada Kiki. “mereka udah nggak ada.”
Keynara kaget. Hatinya patah. Ia berteriak. Mencoba meyakinkan kembali jika yang dikatakan kiki itu salah. Ia berusaha memukuli dirinya sendiri namun terhalang oleh pelukan Kiki.
Keynara terjatuh dibawah kaki Kiki. kiki membangunkan kembali Keynara. kiki kemudian membawa Keynara masuk kerumah sakit. Sementara Keynara masih ragu. Infuse yang sudah membuatnya untuk tidak bisa bertemu dengan orang tuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
JUST A DREAM
RomancePersahabatan atau cinta? Pengorbanan atau perasaan. Dialami sendiri oleh Keynara Azzurara. Hal paling bahagia adalah bersama Kiki. lalu, untuk apa seorang sahabat. Jika sahabat juga menyukai orang yang sama. jika suatu saat cinta terjawab. Dan bala...
