Sadarku menduakan Tuhanku
Titik hitam menguasai hatiku
Kegelapan diam menyelimuti tubuhku
Jemari mainkan kebusukan dosaku
Lagu mistis itu aku candu
Membawaku berenang di lautan darahku
Hanyut aku
Aahh.. aku tak sabar lagi
Sampai tiba waktunya hari
Suara sumbang keluarga
Derai tangis air mata
Tapi bukan punyaku
Bukan pula kesedihanku
Senandung nyanyian kematianku
Mengiringi langkah pengawalku
Aku penasaran, hadiah apa yang kan kuberi pada Tuhanku
Disaat rekam jejakku tak seindah impianku
Berlumuran dosa, sampai setan pun takut akan diriku
Kemana ruh akan berlabuh?
Aku tahu jawabnya
Pasti.. tempatku neraka
Kesempatan kusia-siakan
Kebaikan kuabaikan
Keinginanku mati syahid
Tapi jalan hidupku sakit
Tak bermakna
Dilema keduniaan yang fana
Hidupku dulu hanya maksiat
Waktuku habis singkirkan manfaat
Dosa ku dulang berkali-kali
Pahala bagiku hanya sebatas a dan i
Andai aku mati
Apa yang kubawa nanti
Akankah aku mampu berdiri
Angkat kepala dihadapan Ilahi
Aku mati
Meskipun terlambat, maafkan aku Tuhanku
Dari aku yang sering mengkhianatiMu
KAMU SEDANG MEMBACA
Memories
PoetryBeberapa rasa dan emosi tidak selalu diceritakan sepenuhnya, ada rasa yang hanya beberapa kata saja sudah mewakili isinya, dan ada pula emosi yang saat itu pula harus diabadikan meskipun hanya beberapa kalimat saja. Karya ini adalah puisi yang aku p...
