Hari berganti hari. Sudah 1 minggu rose berada di australia. Mengurus perusahaan daddy nya. Dia sangat sibuk, bahkan selalu melupakan makan siang atau makan malamnya.
Sementara jennie masih setia menunggu kabar dari rose. Keadaannya semakin memburuk dari hari ke hari, tidak ada kabar dari rose, bahkan pesannya tidak di balas dan nomor nya sudah tidak bisa di hubungi lagi.
Ada apa dengan rose? Pikiran itu yang selalu ada di pikirannya. Hal2 buruk yang dia takutkan terjadi disana selalu bermunculan tapi jennie terus menerus menepis hal2 buruk itu, dia percaya pada rose. Mungkin sesuatu sedang terjadi padanya.
Jennie POV
Rosieku akan kembalikan? Aku merindukannya. Kamu dimana? Kenapa aku sudah tidak bisa menghubungimu lagi? Apa aku berbuat salah padamu? Ini sudah 1 minggu kamu pergi dan tidak ada kabar sama sekali. Aku mengkhawatirkanmu rosie.
"Jen"
"Hei, kamu harus makan"
"Ji, kapan rosie pulang?"
Aku menatapnya dan dia hanya tersenyum padaku seperti biasa. Setiap hari aku selalu menanyakan tentang hal yang sama tapi kenapa dia hanya tersenyum seperti itu.
"Makan dulu ya. Rose pasti pulang. Dia hanya sedang sibuk sekarang" dan lagi2 jawabannya sama.
"Aku tidak lapar ji"
Aku butuh rosie. Aku hanya butuh rosieku.
"Jen, sedikit saja. Jangan seperti ini. Aku mohon padamu"
"Aku merindukannya ji. Sangat!"
Air mata ini, entah sudah berapa kali aku jatuhkan. Rosie, kamu dimana? Aku sangat merindukanmu. Bisakah kamu kembali? Mana janjimu?
"Jen, don't cry.... ssshh uljima"
"A-aku merindukannya ji.. hiks hiks"
"Uljima"
***
"Rose" seorang wanita paruh baya masuk dengan membawa makanan di tangan kanannya.
"Mom"
"Makan dulu, ini sudah jam makan siang" ucap mommy nya.
"Aku tidak lapar mom" tolak rose halus dan melanjutkan pekerjaannya.
"Mommy mohon, makan lah sedikit. Jangan siksa dirimu seperti ini. Daddy mu akan sedih kalo dia melihatmu seperti ini" rose sejenak terdiam. Raut wajahnya berubah, seperti menahan sesuatu yang sakit didalam nya.
"Rose, mommy tau ini sulit. Mommy juga merasakannya sayang, hanya saja kita harus tetap melanjutkan hidup kita bukan. Untuk daddy, for ur daddy rose" mommy rose memeluk rose dengan erat, dia tau anaknya masih terpukul atas kepergian daddy nya.
3 hari setelah rose berada di australia, kesehatan daddy nya semakin memburuk hingga pada akhirnya, daddy nya menyerah dengan semua dan pergi di hari kelima rose berada di australia. Kesedihan yang begitu dalam membuat rose menjadi seseorang yang lebih pendiam dari sebelumnya, bahkan dia selalu melewatkan jam makannya. Dan menyibukkan diri nya di perusahaan tanpa melihat kondisi kesehatannya.
Dia bahkan lupa dengan kekasihnya yang berada di korea sedang menunggunya. Menghilang tanpa adanya kabar.
Rose POV
Kehilangan seseorang yang menjadi bagian terpenting di hidupku membuatku hancur secara perlahan2. Aku baru menginjakkan kaki di tanah kelahiranku, menerima kenyataan pahit tentang daddy ku yang terbaring lemah melawan sakitnya, dan jelang beberapa hari, aku berharap ada kemajuan yang baik dari daddy ku tapi apa yang aku dapat adalah kepergiannya. Ya, daddy ku pergi meninggalkanku ke tempat terindah tanpa mengucapkan apa2 padaku. Bahkan dia belum melihatku kembali disini. Belum menyapaku, dan bahkan aku belum sempat bilang padanya bahwa aku juga merindukannya. Maafkan aku dad, maafkan aku.
Sudah seminggu aku disini, menyibukkan diriku dengan pekerjaanku. Melanjutkan apa yang telah daddy ku mulai. Aku ingin dia melihatku di atas sana, bahwa aku bisa membuatnya bangga. Dad, aku menyayangimu.
Dan... jen, sorry. I'm so sorry. Bukan maksudku menghilang tanpa sebab. Aku tau aku salah karena sudah menghilang dan tidak memberimu kabar sama sekali. Aku tidak ingin membuatmu khawatir, aku baik2 saja. Aku akan kembali, aku mohon beri aku waktu sedikit lagi. Tunggu aku, jen.
Aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai sekarang.
***
1 bulan kemudian.
"Presdir, tuan mino ingin bertemu dengan anda"
"Suruh saja dia masuk" ucap jennie yang kembali sibuk dengan kerjaannya.
"Hai jen" sapa mino dan langsung duduk di sofa milik jennie.
Jennie hanya meliriknya sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Ada perlu apa kamu kesini?" Tanya jennie tanpa melihat ke arah mino.
"Aku? Kesini? Hmm... untuk mengajakmu makan siang. Kamu mau kan?" Ucap mino dengan senyuman khas nya.
"Baiklah" jawab jennie dan melihat ke arah mino.
"Tapi, ini hanya makan siang sesama rekan kerja" lanjut jennie lagi lalu berdiri mengambil tas tangannya.
"Oke oke rekan kerja" mino juga ikut berdiri lalu berjalan di samping jennie.
Sesampai nya di restoran.
"Kamu mau makan apa?" Tanya mino sambil melihat isi menu di salah satu restoran italia.
"Terserah, aku ikut apa yang kamu pesan" jawab jennie dan kembali fokus pada handphone nya.
"Jen" panggil mino.
"Hmm"
"Sampai kapan kamu seperti ini?"
"Maksudmu?"
"Sampai kapan kamu menunggu seseorang yang telah meninggalkanmu" ucapan mino membuat jennie langsung menatap nya.
"Rosie tidak meninggalkanku" ucap jennie yang menahan amarah nya.
"Kamu terus membelanya, tapi apa yang kamu dapat? Tidak ada kabar dari nya bukan?!"
"Jika kamu mengajakku makan siang hanya untuk menjelekkan rosieku, kamu salah besar. Aku kekasihnya, tidak ada kata berakhir dalam hubungan kita, aku percaya padanya dan berhenti lah seakan kamu tau apa yang terjadi!" Jennie berdiri dengan amarahnya yang sudah tidak bisa ditahan lagi.
"JEN, AKU MENCINTAIMU! LIHAT AKU. KENAPA KAMU TERUS MENUNGGUNYA YANG SUDAH MENGHILANG DARI HIDUPMU?!!!" Teriak mino dan berhasil membuat para pengunjung disitu melihat mereka dengan tatapan bertanya2.
Jennie melihat ke arah orang2 yang melihat mereka dan kembali menatap mino.
"Sudah selesai bicaranya? Berhentilah! Jangan membuatku semakin 'tambah' membencimu. Aku sudah berbaik hati menerima ajakan makan siangmu, tapi kamu sendiri yang merusaknya. Harus nya kamu tau, kenapa aku tidak bisa mencintaimu. Berpikirlah dewasa!" Ucap jennie dengan tenang, lalu pergi meninggalkan mino dengan amarahnya yang terbendung.
"Aku percaya padamu rosie, bukan mulut orang2 diluar sana. Kamu menghilang pasti ada sebabnya. Aku menunggumu pulang dan mendengar semua yang terjadi padamu selama kamu menghilang. Aku mencintaimu dan akan terus seperti itu. Rosie, aku menunggumu" batin jennie sambil berjalan tegas keluar dari restoran italia.
***
I'm backkkkkk yolobuuuunnn. Maapkeun sudah menghilang hampir 1 tahun (lebay🙄).
Gue lagi sibuk nganterin BP go international🤣🙏.
Di ingetkan ya, beberapa chap bakal selesai. Dan gue ga tau bakal happy ending or sad ending.
Tergantung dari mood gue *eh😂
Yaudah, selamat membaca ya. Monggo di komen🖤
KAMU SEDANG MEMBACA
First Sight
FantasíaCinta itu bisa berawal dari pandangan pertama. - chaennie - Ps: Bahasa campur baku ama non baku:) WARNING! INI GXG AREA YA. JADI KALO GA SUKA, GA USAH BACA!😉
