I NEED U

2.2K 149 36
                                        

Australia

Dinginnya cuaca disana tidak membuat rose beranjak dari tempat peristirahatan terakhir daddy nya. Sudah hampir 1 jam, rose masih setia bercerita dengan daddy nya.

"Dad, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Bagaimana tempat daddy disana? Apa lebih baik disana? Apa daddy lebih bahagia disana? Aku berharap daddy sudah bahagia disana. Sudah tidak sakit lagi kan?" Senyum rose sambil menahan air matanya.

"Dad, disini aku mengerjakan semuanya. Semuanya yang kamu bangun dari awal, aku berusaha untuk menjaga apa yang telah kamu bangun. Aku harap kamu bisa melihatku dari sana, putri kecilmu ini sedang melakukan yang terbaik, tetap tersenyumlah disana" kali ini rose sudah tidak bisa membendung air matanya.

"Dad, bolehkah aku bertanya?" Sejenak rose diam dan memandang ke langit.

"Apakah jennie baik-baik saja disana dad? Aku yakin kamu pasti bisa melihatnya dari sana. Oh iya..." putus rose dan terkekeh sebentar. "Jennie Kim, dia kekasihku dad. Kekasihku yang sekarang entah bagaimana keadaannya. Aku meninggalkannya tanpa sepatah kata apapun, dan bahkan aku tidak menghubunginya sama sekali. Aku orang yang jahat, sangat jahat." Rose tertunduk membiarkan air matanya terjatuh.

"Aku.... aku hanya tidak ingin dia mengkhawatirkanku. Dan akhirnya aku meninggalkannya. Tapi sungguh sampai sekarang perasaan ini tidak pernah berubah, aku masih mencintainya, sangat mencintainya dad. Mianhe... jeongmal hikssss mianhee" tangis rose yang tertunduk lesu.

Seoul

"Taruh saja dimeja"

"Really? Kamu begitu sibuk sampai tidak melihat siapa yang datang?" Dengus seseorang.

"Jichuu?!"

"My jeundeuki is very busy hah?!" Sargas jisoo dan langsung memeluk jennie. "I miss you" lanjutnya.

"Sowwwyy, i miss you too" balas jennie dengan hangat.

"Jen, apa mino oppa masih menghubungimu?"

Tiba-tiba jisoo membahas tentang mino.

Jennie melihat ke arah jisoo dengan tatapan yang bingung.

"Kenapa tiba2 kamu membahas mino jisoo?" Tanya jennie.

"Hmm... dia menanyakanku"

Jennie yg tadinya sibuk menandatangani berkas tiba2 berhenti.

FLASHBACK

"Jisoo"

Panggil seorang pria saat jisoo sedang berada di cafe agensi nya.

"Mino"

Sebenarnya jisoo malas untuk bertemu dengan mino setelah apa yang terjadi kemarin. Setelah apa yang dia lakukan pada jennie, tapi jennie masih berbaik hati untuk mencabut tuntutannya.

"Bolehkah kita berbicara sebentar?" Tanya mino setelah berjalan mendekat.

"Bicaralah, aku harus pergi ke studio pemotretan" jelas jisoo.

"Baiklah, aku kesini menemuimu pertama aku ingin minta maaf atas perlakuanku terhadap jennie"

"Seharusnya lu ga usah minta maaf ke gue. Sana ke jennie, ya walaupun gue udah tau dia udah maafin lu. Entahlah, ada apa dipikirannya sampai mau memaafkan orang yg sudah perbuat hal yg sangat sangat kurang ajar" sarkas jisoo.

"Aku minta maaf" sesal mino.

"Sudahlah, udah selesai yg lu mau bicarain? Gua harus pergi" saat jisoo ingin pergi, mino langsung menghalangi jalannya.

"Mino-ssi?!" Marah jisoo.

"Apa jennie masih tetap menunggu kekasihnya itu?" Tanya mino langsung.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 08, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

First SightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang