CHAPTER 12 : LOVE U

268 29 2
                                        

"Wahh, kamu sungguh menyukai bunga ternyata" ucap seorang pria berdiri di hadapan Victoria tersenyum lembut.

Daniel memperhatikan wajah Victoria yang kebingungan membuat Daniel terkekeh.

"Maaf, tapi anda siapa ya?" tanya Victoria dengan sangat formal.

"Namaku Daniel, aku adalah kekasihmu" ucap Daniel.

"Tapi, mengapa aku tidak mengingatmu" ucap Victoria memegang kepalanya.

"Mungkin kau akan mengingatku segera" ucap Daniel sambil berjalan menuju Victoria, memeluknya dengan lembut.

Victoria hanya mematung tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun dan tak tahu harus berbuat apa.

•••
"Bisakah aku tinggal disini sebelum aku menemukan apartemen yang bisa kusewa?" tanya Daniel.

"Ehh.." Victoria bingung mau menjawab apa.

Disatu sisi Victoria tak tahu apa-apa tentang asal usul dirinya dan pria dihadapannya ini.

Victoria cuma mengangguk saja, tak tahu itu artinya iya atau tidak.

Amnesia membuatnya merasa aneh.

Rumah yang ditempati Victoria mempunyai ukuran yang lumayan besar, bahkan bisa ditempati 6 orang sekaligus.

Rumah yang ditempati Victoria mempunyai ukuran yang lumayan besar, bahkan bisa ditempati 6 orang sekaligus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"O, iya, kamu bakal kuliah bukan?" tanya Daniel.

"Kamu yang menginginkan itu dari dulu" sambungnya.

Victoria cuma melongo membuat Daniel yang tak bisa menahan tawanya.

"Lucu sekali".

Victoria mendengus sebal.

"Baiklah, maafkan aku" ucap Daniel yang masih ketawa.

Victoria merasakan perasaan yang aneh, ia merasa bahwa diantara dirinya dan Daniel ada seseorang yang sangat ia cintai, tapi ia tak mengetahui siapa.

"Daniel, apakah kau yakin bahwa selain kita, ada orang yang tidak kuingat?" tanya Victoria hati-hati membuat senyum Daniel berubah.

Seketika Daniel terdiam memandangi Victoria, tetapi menatap Victoria begitu intens.

"Dulu dan sekarang hanya ada aku dan dirimu, mungkin kau pernah mengingat pria lain selain aku, tapi percayalah bahwa aku dan kamu saling mencintai" ucap Daniel tulus sambil menggenggam tangan Victoria lembut.

Perlahan Daniel membuka perban tangan kiri Victoria dan melihat tidak ada bekas luka apapun lagi.

"Aku akan terus menjagamu dan tak akan pernah meninggalkanmu" ucap Daniel menatap lekat-lekat mata Victoria.

"Sebelumnya aku ingin memberitahumu sesuatu" Daniel melepaskan genggaman tangannya.

"Aku adalah vampire, setelah kita pacaran selama 5 tahun dan akan segera menikah, aku terinfeksi, aku menjadi vampire, terkadang aku meminum darah hewan, tetapi ketika aku mencium darah manusia, aku lepas kendali seperti kehilangan akal".

"Membuatku terpaksa meninggalkanmu, aku takut aku membunuhmu Victoria, aku telah membunuh banyak manusia sebelumya" ucapnya tertunduk, kepalanya ia tundukan kearah bahu Victoria.

Victoria mengelus pelan kepala Daniel.

Daniel harus menjelaskan, agar tidak ada yang disembunyikan kembali.

"Aku menerima dirimu Daniel, aku juga sepertinya tahu bahwa aku mencintaimu begitu dalam" Victoria memeluk Daniel begitu dalam.

•Victoria's POV•

Aku mengetahui sekarang, bahwa aku sangat mencintai Daniel, dulu dan sekarang, tetapi perasaan yang terdalamku mengatakan bahwa ada seseorang yang menungguku.

Seseorang yang sangat kukenal, yang sangat berarti bagi hidupku, tetapi aku tak tahu siapa.

•••

Malam menghampiri, Daniel tidur di kamar yang berbeda denganku.

"Aku tak bisa tidur" ucap Daniel sambil mengetuk pintuku.

Aku membuka pintu kamarku.

"Aku juga" kekehku.

"Tapi besok kita akan masuk kuliah bukan? aku sudah mendapat pinjaman, dan akan bekerja part time di kafe dekat area kuliah nanti" sambungku.

"Aku juga besok bakal mencoba melamar untuk kerja disana" ucap Daniel.

"Tapi menejerku bilang kalau kafe tersebut sudah tidak menerima karyawan lagi".

"Tenang saja, aku bakal diterima dengan mudah" ucap Daniel dengan gayanya yang sangat yakin atau bisa disebut 'pd'.

"Jadi sekarang bisakah aku tidur denganmu?" Daniel memeluk pinggangku.

Saat aku mulai mencoba memejamkan mata, aku menghadap kearah samping dan melihat Daniel yang sudah tertidur, mukanya sangat tampan.

Bak patung dewa Yunani, hidung yang mancung, rahang yang tegap, kulitnya yang putih pucat membuat dia sungguh 'perfect'

"Aku tahu bahwa aku sangat tampan" ucap Daniel sambil tersenyum tetapi tetap sambil memejamkan matanya.

"Aku tahu bahwa aku sangat tampan" ucap Daniel sambil tersenyum tetapi tetap sambil memejamkan matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiba-tiba ia menghimpit ku dan memelukku kedalam dekapannya.

Dadanya yang bidang membuatku nyaman dan tak terasa aku sudah terlelap di alam bawah sadar.

"Selamat malam, My Princess" Daniel mencium pucuk kepalaku.

•••
Next Chapter Jika View Mencapai 1.98K...makasihhh ❤️❤️❤️❤️

MY DEAR VAMPIRE <<TAMAT>>Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang