•Victoria's POV•
Bagiamana mungkin aku melihatnya tengah duduk di bangku taman. Mengapa melihatnya begitu menyakitkan, apa yang sebenarnya telah terjadi?
"Vic..."
Kemudian aku meneruskan langkah ke kampus, sesekali kembali melihat Jason yang terus memperhatikan sambil tersenyum kecil.
Di kampus, aku banyak bertemu teman, Anne, merupakan teman dekatku saat ini.
"Kenapa Vic, mikirin Daniel ya?" Anne berusaha menggoda ku.
"Iyain aja dah" ucapku, lalu berjalan menuju kantin dengan Anne di sebelahku.
Setelah dari kampus, aku pergi dengan Daniel menuju kafe di seberang kampus.
"Woahh, tampan" ucap salah satu pelanggan di kafe.
Dan ketika manejer kafe datang, Daniel langsung di terima.
"Kan sudah aku bilang" bisik Daniel.
"Iya" balasku tersenyum kecil.
Ketika salah seorang pria masuk, aku melihatnya, tetapi tak mengenalnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia memesan kopi americano.
"Baik, atas nama siapa?"
"Jason."
Kemudian aku sedikit terkejut melihat kearah matanya, mata yang sayu.
Aku melihat kearah sekeliling ku, disitu tepat saat aku melihat matanya, waktu disekeliling kami terhenti.
Kaget.
Daniel merangkul pinggangku.
"Jangan ganggu dia, Jason".
"Victoria, apa kau mengenalku?"
Apa yang harus aku jawab, aku bahkan hanya tahu namanya, tetapi bagiku, ia sangat begitu dekat denganku.
Waktu di jam dinding masih saja tidak berjalan sedikitpun.
"Vic, Kau mencintaiku kan".
Air mataku tiba2 menetes begitu saja, bagimana satu ucapan dari pria yang tak kukenal membuat aku terguncang.
"Mari kita pergi dari sini".
Ruang dan Waktu kembali di reset oleh Daniel.
Sekarang Aku, Daniel, Jason berada di tempat lain, tempat yang pernah kulihat dimimpi.
Penjara bawah tanah.
Seketika kepalaku sakit, aku terjatuh dan memegang kepalaku sekuat tenaga, dan ingatan2 itu mencoba memasuki kepalaku.
Rasanya berat tetapi aku ingin mengetahui semuanya.
"Jason?"
"Iya, Victoria, ini aku"
Aku berlari kearah Jason dan memeluknya.
Jason mengelus kepalaku.
Ketika aku melihat kedepanku, aku melihat Daniel tersenyum.
"Seharusnya aku jujur padamu dulu vic" ucapnya dengan nada penyesalan.
"Maafkan aku Daniel".
"Kau memilihnya?".
Victoria terdiam.
"Maaf".
KAMU SEDANG MEMBACA
MY DEAR VAMPIRE <<TAMAT>>
Vampire"Tolong jangan takut kepadaku, aku juga tidak ingin menjadi seperti ini, kumohon kembalilah kepadaku". ~ Jason Brithson "Aku masih ingin memiliki hatinya, tetapi mengapa semuanya berubah ketika ku mengetahui fakta ini dan kembali menyisihkan serpiha...
