"Tolong jangan takut kepadaku, aku juga tidak ingin menjadi seperti ini, kumohon kembalilah kepadaku".
~ Jason Brithson
"Aku masih ingin memiliki hatinya, tetapi mengapa semuanya berubah ketika ku mengetahui fakta ini dan kembali menyisihkan serpiha...
Aku memilih dia. Dia yang menemaniku, aku ingin terus bersama Jason, tetapi aku sudah berjanji kepada diriku tidak akan meninggalkan nya.
Kemudian aku teringat bagaimana semua ini terjadi, andaikan aku tidak ada.
Seandainya.
Seandainya aku bisa memiliki kehidupan normalku, orang tua ku masih hidup, nenekku juga, rasanya aku sudah tidak tahan dengan semua ini.
"Jason?" tanyaku
Dia menoleh kearahku.
"Kau membunuh orang tuaku, apakah kau tahu, bahwa ak sebenarnya masih belum bisa memaafkan mu".
Jason terdiam sesaat kemudian menatapku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku percaya Vic, kau tahu sendiri alasannya mengapa aku melakukan semua ini".
Setelah itu aku menoleh kearah Daniel.
"Daniel, kau tahu apa yang membuatku senang?". Ucapku yang mulai berlinang air mata.
Ia juga menoleh kearahku.
"Kita bisa bertemu kembali". "Maaf Daniel, aku memilih Jason..."
"Aku memang bukan orang baik Daniel, aku tidak bisa meninggalkan Jason, dia sudah tidak memilik siapa-siapa-" ucapaku terhenti.
"Kau tahu juga aku juga tidak memiliki siapa-siapa yang menyayangiku" isak Daniel.
Begitu pilu kulihat wajah Daniel, disisi lain aku melihat Jason juga.
Aku menggenggam Daniel dengan kedua tanganku.
"Mari kita akhiri ya..." ucapku kecil, mencoba tersenyum menatap Daniel.
Aku dan Daniel berpelukan sebagai salam perpisahan.
Ketika aku mencoba melepaskan pelukan itu, seakan Daniel semakin erat berpelukan.
Pada akhirnya Daniel pergi.
"Ayo Vic, kita kembali" Ucap Jason yang memperhatikanku.
Aku hanya mengangguk.
• Di Mansion Jason •
Jason tetap menggenggam tanganku seakan tidak ingin melepaskannya.
Ketika pada saat kami melangkah masuk, aku melihat seorang perempuan, berambut coklat panjang, berlari memeluk Jason.
Aku tercengang.
"Halo, aku adiknya Jason, namaku Irene" ucapnya tersenyum kearahku sambil memeluk pergelangan tangan Jason.
"Aku Victoria" ucapku balas tersenyum.
"Vic, ayo istirahat dulu, pasti sangat berat untukmu sekarang" ucap Jason.
• Di kamar Victoria •
Aku menarik tangan Jason masuk ke kamarku, dan menguncinya dari dalam.
Aku melihat dia menantikan penjelasan.
"Dia adik tiriku, berbeda ibu" jelas Jason.
"Dia akan tinggal disini karena ibunya menyuruhku menjaganya untuk sementara waktu, ibunya ingin mengurus masalah perjanjian dengan para warewolf dan penyihir".
Aku hanya mengangguk.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Kak Jason, ada seseorang dekat pintu mansion, dia bilang ia ingin menemui kak Victoria" ucap Irene.
Jason agak kesal ketika ia tahu bahwa itu pastilah Daniel.
Ketika aku dan Jason melihat Daniel di depan pintu.
Daniel hanya menitipkan sesuatu untukku, sebuah kotak.
Kemudian dia menghilang...
Pada saat jam makan malam, aku, Irene dan Jason makan dengan sangat tenang, kami membicarakan banyak hal, melupakan rasa bersalah, sedih, marah sejenak.
~~~
Pada saat aku dikamar, aku melihat pemberian kotak Daniel, dan membuka isinya, yang kudapati adalah sebuah belati perak.