CHAPTER 4 : KEMBALI KEPELUKANNYA

521 75 14
                                        

"Mau kemana anda?" tanya salah satu penjaga.

"...".

Dengan sekejap Victoria menghentikan waktu, ia menoleh kebelakang, terlihat bahwa Jason sedang berdiri di atas tangga.

Kagetnya Victoria mendapati bahwa Jason tidak terkena pengaruh kekuatannya, hanya para pengawal dan beberapa pelayan wanita yang melintas saja.

"Mengapa kau mencoba kabur?" sinis Jason.

Baru kali ini Victoria mendengar ucapannya yang sangat dingin, badan Victoria sangat ketakutan ketika tertangkap basah.

"Aku benci kepadamu, kau sudah membunuh keluargaku".

Hening.

"Kembalilah ke kamarmu". Ucapnya.

"Tidak akan pernah!, kau sudah membunuh keluargaku".

Kemudian dalam hitungan detik mendapati bahwa Jason sudah berada di hadapan Victoria.

"Aku membunuh mereka karena mereka juga membunuh orang tuaku".

'Jadi semua ini semacam pembalasan dendam', pikir Victoria.

Tapi apakah benar demikian.

Atau itu hanya pura".

Berdiri berhadapan membuat Victoria tak berani langsung menatap mata Jason yang seakan-akan mengintimidasinya.

"Tatap mataku" tukas Jason.

Victoria perlahan melihat manik mata Jason, begitu mempesona, tetapi segera ditangkis pikiran itu.

Tangan Jason segera memeluk badan Victoria, "aku mencintaimu" ucapnya.

Tak sadar Victoria menangis ditengah-tengah mension dengan penjaga-penjaga bak patung.

"Bahkan kau tidak mempedulikan..ku..hiks..".

"Mulailah yang baru, denganku, bersamaku".

Victoria mengangguk pelan.

Ia tak punya pilihan lain, jika bisa ia ingin mati.

Esoknya, Jason memutuskan untuk sekolah, bukan untuk belajar, tetapi menemani Victoria.

'Posesif'.

"Aku mengetahuinya" gerutu Jason sambil memakan sarapannya.

Sambil duduk berhadapan dengan Victoria, Jason akui ia seperti memakan pasir saat ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sambil duduk berhadapan dengan Victoria, Jason akui ia seperti memakan pasir saat ini.

Bukan karena adanya Victoria melainkan ia tak terbiasa memakan makanan manusia.

Hanya demi Victoria, ia mau memakan makanan seperti ini.

Tanpa Victoria tahu, bahwa Jason juga manusia yang dirubah menjadi vampire dan ia sudah terbiasa meminum darah selama 100 tahun lamanya.

"Kau tidak suka?" tutur Victoria.

"Tidak, aku sangat menyukainya" sambung Jason sambil memakan semua rotinya yang telah dibuat Victoria untuknya.

Victoria tersenyum.

Apakah itu tersenyum terpaksa atau apa.

Setelah sekian lama akhirnya Victoria kembali tersenyum, Jason sangat bahagia untuk saat ini dan berharap waktu berhenti untuk sesaat.

Sebenarnya Jason dari tadi memperhatikan Victoria.

Ia sangat ingin mencicipi bibir manis Victoria.

Jason terlihat bersusah payah menghindari tatapannya kearah Victoria. Dan ia tahu bahwa Victoria masih belum bisa menerimanya untuk saat ini.

Akhirnya mereka berdua berangkat ke sekolah dengan menggunakan mobil.

Akhirnya mereka berdua berangkat ke sekolah dengan menggunakan mobil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MY DEAR VAMPIRE <<TAMAT>>Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang