"Turun" Amora belum merespon ucapan Alvaro
"Turun" lagi-lagi Amora tidak merespon ucapan Alvaro, yang membuat Alvaro menoleh kesamping. Ia mendapati Amora yang sedang tertidur dan Alvaro dengan perlahan jalan keluar dari mobil.
"Alvaro, kita dimana nih?" ucap Amora yang masih mengumpulkan seluruh nyawanya.
"Alvaro! Kita dimana!" Amora menoleh dan tidak mendapati Alvaro di sampingnya, lalu Amora menurunkan kaca mobil melihat keselilingnya ia melihat Alvaro yang sedang duduk di starbucks.
"Anjir gue tidur berapa lama, malu banget ya tuhan" batin Amora
Amora keluar dari mobil Alvaro dan menghampiri Alvaro yang sedang meminum caffe americano.
"tega bener ya lo! Ninggalin gue didalem mobil sendirian, dalam keadaan tidur pula!" kata Amora yang sudah duduk didepan Alvaro, dengan suara yang meninggi
Alvaro menyodorkan vanilla late yang ia pesan untuk Amora
"minum" kata AlvaroAmora yang sedari tadi diam seribu bahasa langsung menoleh dengan mata yang berbinar-binar ketika mendapati minuman dengan rasa favoritnya.
"wah lo tau dari mana kalo gue suka vanilla, btw ini gratis kan? Lo gak masukin racun kan di minumannya?"
"bawel" jawab Alvaro
"kan gue nanya" kata Amora sebal
Tanpa berkata apapun, Alvaro langsung beranjak dari tempat duduknya membuat Amora mau tak mau mengikutinya.
"ke mana?" tanya Amora
"mobil" jawab Alvaro singkat.
•••
"Thanks udah nganterin gue balik" kata Amora ketika ia sudah turun dari mobil Alvaro
Alvaro hanya mengangguk menanggapi ucapan Amora
"udah sore, mending lo balik" kata Amora
"ngusir?" tanya Alvaro sambil menaikkan satu alisnya
"e-enggak gitu ih" jawab Amora kikuk, pasalnya Alvaro salah menanggapi ucapannya
"cuma takut orang tua lo nyariin" lanjut Amora sambil tersenyum
"gue balik" kata Alvaro, lalu menutup kaca mobilnya
"Hati-hati Al" kata Amora sambil melambaikan tangannya.
Setelah mobil Alvaro sudah tidak kelihatan dari pandangannya, Amora berjalan masuk kedalam dan langsung menutup pintu rumahnya.
"hai sayang, kok baru pulang?" tanya Zahra kepada Amora, yang berjalan ke arah ruang tamu
"hehe tadi abis main dulu Ma" jawab Amora sambil cengengesan
"Ma, kok dia itu dingin banget ya? udah gitu irit ngomong lagi" kata Amora kepada mamanya
"dia siapa sayang?" tanya mamanya heran
"Alvaro ma, kadang kalo ngomong cuma satu dua kata. yang bikin orang gak ngerti"
"hush, jangan sembarang ngomong gitu, mungkin aja Alvaro punya masalah yang kamu gak tau sampai dia bisa jadi kayak gini"
"Tapi mama setuju kok kamu sama dia, dia ganteng dan sopan" lanjut mamanya
"ganteng sih, cuma dinginnya itu loh gak ke tolong"
"lalu apa bedanya sama kamu?" tanya mamanya yang membuat Amora mengerucutkan bibirnya sebal
"Mor, sebeku apapun es, dia pasti akan mencair dengan sendirinya. Mungkin sekarang Alvaro masih begini ke kamu tapi coba lihat kedepannya mungkin Alvaro berubah"
"tau ah males aku bahas dia, Amora ke kamar dulu ya, Mah"
Lalu Amora meninggalkan Mamanya dan mulai berjalan menuju kamarnya. Sebenarnya Amora berniat ingin tidur tetapi karena sebentar lagi menjelang maghrib, jadi ia membatalkan kegiatan tersebut.
"gue kok jadi keinget omongan mama ya, emang dia punya masalah apaan?" tanya Amora kepada dirinya sendiri.
"dih, kok gue jadi kepo tentang dia segala sih" kata Amora
Lalu Amora mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi Line untuk menghubungi seseorang.
Amorakylnda:
Udah sampe?Alvarorhdian:
Udh.Amorakylnda:
Oke.Setelah itu Amora langsung turun kebawah untuk makan malam bersama mamanya.
"PAPA" teriak Amora dari arah tangga, dan berlari menuju papa nya yang sudah duduk dimeja makan.
Setelah sampai dihadapan papanya Amora langsung bersalaman dan memeluk papanya erat
"Papa apa kabar?" tanya Amora
"baik seperti yang kamu lihat sekarang, kamu juga apa kabar?" kata papa Amora
"aku juga baik kok" jawab Amora tersenyum
"betah banget si pa di Amsterdam, gak kangen aku sama mama apa?" kata Amora mengerucutkan bibirnya
"papa kan disana ngurusin perusahaan sayang, kalo soal kangen ya pastinya kangen banget" kata papa Amora
"udah-udah, mending sekarang kita makan dulu" kata Mamanya dari arah dapur
"kayaknya Amora udah selesai, Amora ke kamar dulu ya ma, pa" kata Amora kepada kedua orang tuanya.
Sesampainya Amora dikamar, ia langsung merebahkan dirinya dikasur kesayangannya. Saat ingin memejamkan mata tiba-tiba ponsel nya bergetar.
Drettdrett...
Alvarorhdian:
Tdr.Amorakylnda:
Barusan mau meremAlvarorhdian:
🌃Amorakylnda:
Ha? Maksudnya?"maksudnya apaan dah?" gumam Amora
Amora tak mengerti dengan chat yang dikirimkan Alvaro, ia menunggu apa arti dari chat tersebut namun tak kunjung dibalas oleh Alvaro.
Akhirnya Amora terpejam dengan sendirinya dan mulai memasuki alam mimpinya.
---
A/n
Hai
Gimana sama part ini?
Makin membosankan? atau makin penasaran? WkwkSo, jangan lupa tinggalkan jejak:)
Keep waiting and see you soon
Salam cinta penulis amatir istrinya ooh sehun
Bye!

KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Boy vs Cool Girl
Jugendliteratur"Jangan terlalu datar, Udah kayak tembok aja" -Amora "Jangan terlalu cuek, Udah kayak bebek aja" -Alvaro Menurut Amora, Alvaro itu cowok dingin dengan tingkahnya yang membuat cewek klepek-klepek. cowok dingin yang buat orang penasaran tentang diriny...