"Amora udah selesai sarapan, Amora berangkat dulu ya Ma, Pa" ucap Amora lalu bangkit dari duduknya.
"Kamu yakin sayang, mau sekolah?" Tanya Ardhan
"Yakin dong Pa" jawab Amora seraya tersenyum samar
"Tapi muka kamu masih pucet sayang, yakin kamu kuat?" Tanya kembali Zahra
"Kuat dong, anaknya siapa dulu" jawab Amora sambil terkekeh pelan meyakinkan kedua orang tuanya, karena memang dirinya sudah merasa pulih walaupun memang mukanya terlihat pucat.
"Dengan syarat pergi dan pulang dengan Papa" ucap Ardhan
"Yah tapi Pa, Amora kan bisa bawa mobil sendiri" ucap Amora
"Tidak ada penolakan" ucap Ardhan tegas.
"Huft oke deh" ucapnya pasrah.
Sekitar 15 menit mobil Ardhan sudah berhenti sempurna didepan halaman sekolah SMA pelita Nusantara.
"Amora masuk dulu ya Pa" ucapnya lalu menyalimi tangan Ardhan.
"Iya take care sayang" ucap Ardhan seraya tersenyum hangat kepada anak semata wayangnya ini.
Saat ini Amora sedang berjalan koridor sekolah menuju kelasnya, tetapi jalannya terhenti karena ia mendengar dehem seseorang yang sangat ia kenali.
"Eh Al" ucap Amora seraya tersenyum dan Alvaro pun membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis.
"Bareng" ucap Alvaro seraya mensejejerkan posisinya tepat disamping Amora.
"Kemana?" Tanya Amora
"Kelas" jawab Alvaro, lalu menggenggam erat tangan Amora.
Perlakuan Alvaro barusan membuat dirinya tercengang, pasalnya mereka sudah lama tidak seperti ini yang membuatnya terasa gugup.
Perjalanan keduanya sangat hening, tidak ada yang membuka percakapan hanya terdengar suara hentakan sepatu atau kicauan murid lainnya yang juga berlalu lalang di koridor tersebut.
Dan saat ini mereka sudah sampai didepan kelas mereka berdua, kelas 12 IPA 1 yang berdampingan dengan kelas 12 IPA 2.
"Selamat belajar" ucap Alvaro sambil tangannya membelai rambut coklat Amora.
Setelah itu keduanya masuk ke kelas masing-masing tanpa berkata apapun lagi.
"Yang pagi-pagi udah digandeng sama pangerannya mah beda lah ya" kompor Almira
"Apa sih lo, berisik tau" cibir Amora
"Sok gitu, padahal pipinya udah kayak tomat busuk" ledek Jessi
Lalu seseorang menghampiri Amora, seraya duduk di bangku depannya yang masih kosong karena pemiliknya belum datang.
"Gimana keadaan lo?" Tanya Azka seraya memegang tangan Amora
"As you can see" jawab Amora
"Heh, tuh tangan jangan modus ya!" Sewot Alysa
"Sirik ae lo titisan miper" celetuk Azka
"O em te de ji, orang cantik kayak gini dibilang titisan miper. Dasar kutil kebo" sebal Alysa namun tak dihiraukan oleh Azka yang sudah kembali ketempat duduknya karena seorang guru sudah masuk ke kelas mereka.
"Eh Mor, kok lo diem aja sih pas Azka tadi megang tangan Lo?" Tanya Jessi heran.
"Terus gue harus apa?" Tanya Amora sambil menaikkan satu alisnya
"Ya lo gak takut Alvaro ngeliat gitu? Dan Lo juga biasanya selalu risihan gitu" ucap Jessi
"Gini ya Jessi sayangku, karena Azka juga sahabat gue masa kecil yang sempat terlupakan sama kayak Alvaro" jelas Amora

KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Boy vs Cool Girl
Teen Fiction"Jangan terlalu datar, Udah kayak tembok aja" -Amora "Jangan terlalu cuek, Udah kayak bebek aja" -Alvaro Menurut Amora, Alvaro itu cowok dingin dengan tingkahnya yang membuat cewek klepek-klepek. cowok dingin yang buat orang penasaran tentang diriny...