Happy Reading
Seusai mengantarkan Alvaro, Amora duduk bersender disofa ruang tv yang berada dirumahnya.
Saat sedang asik menikmati film yang sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara mamahnya yang membuat ia harus menunda kegiatannya .
"Amora, mamah minta tolong anterin kue ke rumah Tante Erlin ya" kata zahra
"Siap laksanakan bu bos" kata Amora, sambil hormat kepada mamahnya
Lalu Amora langsung melaksanakan apa yang disuruh oleh mamahnya.
Amora sudah berada didepan rumah Alvaro. saat dirinya ingin mengetuk pintu rumah tersebut, seseorang sudah membukanya terlebih dahulu, yang membuat dirinya terlonjak kaget.
"Astagfirullah, bikin kaget aja" kaget Amora sambil mengusap-usap dadanya, sedangkan Alvaro hanya menatapnya datar.
"Bunda lo ada?" Tanya Amora
"Ada, kenapa" kata Alvaro, sambil menaikan satu alisnya
"Mau nganterin titipan dari mamah gue, btw lo mau ke mana?" Kata Amora
"Seleksi buat cup di sma gajah Mada" jawab Alvaro dan Amora menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Setelah Alvaro pergi dari hadapan dirinya, Amora langsung memasuki rumah Alvaro.
"Kak Amora" sapa Keyla, adik Alvaro
"Hallo cantik" jawab Amora sambil tersenyum
"Eh Amora, tumbenan main kesini. Ada apa sayang?" Kata Erlin dari arah dapur, lalu menghampiri Amora.
"Amora ke sini mau nganterin titipan dari mamah tan" jawab Amora
"Wah makasih ya, Alvaro nya baru aja pergi" kata Erlin
"Iya tan, tadi juga gak sengaja kok papasan didepan pintu" kata Amora
"Kalo gitu Amora pulang dulu ya Tan" lanjutnya
"Iya sayang, bilangin mamah ya kata tante Erlin makasi banyak" kata Erlin sambil tersenyum hangat kepada Amora.
"Iya tan, pasti Amora sampein kok" kata Amora, lalu melangkahkan kakinya keluar rumah Alvaro.
×××
"Wih babang Al" sapa Ezra, saat melihat Alvaro berjalan menghampiri mereka.
"Telat lima menit lo bro" ledek Arga
"Bacot, mana yang laen" kata Alvaro
"Tuh" lalu Arga menunjuk anak-anak yang lain menggunakan dagunya.
"Si Aksa ngambil sepatu lama bener buset, udah kek cewek lagi make up aje" ucap Kevin
Lalu terdengar decitan sepatu khas milik seseorang.
"Sori kalo bentar" kata Aksa yang sudah memakai sepatu basketnya.
"Lama bego" kata Kevin sambil menonyor kepala Aksa.
"Ayo kita mulai latihannya, dimulai dengan pemanasan terlebih dahulu" kata Pelatih.
mereka semua menuruti apa yang diucapin oleh pelatih itu. Lalu mereka melakukan pemanasan relax terlebih dahulu yang dipandu oleh sang pelatih.
"Pemanasan selesai. Bapak dan Alvaro akan menseleksi anak baru terlebih dahulu, yang lain boleh latihan sendiri diluar" ucap pelatih, yang membuat para anak basket mengehentikan aktivitasnya.
"Baik pak" jawab semua anak basket.
Lalu mereka semua keluar dari ruang GYM sekolah, kecuali Alvaro yang berada disana untuk menseleksi anak basket yang baru masuk.
"Baiklah yang pertama saya akan melatih Adrian terlebih dahulu?" Ucap sang pelatih
"Alvaro, kamu latih anak-anak yang lain" laniutnya
"Iya pak" jawab Alvaro, lalu menghampiri yang lainnya.
"Dimana posisi kamu?" Tanya sang pelatih kepada Adrian
"Center pak" jawab Adrian
"Baiklah, sekarang kau menjaga didepan saya. Saya akan mendrible bola basket ini sambil menggunakan teknik yang akan saya ajarkan" ucap pelatih
Adrian langsung menjaga didepan pelatih itu. Lalu pelatih mulai mendrible bola basket tersebut dengan sangat kencang, membuat Adrian harus lebih fokus kepada bola.
Dunkkkkkk!!
Terdengar lemparan bola basket dengan begitu keras.
"Apa itu tadi?" tanya Aksa, yang tiba-tiba masuk lalu diikuti anak-anak yang lainnya.
"Ini adalah teknik yang disebut dunkblenasion memang keliatannya mudah. Tapi jika kalian melakukannya mungkin akan sangat sulit" ucap sang pelatih dengan jelas
"Saya ingin mencoba pak" kata Ezra, sambil mengangkat satu tangannya
"Baiklah Ezra, coba kamu drible sebagai seperti saya tadi" ucap pelatih
Pelatih tersebut langsung berhadapan dengan Ezra, lalu Ezra langsung mendrible bola basket tersebut dan...
Prakkkkk
Pelatih itu mampu menangkis bola tersebut, hingga keluar dari batasan garis.
"Eh buset, kok bisa gini" gumam Ezra
"Pak bisa saya mencoba ulang" ucap Kevin
"Bisa, tapi kamu harus ingat ini ada tekniknya" jawab pelatih, dan Kevin menganggui
"Cukup sampai sini dulu, apa ada yang mau bertanya mengenai teknik ini?" Ucap pelatih
"Saya pak" kata Haikal
"Ya silahkan"
"Kenapa lawan tidak sadar sama lemparan bolanya" tanya Haikal
"Karena kamu mendrible bolanya dengan sangat kencang, sehingga lawan kehilangan konsentrasinya" jawab pelatih itu dengan jelas
"Baiklah Alvaro, coba sekali lagi" lanjut pelatih
Alvaro langsung berdiri berhadapan dengan pelatih dan...
Dunkkkkkk
Suara lemparan bola basket tersebut mampu mengagetkan semua orang yang berada dalam GYM tersebut.
"Mantep gilaa Al" kata Kevin bangga
"Bagus Alvaro, semua teknik sudah kamu kuasai" puji pelatih itu, kepada Alvaro dan Alvaro hanya tersenyum sekilas.
"Baiklah kalian sudah bapak izinkan pulang. Ingat, istirahat yang cukup dan sampai ketemu besok dipertandingan" jelas sang pelatih
"Siapp pakk" jawab anak basket dengan kompak.
√√√
_Tbc_
Maaf kalau part ini gaje beut🙂
Intinya jangan lupa tinggalkan jejak vomments gaiz
Keep waiting and see you soon
Thank you🤗
Bye

KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Boy vs Cool Girl
Ficção Adolescente"Jangan terlalu datar, Udah kayak tembok aja" -Amora "Jangan terlalu cuek, Udah kayak bebek aja" -Alvaro Menurut Amora, Alvaro itu cowok dingin dengan tingkahnya yang membuat cewek klepek-klepek. cowok dingin yang buat orang penasaran tentang diriny...