'eungh'
Alvaro yang sedang memainkan ponselnya, langsung menoleh dan mendapati gadis yang berbaring di atas ranjang rumah sakit. Sedang meringis memegangi kepalanya.
"Udah sadar?" Tanya Alvaro
'Deg'
"Suara itu" batin gadis tersebut.
Ya suara itu, dia sangat merindukan suara itu. Suara seseorang yang dulu selalu bersamanya.
"Ada yang sakit?" Tanyanya kembali.
Dia sangat merindukan suara itu, sungguh merindukan.
"Alvaro" ucap gadis itu lalu memeluk Alvaro.
"Al, gue kangen lo" ucapnya terisak
"Kenapa lo pergi, tanpa ngabarin gue" tanyanya yang masih terisak
"Udah inget?" batin Alvaro bertanya.
"hiks...hiks Lo jahat Al"
"Lo jahat, bukannya Lo udah janji gak akan pernah ninggalin gu--"
"Aww" gadis itu tak sanggup melanjutkan kata-katanya, akibat rasa sakit yang menyerang kepalanya.
Alvaro yang merasa khawatir pun langsung melepaskan pelukan Amora darinya dan membaringkannya di ranjang rumah sakit, lalu memanggil dokter.
"Apa yang terjadi sama Amora dok? Kenapa dia masih ngerasain sakit di kepalanya?" Tanya Alvaro yang tersirat nada khawatir diperkataanya.
"Nak Alvaro jangan khawatir. Ini hanya efek dari benturan itu yang terkadang membuatnya masih merasa pusing" jelas dokter tersebut.
"Terimakasih dok" ucap Alvaro
"Sama-sama, kalau gitu saya pamit terlebih dahulu" kata dokter tersebut dan Alvaro mengangguk.
"Gak usah banyak gerak" kata Alvaro lalu duduk di kursi samping ranjang Amora
Amora yang tadinya sedang memejamkan matanya pun langsung membuka matanya dan mengangguk.
"Mama ke mana?" Tanya Amora, sambil menghadap ke arah Alvaro
"Pulang, ngambil baju" jawab Alvaro.
"Gue seneng, Lo udah inget lagi" gumam Alvaro tetapi mampu didengar oleh Amora.
Amora hanya diam menatap Alvaro tanpa menjawab perkataannya.
"Al" panggilnya lirih
"Gue kangen lo" lanjutnya
Mendengar itu Alvaro tersenyum dan tangannya mengusap sayang kepala Amora.
"Mor" panggil Alvaro kepada Amora yang sedang menghadap ke arah lain.
"Hmm" dehem Amora sebagai jawaban
"Kalau gue minta untuk mulai semuanya dari awal lo mau?" Tanya Alvaro dan Amora spontan langsung menghadapkan kepalanya sempurna ke arah Alvaro.
"Maksudnya?" Tanya Amora tak mengerti.
"Will you be my girlfriend" ucapan Alvaro mampu membuat mata Amora terbelalak sempurna
"Jawab Mor, malah bengong" ucap Alvaro sambil menahan tawanya akibat melihat ekspresi bengong milik Amora yang menurutnya sangat menggemaskan.
Setelah sadar akan situasi akhirnya Amora menjawab.
"Y-yes i Will" jawab Amora terbata-bata
Lalu tanpa berkata apa pun Alvaro kembali memeluk Amora dengan erat, seakan tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Cool Boy vs Cool Girl
Teen Fiction"Jangan terlalu datar, Udah kayak tembok aja" -Amora "Jangan terlalu cuek, Udah kayak bebek aja" -Alvaro Menurut Amora, Alvaro itu cowok dingin dengan tingkahnya yang membuat cewek klepek-klepek. cowok dingin yang buat orang penasaran tentang diriny...