PART 6

1.6K 105 7
                                    

"Takdir gak salah. Mungkin
Momennya aja yang
kurang tepat."

Atmosfer panas terpaksa harus Anneth hirup. Sebenarnya sangat muak jika harus masuk kelas ini. Mengingat insiden yang melanda urat malu nya tadi pagi. Kaki melangkah satu langkah memasuki kelas.

"Neth! Emang di foto itu beneran?" tanya Clinton saat Anneth baru saja masuk kelas. Diikuti Gogo dan Friden yang mengejar mendekat.

"Tapi gue gak percaya kalo lo PHO."

"Beneran gak sih tadi?"

"Klarifikasi dong Neth."

"Terus itu jaket siapa?"

"Ketemu dimana lo Neth?"

"Iku temenan apa ora?"

"Wah lo terciduk Neth."

"Itu bohong kan? Hati gue tersayat lihat foto itu," ucap Clinton mengguncang pelan bahu Anneth

"Bisa diem gak!"

Sontak Clinton, Gogo dan Friden yang dari tadi melontarkan berbagai pertanyaan diam seketika.

Ia menatap lekat-lekat tiga cowok yang terkesiap di hadapan nya.

"Gue bukan PHO! Puas!" katanya penuh penekanan. Lantas ia menjatuhkan diri di bangku. Mengedarkan pandangan dengan malas melihat gerombolan siswi yang langsung diam berbisik-bisik saat Anneth datang. Anneth memutar bola matanya malas.

Lebih baik menutup dua telinga daripada harus susah payah menutup semua mulut orang.

Charissa menepuk bahu Anneth. "Lupain aja yang tadi. Gak penting."

"Gue tau." lantas berdecak remeh. "Cih! Murahan banget fitnah nya."

"Kenapa Marsha segitu banget sih ganggu lo!" tanya Joa yang sudah duduk di samping bangku nya.

"Gak tau." jawab nya datar.

"Lo gak mau cari tau?"

"Gak. Males!"

"Bukan nya dulu Marsha itu-"

"Lupa!" potong Anneth cepat. Ia benar-benar tidak ingin mendengar kelanjutan kalimat Charissa. Anneth memilih menyangga kepala nya dengan satu telapak tangan. Hati nya sedang tidak hangat saat ini.

"Ih sahabat gue kasian banget sih. Sini sini Ucha peyuk," kata Charissa melebarkan tangan nya dan siap memeluk.

"Ih apa sih lo. Kurang belaian banget dah!" sigap Anneth mendorong tubuh Charissa. "Minta belaian vano sana!"

"Ish! Nyebelin lo."

"Neth, cowo tadi ambil ponsel lo."

"Iya gue tau," jawab nya singkat.

"Kok bisa?" tanya Joa lagi. Tangan mengambil ponsel nya di saku lantas menunjukkan pada Joa. Gadis itu mengernyit.

"Gimana ponsel lo bisa balik?"

•~•~•~•~

I Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang