Cinq

212 55 83
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Seharian Jongdae menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Sesampainya di Seoul, Ae Young langsung mengajak Jongdae untuk berjalan-jalan. Entah kenapa Ae Young ingin sekali mengajak Jongdae berjalan menyusuri jalanan padat daerah Gangnam.

Saat tiba di Apartment Jongdae, tidak lama Ae Young tertidur pulas di ranjang milik Jongdae. Mungkin dia terlalu lelah berjalan. Pria Kim itu duduk di tepi ranjang, memandangi wajah Ae Young yang tertidur di sana.

Meski kekasihnya yang sedang dia tatap,  kenangan tentang dirinya yang bertemu Saluna di Busan menginvasi seluruh pikiran Jongdae malam itu.

Bayangan lekukan bibir Saluna saat tersenyum membuat kinerja jantung pria Kim itu tidak waras. Wajah tenang Saluna saat tertidur di kereta masih menjadi panorama paling indah bagi Jongdae.

"Apa aku tertidur lama?" Ae Young mengucek matanya. Netranya bergulir ke sana ke mari mencari segelas air, kerongkongannya terasa sakit jika bangun tidur.

Mengerti akan hal itu, Jongdae beranjak dari duduknya untuk mengambil segelas air putih hangat untuk kekasihnya minum.

"Terima kasih," ucap Ae Young saat Jongdae menyodorkan gelas berisi air putih hangat.

"Kau akan pulang atau menginap? Aku harus pergi ke hotel."

"Menginap. Aku mengambil cuti agak panjang."

"Baiklah, ini sudah malam. Tidurlah kembali."

Ae Young mengangguk lalu kembali menarik selimut tebal yang beraroma tubuh Jongdae, lalu memeluknya erat.

"Jongdae-ya ... " Ae Young menggantung kalimatnya. "Tidak jadi. Hati-hati di jalan." Lanjut Ae Young.

Jongdae mengikis jarak duduknya dengan Ae Young yang sudah menyamankan diri di tempat tidurnya.

Tangan Jongdae terulur untuk mengacak puncak kepala Ae Young.

"Terima kasih. Tidur yang nyenyak, Sayang," ucap Jongdae yang menghasilkan lengkungan tipis di bibir gadis ceria itu.

Kini Jongdae merapikan berkas-berkas yang akan dia bawa, tak lupa mengecup kilat dahi Ae Young sebelum dia meninggalkan Apartmentnya.

Sembari berjalan keluar apartment, sesekali Jongdae mengecek ponselnya. Dengusan kasar keluar dari mulutnya saat mendapati notifikasi ponselnya tetap saja kosong. Dan Jongdae pergi dengan kehampaan di hatinya.

•••

"Aku sudah sampai sedari tadi siang, Jae. Maaf, aku lupa mengabarimu."

Saluna sedang menerima telpon dari Jaehyun. Meski tangannya sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarganya.

"Tidak apa-apa, aku hanya khawatir padamu."

Way Back HomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang