Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Udah diperingati ya ini 17+, yg masih di bawah umur please sadar diri. Oke? Sip. Cusss
—
Keheningan tercipta tatkala Saluna menyambangi kediaman Jung. Setelah mendapat sms dari Jaehyun yang menyuruhnya untuk menemuinya, Saluna bergegas kemudian.
Namun, saat sampai di rumah Jaehyun, si pemilik rumah tidak ada di sana dan malah menyuruh Saluna untuk menunggunya di dalam kamar Jaehyun. Rumah itu sangat sepi hanya ada beberapa maid yang tengah membersihkan rumah, mengingat hari sudah semakin malam.
"Menunggu lama?"
Saluna menoleh dan mendapati Jaehyun tengah berdiri di pintu kamarnya dengan pakaian kacau. Bau alkohol menguar saat Jaehyun duduk di tepi ranjang bersama Saluna.
"Kau mabuk?" tanya Saluna.
Jaehyun tersenyum simpul. "Sedikit. Akhir-akhir ini pikiranku sedang kacau."
"Kenapa?"
"Kau tidak akan paham."
"Kenapa aku tidak paham?"
Jaehyun menyeringai samar sembari melonggarkan dasi yang serasa mencekik.
"Baru kali ini kau banyak bertanya. Kau berubah. Apa gerangan yang merubahmu sampai seperti ini?"
Gadis yang kini tengah memilin ujung bajunya menunduk dalam. Nada bicara Jaehyun yang tidak ramah membuatnya sedikit takut.
Jaehyun berdiri, melepas jas kerjanya dan membantingnya ke lantai dengan kasar.
"Berdiri!" sentak Jaehyun yang membuat Saluna sedikit terlonjak.
"Jae, sakit. Kau ini kenapa?! Lepaskan aku!" Saluna merintih kesakitan.
"Jae—hmmpptt"
Jaehyun memagut bibir Saluna secara kasar dan liar. Saluna yang terkejut hanya bisa meronta, dia takut dengan Jaehyun.
Jaehyun menekan tengkuk Saluna guna memperdalam pagutannya, wanita yang berada di dalam kungkungannya hanya bisa meronta, air matanya merembes. Tak ada kata lembut dalam perpagutan itu, hanya ada nafsu di sana. Lelaki berkulit putih pucat itu baru melepaskan pagutannya saat mereka merasa pasokan udaranya semakin menipis.
"Kau jahat," gumam Saluna dengan nada parau dan lemah.
Kilatan marah tergamvar jelas di manik hitam Jaehyun. Tanpa bersuara atau menggubris gumaman Salauna, dia kembali mencengkram lengan Saluna dan melingkarkan tangan kirinya di pinggang Saluna.
Saluna meronta sekuat mungkin meski dia tahu itu tidak berguna, karena tenaganya tidak ada apa-apanya dibanding Jaehyun.
"Jaehyun aku mohon, lepaskan aku! Kau ini kenapa?! Jaehyun sadarlah! Ini aku, Saluna!"